
Judul : Bumi Cinta
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Ihwah Publishing House
Tebal : 546 halaman
Pasti kalian kenal dong sama penulis yang bernama Habiburrahman El Shirazy
yang merupakan salah satu penulis yang sudah menelurkan beberapa buku dan
beberapanya menjadi best seller sebut saja Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta
Bertasbih, Di Atas Sajadah Cinta, dan lainnya. Nah sekarang Habiburrahman El
Shirazy muncul dengan karya barunya yang berjudul “Bumi Cinta”.
Yang membedakan novel ini dengan novel karya Habiburrahman El Shirazy
lainnya, salah satunya yaitu settingnya yang bukan di negara yang dominan
penduduknya muslim seperti novel-novel lainnya, melainkan negara yang penduduk
muslimnya merupakan minoritas di negara tersebut dan salah satu negara komunis
di dunia yaitu Rusia dengan latar belakang musim salju, yang digambarkan Kang
Abik dengan sangat baik.
Novel ini bercerita Muhammad Ayyas yang merupakan salah satu mahasiswa yang
sedang menempuh pendidikan masternya di India. Dan saat ini sedang
menyelesaikan tesisnya yang berjudul Kehidupan Umat Islam di Masa
Pemerintahan Stalin, yang mengharuskannya untuk hidup beberapa bulan di
negara Rusia yang merupakan negara yang paling menjunjung tinggi seks bebas dan
pornografi. Selama menyelesaikan penelitiaannya di Rusia, ia juga dihadapkan
dengan berbagai permasalahan yang menguji akidah, keyakinan, serta keimannya
kepada Allah.
Cerita ini bermula dari Muhammad Ayyas yang meminta bantuan teman SMP nya
yang telah lama tinggal di Rusia, yaitu Devid untuk mencarikan tempat tinggal
yang nyaman serta murah sebagai tempat tinggalnya selama berada di Rusia.
Eh ternyata, tempat yang harus ditinggali Ayyas ini mengharuskan ia untuk
tinggal dengan dua orang wanita Rusia, yaitu Yelena dan Linor, walaupun berbeda
kamar. Kebayang dong, kesulitan apa yang harus dihadapi Ayyas ini harus hidup
serumah dengan dua orang wanita yang bukan muhrimnya. Selain itu ia juga
dipertemukan dengan seorang dosen muda yang cantik dan cerdas yaitu Anastasia
Palazzo yang akan menjadi dosen pembimbingnya selama ia menyelesaikan
penelitiaannya di Rusia. Selain konflik Ayyas dengan ketiga wanita ini, kita
akan diajak untuk untuk mengetahui kehidupan masyarakat muslim di masa
pemerintahan Stalin, penjelasan mengenai konsep ketuhanan dari berbagai agama
dan pendapat para ahli, dan konflik-konflik lainnya yang tidak kita temukan di
novel Kang Abik lainnya.
Bagaimanakan kehidupan Ayyas selama di Rusia, akankah ia bisa menyelesaikan
penelitiaannya? Dan bagaimana juga hubungan Ayyas dengan ketiga wanita
tersebut, yaitu Yelena, Linor, dan Anastasia Palazzo?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar