
Judul : (Not) Alone in Other Land
Penulis : Lia Indra Andriana, Fei, dan Andry
Setiawan
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 276 halaman
Harga : Rp 45.000
Bagi kalian yang sekarang lagi gandrung yang namanya drama, film, lagu,
ataupun hal-hal yang berkaitan dengan negara Korea, Cina, ataupun Jepang, pasti
kalian pengen belajar bahasa mereka biar kalian bisa lebih mengenal sama
negara-negara yang sudah disebut di atas.
Nah, hal ini pun terjadi sama ketiga penulis buku ini, yaitu Lia Indra
Andriana yang merupakan seorang penulis (salah satu bukunya berjudul
Seoulmate), Fei, dan Andri Setiawan untuk mempelajari bahasa-bahasa negara
tersebut, yakni Korea, Cina, dan Jepang. Walaupun latar belakang mereka belajar
bahasa ke negaranya langsung g seperti yang sudah aku sebutkan di atas.
Di dalam buku ini diceritakan pengalaman mereka bertiga mempelajari bahasa,
berintekasi dengan masyarakat lokal ataupun teman-teman dari negara lain, hidup
sendirian di negeri orang di mana bahasanya kalian masih belum fasih dan
kebanyakan masyarakatnya g mahir yang namanya bahasa Inggris. Kebayang dong
kalian repot dan serunya pengalaman yang mereka punya.
Bagi kalian yang ingin belajar bahasa ke negara-negara tersebut ataupun
liburan atau cuma sekedar pengen tahu aja kehidupan masyarakat di sana, kalian
mesti baca ni buku. Di dalam buku ini, kita diajak berkenalan dengan kehidupan
sehari-hari masyarakatnya, cara bergaul, gimana cara kita untuk berinteraksi
dengan teman-teman dari negara lainnya yang berbeda budaya sama kita serta tips
dari mereka gimana cara memulai suatu hubungan pertemanan, dan petualangan
serta tantangan yang mereka temukan selama hidup di sana. Oh ya, ada juga
tambahan fakta-fakta yang menurut aku sih, aq baru mengetahuinya setelah baca
ni buku.
Ni kutipan dari penulisnya:
“Jika ada yang memiliki mesin waktu dan bertanya apakah saya ingin kembali
ke masa lalu, saya akan meminta kembali ke masa 100 hari di Korea ini. Bukan
untuk mengubahnya melainkan untuk menikmtinya lagi.” (Lia)
“Dan ternyata memang sebuah sapaan simpel ‘halo’ dalam berbagai bahasa
merupakan jurus yang sangat ampuh untuk membuka pembicaraan, dan juga jalan
pertemanan dengan orang-orang dari berbagai negara.” (Fei)
“Saya mulai merasa kehilangan diri saya sendiri. Saya sempat bertanya-tanya
apa pilihan saya ini benar?” (Andry)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar