Jumat, 12 September 2014

Tantangan Hidup di Negeri Minoritas Muslim (Resensi Buku "Bumi Cinta ")



Judul        : Bumi Cinta
Penulis      : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit    : Ihwah Publishing House
Tebal        : 546 halaman

Pasti kalian kenal dong sama penulis yang bernama Habiburrahman El Shirazy yang merupakan salah satu penulis yang sudah menelurkan beberapa buku dan beberapanya menjadi best seller sebut saja Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Di Atas Sajadah Cinta, dan lainnya. Nah sekarang Habiburrahman El Shirazy muncul dengan karya barunya yang berjudul “Bumi Cinta”.

Yang membedakan novel ini dengan novel karya Habiburrahman El Shirazy lainnya, salah satunya yaitu settingnya yang bukan di negara yang dominan penduduknya muslim seperti novel-novel lainnya, melainkan negara yang penduduk muslimnya merupakan minoritas di negara tersebut dan salah satu negara komunis di dunia yaitu Rusia dengan latar belakang musim salju, yang digambarkan Kang Abik dengan sangat baik.

Novel ini bercerita Muhammad Ayyas yang merupakan salah satu mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan masternya di India. Dan saat ini sedang menyelesaikan tesisnya yang berjudul Kehidupan Umat Islam di Masa Pemerintahan Stalin, yang mengharuskannya untuk hidup beberapa bulan di negara Rusia yang merupakan negara yang paling menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi. Selama menyelesaikan penelitiaannya di Rusia, ia juga dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang menguji akidah, keyakinan, serta keimannya kepada Allah.

Cerita ini bermula dari Muhammad Ayyas yang meminta bantuan teman SMP nya yang telah lama tinggal di Rusia, yaitu Devid untuk mencarikan tempat tinggal yang nyaman serta murah sebagai tempat tinggalnya selama berada di Rusia.

Eh ternyata, tempat yang harus ditinggali Ayyas ini mengharuskan ia untuk tinggal dengan dua orang wanita Rusia, yaitu Yelena dan Linor, walaupun berbeda kamar. Kebayang dong, kesulitan apa yang harus dihadapi Ayyas ini harus hidup serumah dengan dua orang wanita yang bukan muhrimnya. Selain itu ia juga dipertemukan dengan seorang dosen muda yang cantik dan cerdas yaitu Anastasia Palazzo yang akan menjadi dosen pembimbingnya selama ia menyelesaikan penelitiaannya di Rusia. Selain konflik Ayyas dengan ketiga wanita ini, kita akan diajak untuk untuk mengetahui kehidupan masyarakat muslim di masa pemerintahan Stalin, penjelasan mengenai konsep ketuhanan dari berbagai agama dan pendapat para ahli, dan konflik-konflik lainnya yang tidak kita temukan di novel Kang Abik lainnya.


Bagaimanakan kehidupan Ayyas selama di Rusia, akankah ia bisa menyelesaikan penelitiaannya? Dan bagaimana juga hubungan Ayyas dengan ketiga wanita tersebut, yaitu Yelena, Linor, dan Anastasia Palazzo?

Tidak ada komentar: