Salah
satu bentuk stress yang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan adalah depresi.
Depresi adalah salah satu bentuk gangguan pada alam perasaan (afektif, mood)
yang ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah hidup, perasaan
tidak berguna, putus asa, dll. Secara lengkap gambaran depresi adalah:
1.
Afek disforik yaitu perasaan murung, sedih, gairah hidup menurun,
tiada semangat, dan merasa tidak berdaya
2.
Perasaan bersalah/berdosa, penyesalan
3.
Nafsu makan menurun
4.
Berat badan menurun
5.
Kosentrasi dan daya ingat menurun
6.
Gangguan tidur: insonmia (sukar/tidak dapat tidur) atau sebaliknya
hipersonmia (terlalu banyak tidur). Hal ini sering kali disertai mimpi-mimpi
yang tidak menyenangkan
7.
Agitasi atau retardasi psikomotor (gaduh gelisah/lemah tak
berdaya)
8.
Hilangnya rasa senang, semngat, dan minat, tidak suka melakukan
hobi, kreatifitas menurun
9.
Gangguan seksual
10. Pikiran-pikiran tentang
kematian, bunuh diri
Hubungan Stress dan
Depresi
Stress merupakan suatu kekuatan
pendorong terjadinya depresi.
1. Stress dapat mengacaukan
nuerotransmitter otak (sistem kompleks para pesuruh kimia yang menjaga
keseimbangan dan kesadaran otak). Dalam kondisi stress adrenalin mengeluarkan
kelompok hormon, slaah satunya kortidol (untuk membantu kita menghadapi stress).
Hal ini merupakan jasa darurat untuk jangka pendek saja. Akan tetapi dalam
jangka panjang, hormon ini justru menghambat reseptor dan neurotransmitter
lainnya: GABA (yang membantu kita tetap tenang), sehingga akan terjadi
kekurangan GABA. Kondisi ini menyebabkan kecemasan yang parah/mengacaukan
keseimbangan halus neurotransmitter (depresi).
2. Stress yang
berkepanjangan bisa mengahbiskan persediaan adrenalin, sehingga keadaan
daruratnya menurun/kesiagaannya menghadapi stress turun. Sistem adrenalin ini
membutuhkan waktu untuk pemulihan. Recoveri adrenalin banyak menghabiskan
energi yang ada. Keadaan ini dinamakan depresi pasca adrenalin (mudah marah,
tidak bersemangat).
3. Stress berkepanjangan
bisa menghabiskan kekuatan emosional dan mental untuk menangani tuntutan
kehidupan. Daya tahan kita menjadi menurun, sehingga hal-hal kecil menimbulkan
respon yang berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar