Dari sekian banyak defenisi sikap dapat dijadikan/dimasukkan ke dalam salah
satu di antara tiga kerangka pemikiran:
1.
Louise Thumbstone dan Charles Orgood
Sikap adalah suatu
bentuk evolusi atau reaksi perasaan. Sikap adalah derajat efek positif atau
efek negatif yang dikaitkan dengan suatu objek psikologis.
2.
Gordon Allport
Sikap merupakan semacam
kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.
Kesiapan dalam definisi ini sebagai suatu kecenderungan potensial untuk
bereaksi apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki
adanya respon.
3.
Ahli psikologi kognitif
Sikap merupakan gabungan dari komponen
kognitif, afektif, dan konatif yang berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan
berperilaku terhadap suatu objek.
Sikap ini bersifat dinamis dan terbuka terhadap kemungkinan perubahan
dikarenakan interaksi seseorang dengan lingkungan di sekitarnya. Kemudian,
sikap hanya akan ada artinya bila ditempatkan dalam bentuk pernyataan perilaku,
baik perilaku lisan atau perilaku perbuatan.
Memang benar, sikap yang dinyatakan secara terbuka tidak selalu sesuai
dengan sikap hatinya yang sesungguhnya, banyak hal yang mempengaruhinya. Namun
demikian, suatu sikap yang tidak dinyatakan, tidak akan banyak artinya dalam
pemahaman dinamika psikologi sosial yang menjadikan individu dalam masyarakat
sebagai objek studinya.
Menurut Sax (1980), karakteristi sikap, antara lain:
1.
Arah
Artinya sikap akan
menunjukkan apakah seseorang menyetujui atau tidak menyetujui, apakah mendukung
atau tidak mendukung, apakah memihak atau tidak memihak terhadap objek sikap.
2.
Intensitas
Artinya
intensitas/kekuatan sikap pada setiap orang belum tentu sama.
3.
Keluasan
Artinya luas tidaknya
cakupan aspek objek sikap yang disetuji/tidak disetujui oleh seseorang.
4.
Konsistensi
Artinya kesesuaian antara
pernyataan sikap yang dikemukakan oleh subjek dengan responnya terhadap objek
sikap. Konsistensi ini juga ditunjukkan oleh tidak adanya kebimbangan dalam
bersikap.
5.
Spontanitas
Artinya sejauh mana kesiapan subjek untuk
menyatakan sikapnya secara spontan. Suatu sikap dinyatakan mempunyai
spontanitas yang tinggi, apabila sikap dinyatakan tanpa perlu mengadakan
pengungkapan atau desakan agar subjek menyatakan sikapnya.
Dilihat dari strukturnya sikap terdiri dari tiga komponen yang saling
menunjang:
a.
Kognitif
Berisi kepercayaan
seseorang terhadap objek sikap. Kepercayaan datang dari apa yang telah kita
lihat atau apa yang telah kita ketahui. Kadang-kadang kepercayaan terbentuk
justru dikarenakan tidak adanya informasi yang tepat mengenai objek yang
dihadapi.
b.
Afektif
Menyangkut masalah
emosional subjektif seseorang terhadap sesuatu objek sikap (perasaan yang
dimiliki terhadap sesuatu).
c.
Konatif
Kecenderungan berperilaku secara
konsisten, selaras dengan kepercayaan dan perasaan sehingga membentuk sikap
individual.
Para ahli psikologi sosial beranggapan bahwa ketiganya adalah selaras dan
konsisten, dikarenakan apabila dihadapkan dengan satu objek sikap yang sama
maka ketiga komponen itu harus mempolakan arah sikap yang seragam. Apabila
tidak konsisten satu sama lain maka akan terjadi ketidakselarasan yang
menyebabkan timbulnya mekanisme perubahan sikap.
Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukkan sikap, antara lain:
1.
Pengalaman pribadi
Apa yang kita alami akan
membentuk dan mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial/objek
psikoogis. Pengalaman pribadi ini harus menimbulkan kesan yang kuat/melibatkan
faktor emosional. Tidak adanya pengalaman sama sekali dengan sesuatu objek psikologis
cenderung akan membentuk sikap negatif terhadap objek tersebut.
2.
Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Maksudnya, seseorang
yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tindak dan pendapat kita,
seseorang yang tidak ingin kita kecewakan/seseorang yang berarti khusus bagi
kita, akan banyak mempengaruhi pembentukkan sikap kita terhadap sesuatu.
Misalnya, orang tua, orang yang status sosialnya lebih tinggi, teman sebaya,
teman dekat, guru, suami/istri, dll.
3.
Pengaruh kebudayaan
Kebudayaan dimana kita
hidup dan dibesarkan pengaruh besar terhadap pembentukkan sikap kita. Hanya
kepribadian yang kuat dapat memudarkan dominasi kebudayaan dalam pembentukkan
sikap individual.
4.
Media massa
Dalam penyampaian
informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang
berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang.
5.
Lembaga pendidikan dan lembaga agama
Kedua lembaga inilah
yang meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.
6.
Pengaruh faktor emosional
Kalau dasarnya adalah faktor emosi semata,
ini lebih berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi (ketidakberdayaan).
Contohnya prasangka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar