Senin, 04 Agustus 2014

Indeks Antropometri

Indeks antropometri merupakan rasio dari suatu pengukuran terhadap satu atau lebih pengukuran atau yang dihubungkan dengan umur. Beberapa indeks antropometri, antara lain:
1.  BB/U (berat badan berdasarkan umur)
2.  TB/U (tinggi badan berdasarkan umur)
3.  BB/TB (berat badan berdasarakan tinggi badan)
4.  LILA/U (lingkar lengan atas berdasarkan umur)
5.  Indeks Massa Tubuh (IMT)
6.  Tebal lemak bawah kulit berdasarkan umur
7.  Rasio lingkar pinggang dan pinggul

Indeks BB/U
Kelebihan
-       Lebih mudah dan cepat dimengerti oleh masyarakat
-       Baik mengukur status gizi akut dan kronis
-       Indikator suatu gizi kurang saat sekarang
-       Sensitif terhadap perubahan kecil
-       Monitoring pertumbuhan
-       Pengukuran yang berulang dapat mendeteksi growth failure karena infeksi atau KEP
-       Dapat mendeteksi kegemukan (overweight)
Kekurangan
-       Kadang umur secara akurat sulit didapat
-       Dapat menimbulkan interpretasi keliru bila terdapat adema atau asites
-       Memerlukan data umur yang akurat terutama untuk usia balita
-       Sering terjadi kesalahan dalam pengukuran, seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak saat ditimbang
-       Secara operasional hambatan sosial budaya >> tidak mau menimbang anak karena seperti barang dagangan

Indeks TB/U
Menurut Beaton (1973) indeks TB/U dapat memberikan status gizi masa lampau dan status sosial ekonomi
Kelebihan
-       Baik untuk menilai status gizi masa lampau
-       Alat dibuat sendiri, murah, dan mudah dibawa
-       Indikator kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa
Kekurangan
-       TB tidak cepat naik
-       Diperlukan dua orang untuk melakukan pengukuran, karena biasanya anak relatif sulit berdiri tegak
-       Katepatan umur sulit didapat

Indek BB/TB
BB memiliki hubungan linear dengan TB. Dalam keadaan normal perkembangan BB searah dengan pertumbuhan TB dengan kecepatan tertentu.
Kelebihan
-       Tidak memerlukan data umur
-       Dapat membedakan proporsi badan (gemuk, normal, kurus)
-       Dapat menjadi indikator status gizi saat ini (current nutrition status)
Kekurangan
-       Karena faktor umur tidak dipertimbangkan, maka tidak dapat memberikan gambaran pendek atau cukup TB atau kelebihan TB/umur
-       Operasional: sulit melakukan pengukuran TB pada balita
-       Pengukuran relatif lebih lama
-       Memerlukan dua orang untuk melakukannya
-       Sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukuran, terutama bila dilakukan oleh kelompok non profesional

Indeks LILA/U
-       LILA berkolerasi dengan indeks BB/U maupun BB/TB
-       Seperti BB, LILA merupakan parameter yang labil karena daapt berubah-ubah cepat, karenanya baik untuk menilai status gizi masa kini
-       Perkembangan LILA (Jellife, 1996), pada tahun pertama kehidupan: 5,4 cm; pada umur 2-5 tahun: < 1,5 cm; kurang sensitif untuk tahun berikutnya
-       Penggunaan LILA sebagai indikator status gizi, di samping digunakan secara tunggal juga digunakan dalam bentuk kombinasi dengan parameter lainnya seperti LILA/U dan LILA/TB
Kelebihan
-       Indikator yang baik untuk menilai KEP berat
-       Alat ukur murah, mudah, sederhana, sangat ringan, dapat dibuat sendiri, dan kader posyandu dapat melakukannya
-       Dapat digunakan oleh orang yang tidak bisa baca tulis, dengan memberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi
Kekurangan
-       Hanya dapat mengidentifikasi anak dengan KEP berat
-       Sulit menemukan ambang batas
-       Sulit untuk melihat pertumbuhan anak 2-5 tahun karena perubahan tidak nampak nyata

Indeks Massa Tubuh (IMT)
-       IMT digunakan berdasarkan rekomendasi FAO/WHO/UNO tahun 1985, batasan BB normal orang dewasa ditentukan berdasarkan Body Mass Index (BMI/IMT)
-       IMT merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas), khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB
-       IMT tidak dapat diterapkan pada ibu hamil dan olahragawan. Juga tidak dapat diterapkan pada keadaan khusus (penyakit) seprti adema, asites, dan hepatomegali
-       IMT = BB (kg)/TB2 (cm)
-       Batas ambang IMT menurut FAO membedakan antara laki-laki dan perempuan
-       Untuk menentuka kategori kurus tingkat berat pada laki-laki dan perempuan juga ditentukan ambang batas
-       Di Indonesia, dimodifikasi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang

Penialian staus pertumbuhan balita
Berdasarkan empat indikator:
-       Panjang/tinggi badan menurut umur
-       Berat badan menurut umur
-       Berat badan menurut panjang/tinggi badan

-       Indeks massa tubuh (IMT) menurut umur

Tidak ada komentar: