Kamis, 04 September 2014

Alat Peraga/Display Visual

A. Display/Alat Peraga
Display, berfungsi sebagai suatu sistem komunikasi yang menghubungkan antara fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia. Yang bertindak sebagai mesin dalam hal ini adalah stasiun kerja, dengan perantara alat peraga, sedangkan manusia disini berfungsi sebagai operator yang dapat diharapkan untuk melakukan suatu respon yang diinginkan.

B. Display Visual
Pertimbangan mendesain display visual adalah;
-       Konsep display tersebut sebaiknya dibuat sesederhana mungkin, karena display yang rumit dapat menyebabkan lamanya waktu untuk membaca dan meninterpretasikan informasi, sehingga produktivitas berkurang.
-       Kepresisian display sebaiknya dibuat seefisien mungkin, karena display diharapkan yang terlalu akurasi melebihi tingkat kebutuhannya akan mengakibatkan kelelahan atau stress pada operatornya.
-       Format display harus dibuat sealami mungkin, seperti yang diharapkan kebanyakan penggunanya, display yang dibuat tidak umum membutuhkan waktu lama untuk dimengerti, dan mendukung terjadinya kesalahan bagi yang kemampuan operatornya terbatas.
-       Display yang akan dirancang harus efektif sesuai dengan penggunaannya, karena desain display harus berangkat dari pemenuhan pengguna, bukannya operator yang beradaptasi dengan display.

Meningkatkan nilai tambah seperti pada :
a.   Visibilitas
b.   Kejelasan (yang mencolok)
c.    Tingkat Kesadaran
d.   Dapat dibaca / Legibility
e.    Dapat diinterpretasikan tanpa menimbulkan makna ganda (konotasi)

C. Display Visual Statis
Display visual statis, merupakan display visual yang elemennya terdiri dari unsur-unsur yang tidak bergerak, contohnya: logo perusahaan, tanda peringatan, bendera, dll. Hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain display statis antara lain:
a.   Pemilihan warna yang tepat sesuai dengan penggunaan display tersebut, contoh: penggunaan display visual untuk lalu-lintas berbeda dengan display visual pada rumah sakit.
b.  Penempatan display ditempat yang mudah dibaca, sehingga tidak terganggu oleh benda sekelilingnya.
c.   Sederhana dalam arti tidak rumit, sehingga dengan cepat dibaca dan diinterpretasikan.
d.  Visibilitas yang memungkinkan display dapat dibaca dalam berbagai kondisi seperti siang, malam, ataupun dalam kondisi-kondisi lain seperti terhalang kabut, dll.
e.   Adanya tekanan yang mengacu kepada kebutuhan display tersebut, seperti pada display yang bersifat memperingatkan suatu keadaan atau kemungkinan yang mungkin terjadi.
f.    Daya tahan pada display juga perlu diperhatikan, terutama display yang berada diluar ruangan, sehingga ada kemungkinan karat karena lembab, meleleh karena panas, rusak akibat vandalisme dll. Hal ini berkaitan dengan pemilihan material dan perhitungan ketahanan produk.

D. Display Visual Dinamis
Display visual dinamis, merupakan display visual yang elemennya terdiri dari: unsur-unsur bergerak. Display tipe ini banyak sekali variannya, seperti :
-       Instrumen peraga
-       Proyeksi Slide
-       Films Sinema
-       Televisi

Ada 3 tipe utama instrumen peraga yang diproduksi secara komersial, yaitu:
-       Jendela terbuka (open window), dimana angka dapat dibaca secara langsung
-       Cakram (dial) bulat dengan petunjuk (pointer) bergerak
-       Penunjuk tetap dengan cakram bergerak

Masing-masing tipe memiliki kelebihannya masing-masing pada situasi tertentu. Jika tujuan instrumen hanya untuk memberi tahu angka saja, maka metode jendela terbuka lebih cocok. Jika proses perubahan nilai harus dapat diamati, maka yang paling baik adalah cakram bulat.
Pada jendela terbuka, ketentuannya sudah pasti yaitu, huruf atau angka tampilannya harus mudah dibaca. Pada sistem cakram (dial)  ada beberapa ketentuan dalam perancangannya, seperti :
-       Derajat kecermatan yang diperlihatkan harus sebanding dengan kecermatan yang diminta
-       Cakram harus menyampaikan informasi dalam bentuk yang paling sederhana kepada operator
-       Cakram harus memberi informasi menyeluruh dan cepat dijabarkan, faktor penjabar yang harus dihafal  dapat memperbesar kesulitan.
-       Perincian skala sebaiknya merupakan kelipatan 1, 2 atau 5 skala dimensi lain dapat menyulitkan.
-       Angka harus dipasang pada tanda-tanda skala yang besar, agar tidak terjadi kekeliruan.
-       Pada skala yang tetap, angka sebaiknya tegak, pada skala yang bergerak seyogyanya tangensial.
-       Ukuran tanda-tanda skala harus disesuaikan dengan jarak pembacaan yang diperkirakan.
-       Jarum tidak boleh menutup skala, tetapi dekat dengannya dan ujungnya sama tebal seperti tanda-tanda pembagian skala.
-       Jarum harus terletak pada dataran yang sama sebagaimana bidang untuk skala agar dihindari adanya kemungkinan salah lihat.


Manusia memiliki limitasi kapasitas fisik dan mental, dalam mencerap berbagai informasi manusia menggunakan panca inderanya. Dalam hal display, panca indera yang umum dipergunakan adalah mata. Mata secara fisiologis selalu berhubungan dengan posisi tubuh dan sudut kemiringan kepala. Dalam mendesain kontrol panel perlu diperhatikan berbagai aspek fisiologis manusia dalam kaitannya dengan aktivitas melihat. Disamping itu proses penginterpretasian terhadap informasi yang diterima manusia pun sangat bergantung pada medan pengalaman yang bersangkutan. Untuk itu aspek konvensi yang berhubungan dengan tanda perlu menjadi perhatian dalam merancang suatu sistem display.

Tidak ada komentar: