Senin, 04 Agustus 2014

Parameter Antropometri

Berhubungan dengan beberapa macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkatan umur dan tingkatan gizi. Digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan energi protein yang terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seeprti lemak otot.

Syarat penggunaan antropometri
1.  Alat mudah didapat dan digunakan
2.  Pengukuran daapt dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif
3.  Pengukuran tidak harus selalu oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga lain setelah mendapatkan pelatihan
4.  Biaya relatif murah
5.  Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki cut off point dan baku rujukan yang sudah pasti
6.  Secara ilmiah diakui kebenarannya

Keunggulan antropometri
1.  Prosedur sederhana, aman, dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar
2.  Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli
3.  Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan, dan dibuat di daerah setempat
4.  Metode ini tepat dan akurat karena dapat dibakukan
5.  Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau
6.  Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang, dan baik karena sudah ada ambang batas yang jelas
7.  Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu atau dari satu generasi ke generasi berikutnya
8.  Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

Kelemahan antropometri
1.  Tidak sensitif: tidak dapat dideteksi status gizi dalam waktu singkat, tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu. Misal Fe dan Zn
2.  Faktor di luar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri
3.  Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran
4.  Kesalahan terjadi karena: pengukuran, perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan), analisis, dan asumsi yang keliru
5.  Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak cukup, kesalahan alat, dan kesulitan pengukuran

Parameter antropometri, digunakan sebagai indikator status gizi. Antropometri dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia.

Jenis parameter antropometri
a.   Umur
Faktor umur sangat penting dalam penentuan stauts gizi. Kesalahan penentuan umur mengakibatkan lebih besar kesalahan interpretasi status gizi. Batasan umur yang digunakan berdasarkan Puslitbang Gizi Bogor (1980).
Langkah-langkah penghitungan umur anak:
1.  Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, dan tahun. Misalnya: 14-12-2006
2.  Tulis tanggal kunjungan. Misalnya: 28-08-2008
3.  Hitung umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir. Misalnya:
Tanggal kunjungan                          28 08 2008
Tanggal lahir                         14  12 2006
14  04      2 = 2 tahun 4 bulan 14 hari
4.  Jadi umur anak dibulatkan menjadi 24 bulan + 4 bulan = 28 bulan

Untuk melengkapi data umur dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
1.  Meminta surat kelahiran, kartu keluarga atau catatan lain yang dibuat oleh orang tuanya. Jika tidak ada, bila memungkinkan catatan pamong desa.
2.  Jika diketahui kalender lokal seperti bulan Arab atau bulan lokal (Sunda, Jawa, dll) kemudian cocokkan dengan kalender nasional.
3.  Jika tetap tidak ingat, dapat berdasarkan daay ingat orang tua atau berdasarkan kejadian penting (lebaran, tahun baru, puasa, pemilihan kepala desa, pemilu, banjir, gunung meletus, dll).
4.  Membandingkan anak yang belum  diketahuinya dengan anak kerabat/tetangga yang diketahui pasti tanggal lahirnya.
5.  Jika hanya bulan dan tahunnya yang diketahui sedang tanggal tidak diketahui, maka ditentukan tanggal 15

b.  Berat badan
1.  Merupakan ukuran antropometri terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus).
2.  Digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR.
3.  Pada masa bayi - balita berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis (dehidrasi, edema, atau adanya tumor). Dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat atau makanan.
4.  Menggambarkan jumlah protein, lemak, air, dan mineral pada tulang
5.  Pada remaja lemak cenderung meningkat dan protein otot menurun
6.  Pada penderita edema terjadi penambahan cairan dalam tubuh
7.  Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi.

Alasan mengapa pengukuran berat badan merupakan pilihan utama:
-       Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat karena perubahan konsumsi makanan dan kesehatan
-       Memberikan gambaran status gizi sekarang. Jika dilakukan periodik memberikan gambaran pertumbuhan
-       Umum dan luas dipakai di Indonesia
-       Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh keterampilan pengukur
-       Digunakan dalam KMS
-       BB/TB merupakan indeks yang tidak tergantung umur
-       Alat ukur dapat diperoleh di pedesaan dengan ketelitian tinggi (dacin untuk balita)
-       Alat ukur anak-anak dan dewasa disebut detecto

c.   Tinggi badan
-       Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal
-       Pada keadaan normal, TB tumbuh seiring dengan pertambahan umur
-       Pertumbuhan TB tidak seperti BB, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap TB akan nampak dalam waktu relatif yang lama
-       Merupakan parameter paling penting untuk menggambarkan status gizi yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat
-       Merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan BB terhadap TB (quac stick) faktor umur dapat dikesampingkan
-       Alat ukur à infantometer: mengukur PB untuk bayi atau anak kurang dari 2 tahun; microtoise: mengukur TB untuk anak yang sudah dapat berdiri ≥ 2 tahun

d.  Lingkar lengan atas
-       Merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena murah, mudah, dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh
-       Memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit
-       LILA mencerminkan cadangan energi, sehingga dapat mencerminkan status KEP pada balitan dan KEK pada ibu WUS dan ibu hamil
-       Alat berupa suatu pita pengukur dari fiber glass atau sejenis kertas tertentu berlapis plastik
-       Ambang batas (cut off points) à LILA WUS dengan resiko KEK di Indonesia < 23,5 cm; pada bayi 0-30 hari ≥ 9,5 cm; balita dengan KEP < 12,5 cm

Kelemahan:
-       Baku LILA yang sekarang dipergunakan belum mendapat pengujian yang memadai untuk digunakan di Indonesia
-       Kesalahan pengukuran relatif lebih besar dibanding pada TB
-       Sensitif untuk suatu golongan tertentu (prasekolah), tetapi kurang sensitif untuk golongan dewasa

e.   Lingkar kepala
Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala.
Contoh: hidrosefalus dan microsefalus
-       Lingkar kepala dihubungkan dengan ukuranotak dan tulang tengkorak
-       Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi
-       Bagaimanapun ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai dengan keadaan gizi
-       Dalam antropometri gizi rasio LIKA dan LIDA cukup berarti dan menentukan KEP pada anak. LIKA juga digunakan sebagia informasi tambahan dalam pengukuran umur

f.    Lingkar dada
-       Biasanya digunakan pada anak umur 2-3 tahun, karena pertumbuhan lingkar dada pesat sampai anak berumur 3 tahun
-       Rasio lingkar kepala dan dada dapat digunakan sebagai indikator KEP pada balita
-       Pada umur 6 bulan lingkar dada dan kepala sama. Setelah umur ini lingkar kepala tumbuh lebih lambat daripada lingkar dada
-       Pada anak yang KEP terjadi pertumbuhan lingkar dada yang lambat à rasio lingkar dada dan kepala < 1

g.   Jaringan lunak
-       Otot dan lemak merupakan jaringan lunak yang bervariasi
-       Antropometri dapat dilakukan pada jaringan tersebut untuk menilai status gizi di masyarakat
-       Lemak subkutan (subcutaneous fat). Penilaian komposisi tubuh termasuk untuk mendapatkan informasi mengenai jumlah dan distribusi lemak dapat dilakukan dengan beberapa metode, dari yang paling sulit hingga yang paling mudah
Metode yang digunakan untuk menilai komposisi tubuh (jumlahdan distribusi lemak sub kutan):
1.  Ultrasonik
2.  Densitometri (melalui penempatan air pada densitometri atau underwater weighting)
3.  Teknik Isotop Dilution
4.  Metode Radiological
5.  Total Electrical Body Conduction (TOBEC)
6.  Antropometri (pengukuran berbagai tebal lemak menggunakan caliper)

h.  Tinggi lutut
-       Tinggi lutut erat kaitannya dengan tinggi badan, sehingga data tinggi badan didapatkan dari tinggi lutut bagi orang yang tidak dapat berdiri atau lansia
-       Pada lansia digunakan tinggi lutut karena pada lansia terjadi penurunan massa tulang >> bungkuk >> sukar untuk mendapatkan data tinggi badan akurat

i.     Tebal lemak bawah kulit
Pengukuran lemak tubuh melalui pengukuran ketebalan lemak bawah kulit (skinfold) dilakukan pada beberapa bagian tubuh:
1.  Lengan atas (tricep dan bicep)
2.  Lengan bawah (forearm)
3.  Tulang belikat (subscapular)
4.  Di tengah garis ketiak (midaxillary)
5.  Sisi dada (pectoral)
6.  Perut (abdominal)
7.  Suprailiaka, paha, tempurung lutut (suprapatellar)
8.  Pertengahan tungkai bawah (medical calv)

-       Lemak dapat diukur secara absolut (dalam kg) dan secara relatif (%) terhadap berat tubuh total
-       Jumlah lemak tubuh sangat bervariasi ditentukan oleh jenis kelamin dan umur
-       Lemak bawah kulit pria 3,1 kg dan wanita 5,1 kg

Rasio lingkar pinggang-pinggul
-       Banyaknya lemak dalam perut menunjukkan ada beberapa perubahan metabolisme dan meningkatnya produk asam lemak bebas dibandingkan dengan banyaknya lemak bawah kulit pada kaki dan tangan
-       Perubahan metabolisme memberikan gambaran tentang pemeriksaan penyakit yang berhubungan dengan perbedaan distribusi lemak tubuh. Ukuran yang digunakan adalah rasio lingkar pinggang-pinggul
-       Pengukuran lingkar pinggang dan pinggul harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan posisi pengukuran harus tepat karena perbedaan posisi pengukuran memberikan hasil yang berbeda
-       Rasio lingkar pinggang-pinggul untuk perempuan 0,77 dan laki-laki 0,90 (Seidell dkk, 1980)
-       Suatu studi prospektif menunjukkan rasio pinggang-pinggul berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler
-       Rasio lingkar pinggang dan pinggul penderita penyakit kardiovaskuler dengan orang sehat 0,938 dan 0, 925

Kontrol kualitas data antropometri
-       Dilakukan sesuia dengan standarprosedur pengumpulan data antropometri
-       Standar prosedur bertujuan untuk membantu para peneliti untuk mengetahui cara membandingkan presisi pengukuran terpisah yang dilakukan secara berulang terhadap subjek yang sama, tingkat presisi dan akurasi petugas, dan penyebab kesalahan pengukuran
-       Presisi: kemampuan mengukur subjek yang sama secara berulang-ulang dengan kesalahan yang minimum
-       Akurasi: kemampuan untuk mendapatkan hasil yang sedekat mungkin dengan penyelia (supervisor)

Kesalahan dalam pengukuran antropometri
-       Kesalahan pengukuran
-       Kesalahan alat
-       Kesalahan tenaga yang mengukur

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kesalahan pengukuran
-       Memilih alat ukur yang sesuai
-       Membuat aturan pelaksanaan pengukuran
-       Pelatihan petugas
-       Penerapan alat ukur secara berkala

-       Pengukuran silang antar observer dan pengawasan (uji petik)

Tidak ada komentar: