A. Definisi Jasa
Jasa merupakan semua aktivitas
ekonomi yang haislnya bukan merupakan produk dalam bentuk fisik atau
konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang
dihasilkan dan memberikan nilai tambah seperti kenyamanan, hiburan, kesenangan,
atau kesehatan, atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen.
Menurut Philip Kotler (1988 dan
1994), jasa merupakan sebuah tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh
satu pihak kepada pihak lainnya, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk
fisik atau tidak.
B. Karakteristik dan Klasifikasi Jasa
Menurut Griffin (1996), produk
jasa memiliki beberapa karakteristik yang berbeda, antara lain:
1.
Intangibility (Tidak Berwujud)
Jasa tidak dapat
dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli.
2.
Unstorability
Jasa tidak mengenal
persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.
3.
Customization
Jasa juga sering kali didesain khusus
untuk kebutuhan pelanggan, sebagaimana pada jasa asuransi dan kesehatan.
Berdasarkan tingkat kontak
konsumen, jasa dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1.
High Contact System
Pada kelompok high
contact system, untuk menerima jasa konsumen harus menjadi bagian dari
sistem. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada jasa sejenis pendidikan, rumah
sakit, dan transportasi.
2.
Low Contact System
Pada kelompok low contact system, konsumen
tidak perlu menjadi bagian dari sistem untuk menerima jasa. Hal ini sebagaimana
terjadi pada jasa reparasi mobil dan perbankan, dimana konsumennya tidak harus
dalam kontak pada saat mobilnya yang rusak diperbaiki oleh teknisi bengkel.
Berdasarkan kesamaannya dengan
operasi menufaktur, dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.
Jasa Murni (Pure Service)
Merupakan jasa yang
tergolong memiliki kontak tinggi dan tanpa persediaan, sangat berbeda dengan
manufaktur. Misalnya: jasa tukang cukur atau ahli bedah yang memberikan jasanya
secara berkala pada konsumen di tempat.
2.
Jasa Seminanufaktur (Quasimanufacturing
Service)
Merupakan jasa yang
tergolong memiliki kontak rendah, memiliki kesamaan dengan manufaktur, dan
konsumen tidak harus menjadi bagian dari proses produksi jasa. Mislanya: jasa
pengantaran, perbankan, asuransi, dan kantor pos.
3.
Jasa Campuran (Mixed Service)
Merupakan jasa yang tergolong memiliki
kontak jenis menengah (moderate contact). Misalnya: jasa bengkel, dry
cleaning, ambulans, pamadam kebakaran, dll.
Berdasarkan klasifikasi
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization-WTO), sesuai
dengan GATS/WTO-Central Produk Classification/MTN.GNS/W/120, ruang
lingkup klasifikasi bisnis jasa meliputi:
1.
Jasa Bisnis
2.
Jasa Komunikasi
3.
Jasa Konstruksi dan Jasa Teknik
4.
Jasa Distribusi
5.
Jasa Pendidikan
6.
Jasa Lingkungan Hidup
7.
Jasa Keuangan
8.
Jasa Kesehatan dan Jasa Sosial
9.
Jasa Kepariwisataan dan Jasa Perjalanan
10.
Jasa Rekreasi, Budaya, dan Olahraga
11.
Jasa Transportasi, dll
C. Faktor yang Mendorong Pertumbuhan
Sektor Jasa
Pertumbuhan sektor jasa yang
begitu cepat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
a.
Perubahan Demografis
Perubahan demografis
salah satunya dapat dilihat dari meningkatnya tingkat harapan hidup, yang pada
akhirnya dapat enhasilkan peningkatan jumlah populasi usia lanjut/pensiunan.
Peningkatan jumlah populasi ini mendorong permintaan baru akan jasa
menghabiskan waktu luang, seperti jasa travel dan juga menimbulkan permintaan yang
meningkat terhadap produk jasa perawatan kesehatan dan keperawatan (nursing).
Pergerakan struktural dalam masyarakat telah mempengaruhi persoalan di mana dan
bagaimana masyarakat hidup. Perkembangan kota telah meningkatkan permintaan
akan infrastruktur dan dukungan jasa.
b.
Perubahan Psikografis
Perubahan ini lebih
terlihat pada orang-orang dewasa (mature people) yang memiliki
ciri-ciri: kreatif, menyukai hal-hal baru, dinamis, konsumtif, dan berorientasi
pada teknologi yang mempengaruhi ketersediaan fasilitas jasa dan pelayanan
publik yang optimal, seperti rumah sakit.
c.
Perubahan Sosial
Peningkatan jumlah
wanita dalam angkatan kerja telah membuat wanita tidak hanya sebagai ibu rumah
tangga tetapijuga sebagai pekerja. Hal ini menghasilkan pertumbuhan yang pesat
pada industri jasa tertentu termasuk jasa health care, pendidikan,
dll. Dengan peningkatan kualitas hidup pada suatu keluarga kecil dengan adanya
dua sumber pendapatan sehingga ada alokasi yang disiapkan untuk memebli jasa
perawatan kesehatan.
d.
Perubahan Perekonomian
Meningkatnya
spesialisasi dalam sautu perekonomian telah menghasilkan ketergantungan yang
lebih besar terhadap penyedia jasa yang bersifat terspesialisasi, misalnya pada
pelayanan dokter spesialisasi di rumah sakit atau klinik lainnya.
e.
Perubahan Politik dan Hukum
Internasionalisasi telah menghasilkan
peningkatan dan permintaan baru akan jasa yang lebih profesional.
D. Faktor yang Menjadi Kunci Sukses Jasa
Observasi dan pengamatan yang
telah dilakukan oleh pemain di sektor jasa mengemukakan lima langkah yang dapat
dilakukan untuk meraih sukses di dunia jasa, yakni:
a.
Mempengaruhi Jasa yang Ditawarkan
(Renewing the Service Offering)
b.
Melokalisasi Sistem Point of
Service (Localizing the Point of Service System)
c.
Melakukan Kontak Layanan sebagai Hamatan
Larinya Konsumen (Leveraging the Service “Contact”)
d.
Menggunakan Kekuatan Informasi (Using
Information Power Strategically)
e.
Menetapkan Nilai Strategis Jasa pada
Konsumen (Determining the Strategic Value of Service Business)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar