Senin, 04 Agustus 2014

Motivasi

Banyak studi tentang motivasi dan tingkah laku untuk mendapatkan jawaban-jawaban terhadap persoalan yang kompleks mengenai penilaian manusia. Tingkah laku pada dasarnya berorientasi pada tujuan (goal oriented). Tingkah laku ini biasanya dimotivasi oleh keinginan untuk mencapai suatu tujuan. Memang kadang-kadang tujuan itu disadari/tidak disadari sama sekali. Orang-orang tidak selalu sadar akan sesuatu yang mereka inginkan dan dengan demikian sebagian besar dari tingkah laku mereka dipengaruhi oleh motif-motif/kebutuhan-kebutuhan dasar.
Motivasi adalah kemampuan untuk mengerjakan/berbuat sesuatu. Motivasi tergantung pada kekuatan motif. Motif-motif merupakan sebab-sebab dari tingkah laku. Motif-motif ini timbul dan menguasai aktivitas serta menetukan arah yang umum dari tingkah laku individu. Kesimpulannya adalah motif/kebutuhan (need) adalah dorongan utama dari tindakan.
Motif-motif yang dimiliki oleh seseorang sangat banyak. Kebutuhan-kebutuhan yang terpuaskan/terpenuhi berkurang kekuatannya dan biasanya tidak menggerakkan/memotivasi individu-individu untuk mencari tujuan-tujuan guna memuaskan/memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu lagi, demikian sebaliknya.
Teori kebutuhan menurut Maslow adalah motivasi manusia senantiasa menggerakkan kepada pemenuhan akan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat sebagai berikut:
1.  Pemenuhan kebutuhan fisiologis (jasmaniah)
2.  Pemenuhan kebutuhan security (keamanan) atau perlindungan
3.  Pemenuhan kebutuhan hidup kemasyarakatan (sosial)
4.  Pemenuhan kebuhan akan pengakuan
5.  Pemenuhan kebutuhan akan kepuasan
6.  Apabila motif dan kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas tidak dapat penyaluran dan pemuasan dengan baik, maka individu akan mengalami frustasi atau ketegangan-ketegangan psikologis, oleh karenanya dalam proses belajar dan mengajar perlu memperhatikan motif-motif pokok individu itu, baik dalam pemilihan metode maupun materi pelajaran.

Sejalan dengan teori kebutuhan dari Maslow, maka David C. Mc Clelland mengemukakan juga teori tentang virusmental, bahwa dalam setiap kehidupan psikologi manusia, baik secra individual maupun kelompok terdapat suatu daya kekuatan mental yang mampu mendorong ke arah suatu aktivitas kehidupan yang luar biasa hebatnya sehingga dengan daya tersebut dapat mencapai kemajuan dan hasil yang gemilang. Daya pendorong tersebut disebut virus mental atau Mc. Clelland menyebut pula n. Ach yaitu suatu kependekkan dari need for achievement yang artinya kebutuhan untuk memperoleh prestasi dan hasil yang gemilang.
Need for achievement itu terdapat dalam mental manusia untuk melakukan atau mengusahakan sesuatu yang lebih baik, lebih efesien, lebih cepat, dan lebih gemilang daripada apa yang telah dilakukan.
Dari definisi dan teori-teori tentang motif seperti diuraikan di atas kita memahami bahwa pada individu terdapat bermcam-macam motif yang mendorong dan menggerakkan manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam mencapai suatu tujuan serta memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan eksistensinya.
Macam-macam motif, antara lain:
1.  Motif dasar (basic motive)
Motif dasar merupakan motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis/dorongan kegiatan yang bersifat organis (jasmaniah). Oleh karenanya motif dasar ini merupakan motif yang tidak dipelajari (unlearned motive), artinya motif yang dimiliki individu.
a.   Motif dasar untuk makan, minum, bernafas
Motif untuk makan, minum, dan bernafas merupakan motif yang timbul secara periodik. Hal ini banyak dipengaruhi oleh faktor kebudayaan dan harapan sosial. Pemenuhan terhadap dorongan-dorongan tadi tidak bisa dilakukan dengan bebas tanpa memperhatikan norma-norma yang hidup dalam masyarakat.
b.  Motif dasar untuk perlindungan diri/rasa aman (security drives)
Motif ini dianggap yang paling azasi. Motif ini merupakan dorongan-dorongan yang didasarkan atas kebutuhan seseorang untuk melindungi dirinya dari segala bentuk ancaman terhadap integritas dan eksistensi kehidupannya.
c.   Motif dasar untuk beristirahat dan bergerak (rest and activity drives)
Individu akan selalu mencari keseimbangan antara bergerak dan istirahat. Kegiatan yang terus-menerus menimbulkan kelelahan dan kelelahan itu membutuhkan istirahat.
d.  Motif dasar untuk memperkembangkan turunan (sex drives)
Motif dasar untuk memperkembangkan keturunan ini erat dengan hubungannya dengan kehidupan hormon-hormon. Yang termasuk motif mengembangkan keturunan ini antara lain maternal drives/motif keibuan dan parental drives/motif kebapakan, yaitu motif untuk mengasihi anak.

2.  Motif sosial (social motive)
Motif sosial adalah jenis motif yang dipelajari (learned motive). Motif ini merupakan perkembangan daripada motif dasar yang dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial, adat istiadat, kultur masyarakat, lingkungan, letak geografis, dsb. Motif dasar untuk makan dan minum kemudian berkembang menjadi motif (dorongan untuk bertani, beternak, memiliki kekayaan, mencari ilmu, dsb). Motif dasar untuk memperoleh rasa aman berkembang menjadi motif untuk memiliki rumah, memiliki senjata, belajar olah raga beladiri, dsb.
Ada beberapa motif sosial yang bersifat umum, antara lain:
a.   Motif untuk dikenal (need for recognition)
Pada kelompok sosial yang bagaimanapun pada umumnya terdapat individu-individu yang selalu berusaha (melakukan sautu kegiatan) untuk dikenal atau ingin dikenal oleh orang lain, sebab pengenalan dirinya oleh orang lain akan menimbulkan rasa aman dan memperoleh kepuasan, sebagai contoh misalnya memakai pakaian seragam dengan segala atributnya, pembuatan papan nama yang dipampang di bagian depan rumahnya, pemakaian cincin kawin, perlombaan untuk mencapai prestasi, dsb.
b.  Motif untuk dibutuhkan (need for need)
Individu sebagai makhluk yang tidak bisa lepas dari hubungan ikatan kelompoknya, dan selalu hidup bersama-sama dengan individu lainnya, sudah barang tentu timbul motif untuk saling membutuhkan. Motif saling membutuhkan ini di samping menimbulkan rasa aman juga dapat menimbulkan perasaan bersatu sence of beloging ness di antara kelompok masyarakat. Oleh karena itu ada kecenderungan pada individu untuk selalu berbuat baik terhadap orang lain, rajin bekerja, menepati janji, dsb.
c.   Motif untuk memperoleh penghargaan dan perlakuan yang sama dengan orang lain. Individu sebagai anggota masyarakat/organisasi tidak mau dipilih kasih/dianak tirikan. Keinginan ini adalah manifestasi daripada motif untuk memperoleh penghargaan dan perlakukan yang sama.
d.  Motif untuk berkelompok (berorganisasi dan bermasyarakat)
Secara kodrat manusia itu selalu ingin hidup bersama-sama dengan manusia lainnya. Dalam istilah sosiologi kita kenal dengan nama zoon politican.
e.   Motif untuk memperoleh status sosial
Status sosial itu bisa diperoleh individu melalui belajar, menghimpun kekayaan, bekerja keras, dsb. Motif ini akan berkembang dengan baik bila individu dalam masyarakat yang tidak mengenal kasta atau stand yang begitu kuat.
f.    Motif-motif sosial yang berhubungan dengan sistem-sistem nilai (value sytems)

Setiap individu hidup dan berkembang serta dibesarkan di dalam satu kelompok sosial dimana terdapat sistem-sistem sosial/nilai tertentu, dengan demikian motif dan kegiatan individu selalui dipengaruhi oleh sistem nilai tersebut. Misalnya, bangsa Indonesia akan menjunjung tinggi bendera kebangsaannya merah putih, orang Sunda lebih cenderung untuk menyenangi lagu sunda, degung misalnya dan banyak lagi. Contoh-contoh lainnya, yaitu jenis-jenis motif yang dikemukakan oleh Woodworth dan Marquis dalam bukunya yang berjudul Psychologi sebagai berikut:
1)  Organic Needs (Kebutuhan-kebutuhan Organis)
Motif ini timbul tergantung kepada kondisi badan atau unsur biologis dari individu yang erat hubungannya dengan kebutuhan untuk menjaga dan memelihara kelangsungan manusia sebagai organisme. Termasuk ke dalam jenis-jenis motif yang berdasarkan organic needs ini, antara lain:
a)  Lapar, haus, dan pernapasan
b)  Kebutuhan akan perlindungan (rasa aman)
c)   Kebutuhan seksual (mengembangkan keturunan)
d)  Kebutuhan akan bergerak dan istirahat (rest and activity)
2)  Emergenic Motives (Motif Darurat)
Motif ini timbul jika individu menghadapi situasi darurat dan membutuhkan tingkatan-tingkatan yang cepat, misalnya: ada bahaya, orang tua sakit, dan rintangan-rintangan lainnya. Yang termasuk ke dalam motif ini, yaitu:
a)  Escape motive, yaitu motif untuk melepaskan diri dari keadaan bahaya. Insentif dari motif ini adalah mencapai keselamatan dan kelangsungan hidup. Jenis motif ini timbul pada waktu individu berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan mengancam kelangsungan hidupnya.
b) Combat motive, yaitu motif untuk melawan dan mempertahankan diri. Mislanya keinginan dan semangat suatu club sepak bola untuk memenangkan suatu pertandingan.
c)  Effort motive/mastery motive, yaitu motif untuk mengatasi rintangan. Insentif dari motif ini ialah mencapai sukses dalam suatu pekerjaan atau dalam mengatasi rintangan-rintangan. Misalnya mahasiswa yang selalu tidak lulus dalam ujian-ujian ia akan berusaha untuk mencari menemukan metode belajar yang lebih baik.
d) Persuit motive, yaitu motif untuk mengejar atau mencari suatu objek yang dianggap dapat melangsungkan hidup. Misalnya mahasiswa mencari ilmu pengetahuan sekalipun umpanya ia harus meninggalkan orang tua dan kampung halamannya, para pengusaha mencari keuntungan, dsb.

3.  Motif obyektif (objective motive)
Motif ini timbul dan ditujukan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan. Yang termasuk jenis motif ini antara lain:
1.  Expolaration Motive
Yaitu motif menyelidiki dengan tujuan untuk memperoleh suatu kebenaran yang lebih objektif. Misalnya, penelitian-penelitian ilmiah, percobaan-percobaan dalam laboratorium, dsb. Pada anak masa troz (anak umur 3-5 tahun), selalu ingin bertanya dan mengumpulkan atau merusak benda-benda. Oleh karena itu masa ini disebut juga masa eksploratoris.
2.  Manipulation Motive
Motif ini bertujuan untuk memanfaatkan sesuatu yang ada di lingkungan sehingga dapat berguna bagi kelangsungan hidupnya. Misalnya anak memanfaatkan robekan-robekan kertas atau potongan-potongan kayu untuk dijadikan mainan.
3.  Interest atau minat
Yaitu memusatkan kegiatan mental dan perhatian terhadap suatu objek, yang banyak sangkut pautnya dengan keadaan diri individu. Misalnya, mahasiswa memusatkan perhatian dan kegaitan-kegiatan dalam belajar demi untuk mecapai cita-citanya.

Unsur Penggerak Motivasi
Kegiatan individu ini memberikan hasil yang efektif maka perlu adanya motif yang kuat dan untuk itu perlu ada usaha-usaha untuk membangkitkannya atau motivasi. Jadi motivasi adalah usaha-usaha yang menyediakan kondisi dan situasi sehingga individu itu melakukan kegiatan apa yang dapat dilakukannya.
Bentuk-bentuk motivasi ini antara lain sebagai berikut:
1.  Kompetisi/persaingan (competition)
Kompetisi ini ada dua macam, yaitu pertama, kompetisi dengan prestasi sendiri. Dalam pengertian individu ini harus mengetahui prestasi yang telah dicapainya, kemudian ia berusaha untuk meningkatkan prestasi yang telah dicapainya itu. Kedua, kompetisi dengan orang lain. Individu mempelajari dan membandingkan prestasi yang telah dicapainya dengan prestasi yang telah dicapai oleh orang lain, sehingga usaha untuk mencapai tujuan akan makin kuat.
2.  Mendekatkan tujuan (pace making)
Tujuan dari suatu kegiatan seringkali sangat jauh dan kalau melihat tujuan yang trelalu jauh itu pada umumnya individu dalam untuk mencapainya. Agar tujuan itu tampak jauh maka untuk membangkitkan semangat harus ada tujuan-tujuan sementara yang dekat. Penentuan tujuan sementara ini disebut pace maker.
Contoh: pada olahraga balap sepeda biasanya dibarisan paling depan ada sepeda motor atau mobil. Motor atau mobil merupakan pace maker yang merupakan tujuan terdekat. Dengan adanya pace maker pembalap-pembalap sepeda itu akan berusaha dengan penuh semangat untuk mengejar pace maker dan selanjutnya mencapai tujuan akhir. Demikian pula halnya dalam study, program study dibagi-bagi ke dalam program semester.
3.  Tujuan yang jelas dan diakui
Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Kalau tujuan itu jelas dan berarti bagi individu, ia akan berusaha mencapainya. Dengan perkataan lain, dapat dirumuskan semakin jelas dan berarti tujuan yang ingin dicapai itu, semakin besar kekuatan motif untuk mencapainya.
4.  Minat
Suatu kegiatan akan berjalan dengan lancar apabila minat atau motif itu bangkit bila ada minat yang ebsar. Minat ini dapat ditimbulkan dengan cara sebagai berikut:
a.   Membangkitkan suatu kebutuham, misalnya kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan pengahragaan, dsb.
b.  Menghubungkan dengan pengalaman-pengalaman yang lampau.

c.   Memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik nothing success like success atau mengetahui sukses yang diperoleh individu itu, sebab sukses akan menimbulkan rasa puas.

Tidak ada komentar: