Media
promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau
pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga
sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang
disampaikan.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media, antara lain:
- Tujuan yang ingin dicapai,
- Karakteristik
dan latar belakang sasaran belajar,
- Jenis
rangsangan belajar yang diinginkan (audio visual, gerak dan seterusnya),
- Ketersediaan
bahan materi yang akan dibuat,
- Keadaan
latar belakang dan lingkungan,
- Kondisi
setempat dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani
Dick dan Carey menyatakan bahwa disamping
kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya ada empat hal lagi yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu :
1) Ketersediaan sumber setempat, artinya bila media yang bersangkutan tidak
terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri.
2) Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga
dan fasilitasnya.
3) Faktor yang menyangkut kekhususan, kepraktisan dan ketahanan media yang
bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya bisa digunakan dimanapun dengan
peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijangkau dan
dipindahkan.
4) Efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang
Langkah-langkah
merancang pengembangan media :
1. Menetapkan prioritas
Tujuan adalah suatu
pernyataan tentang suatu keadaan yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan
tertentu. Tujuan harus:
- Realistik (bisa dicapai bukan hanya
angan-angan),
- Jelas dan dapat diukur
- Apa yang akan diukur
- Siapa sasaran yang akan diukur
- Seberapa banyak perubahan yang akan
diukur
- Berapa lama dan dimana pengukuran
dilakukan
Penetapan tujuan sebagai
dasar untuk merancang media penyuluhan/promkes dan dalam merancang evaluasi.
Jika tujuan yang ditetapkan tidak jelas dan tidak operasional maka program
menjadi tidak fokus dan tidak efektif
2. Menetapkan segmentasi
sasaran
Segmentasi sasaran adalah
suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat
menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya adalah memberikan
pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada maing-masing segmen.
Data sasaran yang perlu
dikumpulkan sebelum media promkes diluncurkan:
a. Data karakteristik
b. Data epidemiologi
c. Data demografi
d. Data geografi
e. Data psikologi
3. Mengembangkan posisioning pesan
Posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk
perusahaan atau pesan dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran
atau konsumennya.
Posisioning membentuk citra
- Citra bisa kaya
makna/biasa saja
- Citra bisa berubah-ubah
dan dinamis
- Bisa diterima secara
homogen dan sama
4. Menentukan strategi posisioning
Langkah-langkah :
a. Identifikasi para pesaing
Tujuannya untuk melakukan
identifikasi atas sejumlah pesaing yg ada dimasyarakat
b. Persepsi konsumen
Tujuannya untuk
memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penting oleh khalayak sasaran
c. Menentukan posisi pesaing
(dilihat dari berbagai sudut pandang)
d. Menganalisis preferensi
khalayak sasaran
Tujuannya untuk
mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap suatu produk
atau pesan tertentu
f. Menentukan posisi merek
produk sendiri
g. Ikuti perkembangan posisi
Secara berkala posisi
produk/pesan harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok dengan
keadaan
5. Memilih media promosi
kesehatan
Pemilihan media adalah
jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada khalayak
sasaran.
Yang perlu diperhatikan :
a. Pemilihan media
didasarkan pada selera khalayak sasaran, bukan pada selera pengelola program
b. Media yang dipilih harus
memberikan dampak yang luas
c. Setiap media akan
mempunyai peranan yang berbeda
Penggunaan beberapa media
secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan,
frekuensi dan efektivitas pesan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar