A. Display/Alat Peraga
Display, berfungsi
sebagai suatu sistem komunikasi yang menghubungkan antara fasilitas kerja
maupun mesin kepada manusia. Yang bertindak sebagai mesin dalam hal ini adalah
stasiun kerja, dengan perantara alat peraga, sedangkan manusia disini berfungsi
sebagai operator yang dapat diharapkan untuk melakukan suatu respon yang
diinginkan.
B. Display Visual
Pertimbangan mendesain
display visual adalah;
-
Konsep display tersebut sebaiknya dibuat
sesederhana mungkin, karena display yang rumit dapat menyebabkan lamanya
waktu untuk membaca dan meninterpretasikan informasi, sehingga produktivitas
berkurang.
-
Kepresisian display sebaiknya dibuat
seefisien mungkin, karena display diharapkan yang terlalu akurasi melebihi
tingkat kebutuhannya akan mengakibatkan kelelahan atau stress pada operatornya.
-
Format display harus dibuat sealami
mungkin, seperti yang diharapkan kebanyakan penggunanya, display yang
dibuat tidak umum membutuhkan waktu lama untuk dimengerti, dan mendukung
terjadinya kesalahan bagi yang kemampuan operatornya terbatas.
-
Display yang akan dirancang harus efektif
sesuai dengan penggunaannya, karena desain display harus berangkat dari
pemenuhan pengguna, bukannya operator yang beradaptasi dengan display.
Meningkatkan nilai
tambah seperti pada :
a.
Visibilitas
b.
Kejelasan (yang mencolok)
c.
Tingkat Kesadaran
d.
Dapat dibaca / Legibility
e.
Dapat diinterpretasikan tanpa menimbulkan
makna ganda (konotasi)
C. Display Visual Statis
Display visual statis,
merupakan display visual yang elemennya terdiri dari unsur-unsur yang tidak
bergerak, contohnya: logo perusahaan, tanda peringatan, bendera, dll. Hal yang
perlu diperhatikan dalam mendesain display statis antara lain:
a.
Pemilihan warna yang tepat sesuai
dengan penggunaan display tersebut, contoh: penggunaan display visual untuk
lalu-lintas berbeda dengan display visual pada rumah sakit.
b.
Penempatan display ditempat yang mudah
dibaca, sehingga tidak terganggu oleh benda sekelilingnya.
c.
Sederhana dalam arti tidak rumit, sehingga
dengan cepat dibaca dan diinterpretasikan.
d.
Visibilitas yang memungkinkan display
dapat dibaca dalam berbagai kondisi seperti siang, malam, ataupun dalam
kondisi-kondisi lain seperti terhalang kabut, dll.
e.
Adanya tekanan yang mengacu kepada
kebutuhan display tersebut, seperti pada display yang bersifat memperingatkan
suatu keadaan atau kemungkinan yang mungkin terjadi.
f.
Daya tahan pada display juga perlu
diperhatikan, terutama display yang berada diluar ruangan, sehingga ada
kemungkinan karat karena lembab, meleleh karena panas, rusak akibat vandalisme
dll. Hal ini berkaitan dengan pemilihan material dan perhitungan ketahanan
produk.
D. Display Visual Dinamis
Display visual dinamis,
merupakan display visual yang elemennya terdiri dari: unsur-unsur bergerak.
Display tipe ini banyak sekali variannya, seperti :
-
Instrumen peraga
-
Proyeksi Slide
-
Films Sinema
-
Televisi
Ada 3 tipe utama
instrumen peraga yang diproduksi secara komersial, yaitu:
-
Jendela terbuka (open window), dimana
angka dapat dibaca secara langsung
-
Cakram (dial) bulat dengan
petunjuk (pointer) bergerak
-
Penunjuk tetap dengan cakram bergerak
Masing-masing tipe
memiliki kelebihannya masing-masing pada situasi tertentu. Jika tujuan
instrumen hanya untuk memberi tahu angka saja, maka metode jendela terbuka
lebih cocok. Jika proses perubahan nilai harus dapat diamati, maka yang paling
baik adalah cakram bulat.
Pada jendela terbuka, ketentuannya sudah pasti yaitu, huruf atau angka
tampilannya harus mudah dibaca. Pada sistem cakram (dial) ada
beberapa ketentuan dalam perancangannya, seperti :
-
Derajat kecermatan yang diperlihatkan
harus sebanding dengan kecermatan yang diminta
-
Cakram harus menyampaikan informasi dalam
bentuk yang paling sederhana kepada operator
-
Cakram harus memberi informasi menyeluruh
dan cepat dijabarkan, faktor penjabar yang harus dihafal dapat
memperbesar kesulitan.
-
Perincian skala sebaiknya merupakan
kelipatan 1, 2 atau 5 skala dimensi lain dapat menyulitkan.
-
Angka harus dipasang pada tanda-tanda
skala yang besar, agar tidak terjadi kekeliruan.
-
Pada skala yang tetap, angka sebaiknya
tegak, pada skala yang bergerak seyogyanya tangensial.
-
Ukuran tanda-tanda skala harus disesuaikan
dengan jarak pembacaan yang diperkirakan.
-
Jarum tidak boleh menutup skala, tetapi
dekat dengannya dan ujungnya sama tebal seperti tanda-tanda pembagian skala.
-
Jarum harus terletak pada dataran yang
sama sebagaimana bidang untuk skala agar dihindari adanya kemungkinan salah
lihat.
Manusia memiliki
limitasi kapasitas fisik dan mental, dalam mencerap berbagai informasi manusia
menggunakan panca inderanya. Dalam hal display, panca indera yang umum
dipergunakan adalah mata. Mata secara fisiologis selalu berhubungan dengan
posisi tubuh dan sudut kemiringan kepala. Dalam mendesain kontrol panel perlu
diperhatikan berbagai aspek fisiologis manusia dalam kaitannya dengan aktivitas
melihat. Disamping itu proses penginterpretasian terhadap informasi yang
diterima manusia pun sangat bergantung pada medan pengalaman yang bersangkutan.
Untuk itu aspek konvensi yang berhubungan dengan tanda perlu menjadi perhatian
dalam merancang suatu sistem display.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar