Indeks antropometri merupakan rasio dari suatu pengukuran terhadap satu
atau lebih pengukuran atau yang dihubungkan dengan umur. Beberapa indeks antropometri,
antara lain:
1.
BB/U (berat badan berdasarkan umur)
2.
TB/U (tinggi badan berdasarkan umur)
3.
BB/TB (berat badan berdasarakan tinggi
badan)
4.
LILA/U (lingkar lengan atas berdasarkan
umur)
5.
Indeks Massa Tubuh (IMT)
6.
Tebal lemak bawah kulit berdasarkan umur
7.
Rasio lingkar pinggang dan pinggul
Indeks BB/U
Kelebihan
-
Lebih mudah dan cepat dimengerti oleh
masyarakat
-
Baik mengukur status gizi akut dan kronis
-
Indikator suatu gizi kurang saat sekarang
-
Sensitif terhadap perubahan kecil
-
Monitoring pertumbuhan
-
Pengukuran yang berulang dapat mendeteksi
growth failure karena infeksi atau KEP
-
Dapat mendeteksi kegemukan (overweight)
Kekurangan
-
Kadang umur secara akurat sulit didapat
-
Dapat menimbulkan interpretasi keliru bila
terdapat adema atau asites
-
Memerlukan data umur yang akurat terutama
untuk usia balita
-
Sering terjadi kesalahan dalam pengukuran,
seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak saat ditimbang
-
Secara operasional hambatan sosial budaya
>> tidak mau menimbang anak karena seperti barang dagangan
Indeks TB/U
Menurut Beaton (1973) indeks TB/U dapat memberikan status gizi masa lampau
dan status sosial ekonomi
Kelebihan
-
Baik untuk menilai status gizi masa lampau
-
Alat dibuat sendiri, murah, dan mudah
dibawa
-
Indikator kesejahteraan dan kemakmuran
suatu bangsa
Kekurangan
-
TB tidak cepat naik
-
Diperlukan dua orang untuk melakukan
pengukuran, karena biasanya anak relatif sulit berdiri tegak
-
Katepatan umur sulit didapat
Indek BB/TB
BB memiliki hubungan linear dengan TB. Dalam keadaan normal perkembangan BB
searah dengan pertumbuhan TB dengan kecepatan tertentu.
Kelebihan
-
Tidak memerlukan data umur
-
Dapat membedakan proporsi badan (gemuk,
normal, kurus)
-
Dapat menjadi indikator status gizi saat
ini (current nutrition status)
Kekurangan
-
Karena faktor umur tidak dipertimbangkan,
maka tidak dapat memberikan gambaran pendek atau cukup TB atau kelebihan
TB/umur
-
Operasional: sulit melakukan pengukuran TB
pada balita
-
Pengukuran relatif lebih lama
-
Memerlukan dua orang untuk melakukannya
-
Sering terjadi kesalahan dalam pembacaan
hasil pengukuran, terutama bila dilakukan oleh kelompok non profesional
Indeks LILA/U
-
LILA berkolerasi dengan indeks BB/U maupun
BB/TB
-
Seperti BB, LILA merupakan parameter yang
labil karena daapt berubah-ubah cepat, karenanya baik untuk menilai status gizi
masa kini
-
Perkembangan LILA (Jellife, 1996), pada
tahun pertama kehidupan: 5,4 cm; pada umur 2-5 tahun: < 1,5 cm; kurang
sensitif untuk tahun berikutnya
-
Penggunaan LILA sebagai indikator status
gizi, di samping digunakan secara tunggal juga digunakan dalam bentuk kombinasi
dengan parameter lainnya seperti LILA/U dan LILA/TB
Kelebihan
-
Indikator yang baik untuk menilai KEP
berat
-
Alat ukur murah, mudah, sederhana, sangat
ringan, dapat dibuat sendiri, dan kader posyandu dapat melakukannya
-
Dapat digunakan oleh orang yang tidak bisa
baca tulis, dengan memberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi
Kekurangan
-
Hanya dapat mengidentifikasi anak dengan
KEP berat
-
Sulit menemukan ambang batas
-
Sulit untuk melihat pertumbuhan anak 2-5
tahun karena perubahan tidak nampak nyata
Indeks Massa Tubuh (IMT)
-
IMT digunakan berdasarkan rekomendasi
FAO/WHO/UNO tahun 1985, batasan BB normal orang dewasa ditentukan berdasarkan
Body Mass Index (BMI/IMT)
-
IMT merupakan alat yang sederhana untuk
memantau status gizi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas), khususnya yang
berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB
-
IMT tidak dapat diterapkan pada ibu hamil
dan olahragawan. Juga tidak dapat diterapkan pada keadaan khusus (penyakit)
seprti adema, asites, dan hepatomegali
-
IMT = BB (kg)/TB2 (cm)
-
Batas ambang IMT menurut FAO membedakan
antara laki-laki dan perempuan
-
Untuk menentuka kategori kurus tingkat
berat pada laki-laki dan perempuan juga ditentukan ambang batas
-
Di Indonesia, dimodifikasi berdasarkan
pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang
Penialian staus pertumbuhan balita
Berdasarkan empat indikator:
-
Panjang/tinggi badan menurut umur
-
Berat badan menurut umur
-
Berat badan menurut panjang/tinggi badan
-
Indeks massa tubuh (IMT) menurut umur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar