A. Perancangan Tempat Kerja
Perancangan tempat kerja pada
dasarnya merupakan suatu aplikasi data anthropometri, tetapi masih memerlukan
dimensi fungsional yang tidak terdapat pada data statis. Dimensi-dimensi
tersebut lebih baik diperoleh dengan cara pengukuran langsung dari pada data
statis.
Misalnya; gerakan
menjangkau, mengambil sesuatu, menoperasikan suatu alat adalah suatu hal yang
sukar didefinisikan. Ada dua aspek penting dalam perancangan tempat kerja yaitu
:
1.
Daerah kerja horizontal pada sebuah bangku
2.
Ketinggiannya dari atas lantai
B. Daerah Kerja Horizontal
Batasan diperlukan
batasan-batasan dari suatu daerah kerja horizontal untuk memastikan bahwa
material atau alat kontrol tidak dapat ditempatkan begitu saja diluar jangkauan
tangan. Batasan-batasan jangkauan vertikal harus diterapkan untuk kasus,
seperti, misalnya: papan kontrol, tetapi umumnya seluruh benda kerja dan
peralatan lainnya disusun pada permukaan horizontal.
Batasan untuk jarak menjangkau
semakin meningkat jika operator mengendalikan bberapa macam gerakan tubuh,
misalnya: operator duduk yang menghindari gangguan keseimbangan pada saat
menjangkau. Bahkan jika berdiri, jangkauan kedepan dibatasi oleh pinggiran
bangku, hal ini akan mengganggu keadaan badan dan menimbulkan tekanan pada
punggung.
Daerah normal, lengan bawah yang
berputar pada bidang horizontal dengan siku tetap. Daerah maksimum, lengan
direntangkan keluar dan diputar sekitar bahu. Jelasnya, kerja seharusnya
dibatasi sampai dengan wilayah kerja normal, jika mungkin hindarkan kebutuhan
untuk menaikkan lengan sebisa mungkin.
Lay-out dalam daerah kerja, untuk
menjaga agar pekerjaan tetap berada dalam wilayah kerja yang normal, maka
tidaklah cukup dengan mengoptimasi lay-out tempat kerja. Lay-out tersebut
seharusnya juga menghasilkan posisi anatomi alami yang baik.
C. Dasar Umum Kegiatan Fisik
Suatu kegiatan fisik dengan
menggunakan energi yang cukup besar harus diorganisasi dalam
gerakan-gerakannya, agar otot-otot dimanfaatkan dengan tenaga sebesar mungkin.
Dengan demikian otot-otot bekerja dengan efisiensi setinggi-tingginya dan
dengan keterampilan yang optimal.
Otot berkontraksi dengan tenaga
terbesar pada saat otot pada sisi panjangnya semula dan pada saat kontraksi
baru mulai. Dalam banyak peristiwa, tenaga akan menjadi paling besar jika
sebanyak-banyaknya otot berkontraksi.
Sikap tubuh atau anggota tubuh
yang bertalian dengan pengendalian tenaga yang paling kuat bagi
gerakan-gerakan tertentu adalah:
-
Rotasi (perputaran) tangan kearah dalam
paling kuat jika dimulai dengan telapak tangan berada pada keadaan rotasi
keluar secara penuh (supinasi penuh).
-
Rotasi tangan kearah luar paling kuat jika
dimulai dengan telapak tangan berada pada keadaan rotasi kedalam secara penuh
(pronasi penuh).
-
Ekstensi siku (perentangan lengan terhadap
siku) paling kuat jika dimulai pada posisi fleksi penuh.
-
Fleksi siku (dengan tangan terbuka)
terkuat pada sudut 90 derajat (efek pengungkit).
Pada pekerjaan mendorong denga
tangan sambil duduk, kekuatan terbesar didapat pada keadaan siku bersudut 150 –
160 derajat dan dengan pegangan tangan pada jarak kira-kira 66 cm
dari dataran sandaran pinggang.
-
Sambil duduk, kekuatan mendorong lebih
besar daripada menarik, apabila sandaran pinggang dan injakan kaki disediakan
dengan memadai.
-
Kekuatan menarik terbesar didapat dengan
lengan pada keadaan ekstensi dan pegangan tangan diantara 18-23 cm diatas
dataran duduk.
-
Secara ungkitan, tenga terbesar dalam
posisi duduk diperoleh jika pegangan tangan berada pada ketinggian diantara
bahu dan siku, sedangkan posisi berdiri pegangan harus setinggi bahu.
-
Pada posisi berdiri, kekuatan lebih besar
pada menarik ke belakang daripada mendorong ke depan, gerakan-gerakan kedepan
lebih kuat pada kegiatan menarik.
-
Sambil duduk, kekuatan terhadap pedal
terbesar didapat pada fleksi lutut 160 derajat dan fleksi sendi kaki
120 derajat.
-
Sikap istirahat terbesar diperoleh dengan
fleksi lutut 105-135 derajat
Kerja otot statis harus dihindari, kerja otot statis sangat melelahkan,
dari itu, kerja otot statis harus dihindari atau sekurang-kurangnya ditekan
menjadi sekecil mungkin.
D. Ketinggian Bangku/Kursi
Ada dua macam dasar untuk
menentukan ketinggian permukaan kerja yaitu:
1.
Bangku atau mesin yang tepat untuk bekerja
sambil berdiri (walaupun duduk dan berdiri bergantian adalah suatu hal yang
mungkin dan diikuti dengan tersedianya kursi yang sesuai)
2.
Bangku atau kursi yang disesuaikan hanya
untuk pekerjaan sambil duduk
Prinsip-prinsip yang diterapkan
dalam perancangan untuk ketinggian dua jenis permukaan kerja, yaitu:
-
Hindari beban otot yang terlalu berat yang
disebabkan oleh lengan atas yang disampingkan terlalu tinggi (abduksi) dalam
pekerjaan keyboard, pergeseran lengan atas yang sering terjadi akan menyebabkan
timbulnya keharusan untuk deviasi ulnar yaitu penyimpangan pergelangan tangan
kearah kelingking.
-
Hindari posisi membungkuk secara terus
menerus jika permukaan tempat kerja terlalu rendah
-
Hindari tekanan tajam pada sisi lengan
dengan bagian bawah dari pinggiran bangku, jika permukaan tempat kerja terlalu
tinggi.
-
Hindari posisi membungkuk secara terus
menerus jika permukaan tempat kerja terlalu rendah.
Bangku-bangku untuk pekerjaan
sambil berdiri, operator seharusnya bekerja dalam posisi berdiri tegak, dengan
lengan atas dalam posisi santai dan dalam posisi vertikal yang dekat dengan
meja, dan lengan bawah inklinasi (dimiringkan sedikit) dari kedudukan
horizontal.
Pembuatan bangku dan meja kerja
yang buruk atau mesin sering adalah, penyebab kerja otot statis dan posisi
tubuh yang tidak alamiah. Maka patut diperhatikan petunjuk-petunjuk untuk
pembuatan bangku dan meja kerja sbb:
o Tinggi area kerja (tinggi pekerjaan dilakukan atau meja kerja) harus
sedemikian sehingga pekerjaan dapat dilihat dengan mudah (jarak lihat optimal)
dengan sikap duduk yang enak
o Pegangan, handel, peralatan dan alat-alat pembantu kerja lainnya harus
ditempatkan sedemikian pada meja atau bangku kerja, agar gerakan-gerakan yang
paling sering dilakukan dengan posisi tangan dekat ke tubuh dan dengan siku
dalam keadaan fleksi. Tenaga dan kemampuan terbesar bagi tangan terdapat ketika
tangan bergerak 23 – 28 cm dari mata pada keadaan siku membentuk sudut 90⁰ dan berada dekat
tubuh.
o Kerja otot statis dapat dihilangkan atau sangat berkurang dengan pemberian
penunjang siku, lengan bagian bawah atau tangan. Topangan-topangan tersebut
harus diberi bahan lembut dan dapat distel, sehingga sesuai bagi pemakainya.
E. Interaksi Antara Tugas Kerja dan
Individu Pekerja
Tugas kerja adalah sejumlah aktivitas yang dibebankan pada pekerja guna
tercapainya penyelesaian tujuan fungsional khusus dari keseluruhan sistem
kerja.
Setiap tugas kerja terdiri dari sederetan elemen pekerjaan, misalnya;
pekerjaan yang menggunakan ketrampilan tangan, dimulai dari pekerjaan memantau
objek kerja (melihat dengan mata atau meraba denga tangan) menyeleksi
(memisahkan objek kerja dari kelompoknya yang lain) dan merencanakan (suatu
proses mental sebelum dilakukan gerakan) sangat bergantung pada kemampuan
aktivitas kognitif dan fisik masing-masing pekerja.
Analisis tugas adalah perbandingan antara tuntutan kerja dengan
kemampuan pekerja serta sumber sistem kerja. Untuk tercapainya kinerja yang
optimal dari seseorang individu, harus dilakukan hal-hal sebagai berikut:
-
Pada pekerjaan denganaktivitas mengangkat
beban, dibutuhkan upaya untuk mengurangi berat beban yang diangkat, jarak
pemindahan barang, gerakan membungkuk, memutar badan, jangkauan yang jauh,
penggunaan peralatan mekanik dalam mengangkat beban dll.
-
Pada pekerjaan pergerakan tangan berulang,
dibutuhkan upaya untuk mengurangi kecepatan proses kerja, modifikasi alat bantu
kerja, penyesuaian tinggi meja kerja dll.
-
Pekerjaan tertentu membutuhkan posisi
tubuh dan ekremitas yang tepat; jangan bekerja dengan posisi tangan yang
janggal, tetapi pertahankan dalam posisi yang lurus. Posisi pergelangan tangan
yang tidak lurus misalnya : deviasi ulnar, deviasi radial yang mengakibatkan
rasa cepat lelah dan gangguan kesehatan lainnya.
-
Optimalkan konfigurasi tulang belulang,
seorang pekerja yang duduk terlalu jauh dari bangku kerjanya akan merasakan
rasa nyeri disekitar sendi siku pada waktu memutar obeng.
-
Kurangi gerakan kepala yang berlebihan,
objek yang terletak diluar lapangan penglihatan binokuler, mengakibatkan kepala
harus banyak bergerak untuk mengatasi situasi tersebut. Dengan menata posisi
pekerja yang tepat atau penyesuaian bangku kerja dapat mengatasi masalah ini.
F. Interaksi Antara Desain Mesin dan
Individu Pekerja
Pelaksanaan tugas secara manual
oleh pekerja umumnya sangat melelahkan dan kurang produktif, maka penggunaan
mesin ditempat kerja sangat membantu kelancaran, kecepatan dan efisiensi
pekerjaan. Akan tetapi tidak semua mesin dapat digantikan oleh mesin, karena
mesin juga memiliki banyak keterbatasan dibandingkan dengan manusia.
Tugas-tugas yang membutuhkan
pertimbangan yang matang, atau tugas yang membutuhkan integrasi berbagai
informasi, hanya dapat dilakukan oleh manusia. Penggunaan mesin akan lebih baik
pada tugas-tugas rutin, karena tugas dapat diselesaikan lebih cepat, tepat dan
konsisten.
Desain mesin yang baik harus
memenuhi prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
-
Tampilan dan tombol-tombol pengatur harus
berguna, mudah dimengerti, mudah dilihat dan mudah dibaca.
-
Memiliki tanda bahaya/alarm yang mudah
menarik perhatian.
-
Dapat dikunci, sehingga tidak semua orang
dapat menghidupkan mesin.
-
Memiliki sistem “failsafe” sehingga mesin
tersebut akan berhenti sendiri bila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh
pekerja dalam mengoperasikan mesin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar