Senin, 04 Agustus 2014

Depresi

Salah satu bentuk stress yang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan adalah depresi. Depresi adalah salah satu bentuk gangguan pada alam perasaan (afektif, mood) yang ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna, putus asa, dll. Secara lengkap gambaran depresi adalah:
1.       Afek disforik yaitu perasaan murung, sedih, gairah hidup menurun, tiada semangat, dan merasa tidak berdaya
2.       Perasaan bersalah/berdosa, penyesalan
3.       Nafsu makan menurun
4.       Berat badan menurun
5.       Kosentrasi dan daya ingat menurun
6.       Gangguan tidur: insonmia (sukar/tidak dapat tidur) atau sebaliknya hipersonmia (terlalu banyak tidur). Hal ini sering kali disertai mimpi-mimpi yang tidak menyenangkan
7.       Agitasi atau retardasi psikomotor (gaduh gelisah/lemah tak berdaya)
8.       Hilangnya rasa senang, semngat, dan minat, tidak suka melakukan hobi, kreatifitas menurun
9.       Gangguan seksual
10.  Pikiran-pikiran tentang kematian, bunuh diri

Hubungan Stress dan Depresi
        Stress merupakan suatu kekuatan pendorong terjadinya depresi.
1.  Stress dapat mengacaukan nuerotransmitter otak (sistem kompleks para pesuruh kimia yang menjaga keseimbangan dan kesadaran otak). Dalam kondisi stress adrenalin mengeluarkan kelompok hormon, slaah satunya kortidol (untuk membantu kita menghadapi stress). Hal ini merupakan jasa darurat untuk jangka pendek saja. Akan tetapi dalam jangka panjang, hormon ini justru menghambat reseptor dan neurotransmitter lainnya: GABA (yang membantu kita tetap tenang), sehingga akan terjadi kekurangan GABA. Kondisi ini menyebabkan kecemasan yang parah/mengacaukan keseimbangan halus neurotransmitter (depresi).
2.  Stress yang berkepanjangan bisa mengahbiskan persediaan adrenalin, sehingga keadaan daruratnya menurun/kesiagaannya menghadapi stress turun. Sistem adrenalin ini membutuhkan waktu untuk pemulihan. Recoveri adrenalin banyak menghabiskan energi yang ada. Keadaan ini dinamakan depresi pasca adrenalin (mudah marah, tidak bersemangat).

3.  Stress berkepanjangan bisa menghabiskan kekuatan emosional dan mental untuk menangani tuntutan kehidupan. Daya tahan kita menjadi menurun, sehingga hal-hal kecil menimbulkan respon yang berlebihan.

Tidak ada komentar: