Minggu, 03 Agustus 2014

Perancangan/Aplikasi Tenaga Kerja

A. Perancangan Tempat Kerja
        Perancangan tempat kerja pada dasarnya merupakan suatu aplikasi data anthropometri, tetapi masih memerlukan dimensi fungsional yang tidak terdapat pada data statis. Dimensi-dimensi tersebut lebih baik diperoleh dengan cara pengukuran langsung dari pada data statis.
        Misalnya; gerakan menjangkau, mengambil sesuatu, menoperasikan suatu alat adalah suatu hal yang sukar didefinisikan. Ada dua aspek penting dalam perancangan tempat kerja yaitu :
1.  Daerah kerja horizontal pada sebuah bangku
2.  Ketinggiannya dari atas lantai

B. Daerah Kerja Horizontal
      Batasan diperlukan batasan-batasan dari suatu daerah kerja horizontal untuk memastikan bahwa material atau alat kontrol tidak dapat ditempatkan begitu saja diluar jangkauan tangan. Batasan-batasan jangkauan vertikal harus diterapkan untuk kasus, seperti, misalnya: papan kontrol, tetapi umumnya seluruh benda kerja dan peralatan lainnya disusun pada permukaan horizontal.
        Batasan untuk jarak menjangkau semakin meningkat jika operator mengendalikan bberapa macam gerakan tubuh, misalnya: operator duduk yang menghindari gangguan keseimbangan pada saat menjangkau. Bahkan jika berdiri, jangkauan kedepan dibatasi oleh pinggiran bangku, hal ini akan mengganggu keadaan badan dan menimbulkan tekanan pada punggung.
        Daerah normal, lengan bawah yang berputar pada bidang horizontal dengan siku tetap. Daerah maksimum, lengan direntangkan keluar dan diputar sekitar bahu. Jelasnya, kerja seharusnya dibatasi sampai dengan wilayah kerja normal, jika mungkin hindarkan kebutuhan untuk menaikkan lengan sebisa mungkin.
        Lay-out dalam daerah kerja, untuk menjaga agar pekerjaan tetap berada dalam wilayah kerja yang normal, maka tidaklah cukup dengan mengoptimasi lay-out tempat kerja. Lay-out tersebut seharusnya juga menghasilkan posisi anatomi alami yang baik.

C. Dasar Umum Kegiatan Fisik
        Suatu kegiatan fisik dengan menggunakan energi yang cukup besar harus diorganisasi dalam gerakan-gerakannya, agar otot-otot dimanfaatkan dengan tenaga sebesar mungkin. Dengan demikian otot-otot bekerja dengan efisiensi setinggi-tingginya dan dengan keterampilan yang optimal.
        Otot berkontraksi dengan tenaga terbesar pada saat otot pada sisi panjangnya semula dan pada saat kontraksi baru mulai. Dalam banyak peristiwa, tenaga akan menjadi paling besar jika sebanyak-banyaknya otot berkontraksi.
        Sikap tubuh atau anggota tubuh yang bertalian dengan pengendalian tenaga yang paling kuat  bagi gerakan-gerakan tertentu adalah:
-       Rotasi (perputaran) tangan kearah dalam paling kuat jika dimulai dengan telapak tangan berada pada keadaan rotasi keluar secara penuh (supinasi penuh).
-       Rotasi tangan kearah luar paling kuat jika dimulai dengan telapak tangan berada pada keadaan rotasi kedalam secara penuh (pronasi penuh).
-       Ekstensi siku (perentangan lengan terhadap siku) paling kuat jika dimulai pada posisi fleksi penuh.
-       Fleksi siku (dengan tangan terbuka) terkuat pada sudut 90 derajat (efek pengungkit).

        Pada pekerjaan mendorong denga tangan sambil duduk, kekuatan terbesar didapat pada keadaan siku bersudut 150 – 160 derajat dan dengan pegangan tangan pada jarak kira-kira 66 cm dari dataran sandaran pinggang.
-       Sambil duduk, kekuatan mendorong lebih besar daripada menarik, apabila sandaran pinggang dan injakan kaki disediakan dengan memadai.
-       Kekuatan menarik terbesar didapat dengan lengan pada keadaan ekstensi dan pegangan tangan diantara 18-23 cm diatas dataran duduk.
-       Secara ungkitan, tenga terbesar dalam posisi duduk diperoleh jika pegangan tangan berada pada ketinggian diantara bahu dan siku, sedangkan posisi berdiri pegangan harus setinggi bahu.
-       Pada posisi berdiri, kekuatan lebih besar pada menarik ke belakang daripada mendorong ke depan, gerakan-gerakan kedepan lebih kuat pada kegiatan menarik.
-       Sambil duduk, kekuatan terhadap pedal terbesar didapat pada fleksi lutut 160 derajat dan fleksi sendi kaki 120 derajat.
-       Sikap istirahat terbesar diperoleh dengan fleksi lutut 105-135 derajat

Kerja otot statis harus dihindari, kerja otot statis sangat melelahkan, dari itu, kerja otot statis harus dihindari atau sekurang-kurangnya ditekan menjadi sekecil mungkin.

D. Ketinggian Bangku/Kursi
        Ada dua macam dasar untuk menentukan ketinggian permukaan kerja yaitu:
1.  Bangku atau mesin yang tepat untuk bekerja sambil berdiri (walaupun duduk dan berdiri bergantian adalah suatu hal yang mungkin dan diikuti dengan tersedianya kursi yang sesuai)
2.  Bangku atau kursi yang disesuaikan hanya untuk pekerjaan sambil duduk

        Prinsip-prinsip yang diterapkan dalam perancangan untuk ketinggian dua jenis permukaan kerja, yaitu:
-       Hindari beban otot yang terlalu berat yang disebabkan oleh lengan atas yang disampingkan terlalu tinggi (abduksi) dalam pekerjaan keyboard, pergeseran lengan atas yang sering terjadi akan menyebabkan timbulnya keharusan untuk deviasi ulnar yaitu penyimpangan pergelangan tangan kearah kelingking.
-       Hindari posisi membungkuk secara terus menerus jika permukaan tempat kerja terlalu rendah
-       Hindari tekanan tajam pada sisi lengan dengan bagian bawah dari pinggiran bangku, jika permukaan tempat kerja terlalu tinggi.
-       Hindari posisi membungkuk secara terus menerus jika permukaan tempat kerja terlalu rendah.

        Bangku-bangku untuk pekerjaan sambil berdiri, operator seharusnya bekerja dalam posisi berdiri tegak, dengan lengan atas dalam posisi santai dan dalam posisi vertikal yang dekat dengan meja, dan lengan bawah inklinasi (dimiringkan sedikit) dari kedudukan horizontal.
        Pembuatan bangku dan meja kerja yang buruk atau mesin sering adalah, penyebab kerja otot statis dan posisi tubuh yang tidak alamiah. Maka patut diperhatikan petunjuk-petunjuk untuk pembuatan bangku dan meja kerja sbb:
o  Tinggi area kerja (tinggi pekerjaan dilakukan atau meja kerja) harus sedemikian sehingga pekerjaan dapat dilihat dengan mudah (jarak lihat optimal) dengan sikap duduk yang enak
o  Pegangan, handel, peralatan dan alat-alat pembantu kerja lainnya harus ditempatkan sedemikian pada meja atau bangku kerja, agar gerakan-gerakan yang paling sering dilakukan dengan posisi tangan dekat ke tubuh dan dengan siku dalam keadaan fleksi. Tenaga dan kemampuan terbesar bagi tangan terdapat ketika tangan bergerak 23 – 28 cm dari mata pada keadaan siku membentuk sudut 90⁰ dan berada dekat tubuh.
o  Kerja otot statis dapat dihilangkan atau sangat berkurang dengan pemberian penunjang siku, lengan bagian bawah atau tangan. Topangan-topangan tersebut harus diberi bahan lembut dan dapat distel, sehingga sesuai bagi pemakainya.

E. Interaksi Antara Tugas Kerja dan Individu Pekerja
Tugas kerja adalah sejumlah aktivitas yang dibebankan pada pekerja guna tercapainya penyelesaian tujuan fungsional khusus dari keseluruhan sistem kerja.
Setiap tugas kerja terdiri dari sederetan elemen pekerjaan, misalnya; pekerjaan yang menggunakan ketrampilan tangan, dimulai dari pekerjaan memantau objek kerja (melihat dengan mata atau meraba denga tangan) menyeleksi  (memisahkan objek kerja dari kelompoknya yang lain) dan merencanakan (suatu proses mental sebelum dilakukan gerakan) sangat bergantung pada kemampuan aktivitas kognitif dan fisik masing-masing pekerja.
Analisis tugas adalah perbandingan antara tuntutan kerja dengan kemampuan pekerja serta sumber sistem kerja. Untuk tercapainya kinerja yang optimal dari seseorang individu, harus dilakukan hal-hal sebagai berikut:
-       Pada pekerjaan denganaktivitas mengangkat beban, dibutuhkan upaya untuk mengurangi berat beban yang diangkat, jarak pemindahan barang, gerakan membungkuk, memutar badan, jangkauan yang jauh, penggunaan peralatan mekanik dalam mengangkat beban dll.
-       Pada pekerjaan pergerakan tangan berulang, dibutuhkan upaya untuk mengurangi kecepatan proses kerja, modifikasi alat bantu kerja, penyesuaian tinggi meja kerja dll.
-       Pekerjaan tertentu membutuhkan posisi tubuh dan ekremitas yang tepat; jangan bekerja dengan posisi tangan yang janggal, tetapi pertahankan dalam posisi yang lurus. Posisi pergelangan tangan yang tidak lurus misalnya : deviasi ulnar, deviasi radial yang mengakibatkan rasa cepat lelah dan gangguan kesehatan lainnya.
-       Optimalkan konfigurasi tulang belulang, seorang pekerja yang duduk terlalu jauh dari bangku kerjanya akan merasakan rasa nyeri disekitar sendi siku pada waktu memutar obeng.
-       Kurangi gerakan kepala yang berlebihan, objek yang terletak diluar lapangan penglihatan binokuler, mengakibatkan kepala harus banyak bergerak untuk mengatasi situasi tersebut. Dengan menata posisi pekerja yang tepat atau penyesuaian bangku kerja dapat mengatasi masalah ini.

F. Interaksi Antara Desain Mesin dan Individu Pekerja
        Pelaksanaan tugas secara manual oleh pekerja umumnya sangat melelahkan dan kurang produktif, maka penggunaan mesin ditempat kerja sangat membantu kelancaran, kecepatan dan efisiensi pekerjaan. Akan tetapi tidak semua mesin dapat digantikan oleh mesin, karena mesin juga memiliki banyak keterbatasan dibandingkan dengan manusia.  
        Tugas-tugas yang membutuhkan pertimbangan yang matang, atau tugas yang membutuhkan integrasi berbagai informasi, hanya dapat dilakukan oleh manusia. Penggunaan mesin akan lebih baik pada tugas-tugas rutin, karena tugas dapat diselesaikan lebih cepat, tepat dan konsisten.
        Desain mesin yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
-       Tampilan dan tombol-tombol pengatur harus berguna, mudah dimengerti, mudah dilihat dan mudah dibaca.
-       Memiliki tanda bahaya/alarm yang mudah menarik perhatian.
-       Dapat dikunci, sehingga tidak semua orang dapat menghidupkan mesin.

-       Memiliki sistem “failsafe” sehingga mesin tersebut akan berhenti sendiri bila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja dalam mengoperasikan mesin.

Tidak ada komentar: