Senin, 04 Agustus 2014

Rancangan Media Penyuluhan

Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media, antara lain:
-       Tujuan yang ingin dicapai,
-       Karakteristik dan latar belakang sasaran belajar,
-       Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio visual, gerak dan seterusnya),
-       Ketersediaan bahan materi yang akan dibuat,
-       Keadaan latar belakang dan lingkungan,
-       Kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani

Dick dan Carey menyatakan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya ada empat hal lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu :
1)  Ketersediaan sumber setempat, artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri.
2)  Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya.
3)  Faktor yang menyangkut kekhususan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijangkau dan dipindahkan.
4)  Efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang

Langkah-langkah merancang pengembangan media :
1.  Menetapkan prioritas
Tujuan adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu. Tujuan harus:
-    Realistik (bisa dicapai bukan hanya angan-angan),
-    Jelas dan dapat diukur
-    Apa yang akan diukur
-    Siapa sasaran yang akan diukur
-    Seberapa banyak perubahan yang akan diukur
-    Berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan
Penetapan tujuan sebagai dasar untuk merancang media penyuluhan/promkes dan dalam merancang evaluasi. Jika tujuan yang ditetapkan tidak jelas dan tidak operasional maka program menjadi tidak fokus dan tidak efektif
2.  Menetapkan segmentasi sasaran
Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada maing-masing segmen.
Data sasaran yang perlu dikumpulkan sebelum media promkes diluncurkan:
a.   Data karakteristik
b.  Data epidemiologi
c.   Data demografi
d.  Data geografi
e.   Data psikologi
3.  Mengembangkan posisioning pesan
Posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan atau pesan dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya.
Posisioning membentuk citra
-       Citra bisa kaya makna/biasa saja
-       Citra bisa berubah-ubah dan dinamis
-       Bisa diterima secara homogen dan sama
4.  Menentukan strategi posisioning
Langkah-langkah :
a.   Identifikasi para pesaing
Tujuannya untuk melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yg ada dimasyarakat
b.  Persepsi konsumen
Tujuannya untuk memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penting oleh khalayak sasaran
c.   Menentukan posisi pesaing (dilihat dari berbagai sudut pandang)
d.  Menganalisis preferensi khalayak sasaran
Tujuannya untuk mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap suatu produk atau pesan tertentu
f.    Menentukan posisi merek produk sendiri
g.   Ikuti perkembangan posisi
Secara berkala posisi produk/pesan harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok dengan keadaan
5.  Memilih media promosi kesehatan
Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran.
Yang perlu diperhatikan :
a.   Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran, bukan pada selera pengelola program
b.  Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas
c.   Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda


Penggunaan beberapa media secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan, frekuensi dan efektivitas pesan  

Tidak ada komentar: