Banyak studi tentang
motivasi dan tingkah laku untuk mendapatkan jawaban-jawaban terhadap persoalan
yang kompleks mengenai penilaian manusia. Tingkah laku pada dasarnya
berorientasi pada tujuan (goal oriented). Tingkah laku ini biasanya dimotivasi
oleh keinginan untuk mencapai suatu tujuan. Memang kadang-kadang tujuan itu
disadari/tidak disadari sama sekali. Orang-orang tidak selalu sadar akan
sesuatu yang mereka inginkan dan dengan demikian sebagian besar dari tingkah
laku mereka dipengaruhi oleh motif-motif/kebutuhan-kebutuhan dasar.
Motivasi adalah
kemampuan untuk mengerjakan/berbuat sesuatu. Motivasi tergantung pada kekuatan
motif. Motif-motif merupakan sebab-sebab dari tingkah laku. Motif-motif ini
timbul dan menguasai aktivitas serta menetukan arah yang umum dari tingkah laku
individu. Kesimpulannya adalah motif/kebutuhan (need) adalah dorongan
utama dari tindakan.
Motif-motif yang
dimiliki oleh seseorang sangat banyak. Kebutuhan-kebutuhan yang
terpuaskan/terpenuhi berkurang kekuatannya dan biasanya tidak
menggerakkan/memotivasi individu-individu untuk mencari tujuan-tujuan guna
memuaskan/memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu lagi, demikian sebaliknya.
Teori kebutuhan menurut
Maslow adalah motivasi manusia senantiasa menggerakkan kepada pemenuhan akan
kebutuhan-kebutuhan yang bersifat sebagai berikut:
1.
Pemenuhan kebutuhan fisiologis (jasmaniah)
2.
Pemenuhan kebutuhan security (keamanan)
atau perlindungan
3.
Pemenuhan kebutuhan hidup kemasyarakatan
(sosial)
4.
Pemenuhan kebuhan akan pengakuan
5.
Pemenuhan kebutuhan akan kepuasan
6.
Apabila motif dan kebutuhan-kebutuhan
tersebut di atas tidak dapat penyaluran dan pemuasan dengan baik, maka individu
akan mengalami frustasi atau ketegangan-ketegangan psikologis, oleh karenanya
dalam proses belajar dan mengajar perlu memperhatikan motif-motif pokok
individu itu, baik dalam pemilihan metode maupun materi pelajaran.
Sejalan dengan teori kebutuhan dari Maslow, maka David C. Mc Clelland
mengemukakan juga teori tentang virusmental, bahwa dalam setiap kehidupan
psikologi manusia, baik secra individual maupun kelompok terdapat suatu daya
kekuatan mental yang mampu mendorong ke arah suatu aktivitas kehidupan yang
luar biasa hebatnya sehingga dengan daya tersebut dapat mencapai kemajuan dan
hasil yang gemilang. Daya pendorong tersebut disebut virus mental atau Mc.
Clelland menyebut pula n. Ach yaitu suatu kependekkan dari need for
achievement yang artinya kebutuhan untuk memperoleh prestasi dan hasil
yang gemilang.
Need for achievement itu terdapat dalam mental manusia untuk melakukan atau
mengusahakan sesuatu yang lebih baik, lebih efesien, lebih cepat, dan lebih
gemilang daripada apa yang telah dilakukan.
Dari definisi dan teori-teori tentang motif seperti diuraikan di atas kita
memahami bahwa pada individu terdapat bermcam-macam motif yang mendorong dan
menggerakkan manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam mencapai suatu
tujuan serta memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan
eksistensinya.
Macam-macam motif, antara lain:
1.
Motif dasar (basic motive)
Motif dasar merupakan
motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis/dorongan kegiatan yang
bersifat organis (jasmaniah). Oleh karenanya motif dasar ini merupakan motif
yang tidak dipelajari (unlearned motive), artinya motif yang dimiliki
individu.
a.
Motif dasar untuk makan, minum, bernafas
Motif untuk makan,
minum, dan bernafas merupakan motif yang timbul secara periodik. Hal ini banyak
dipengaruhi oleh faktor kebudayaan dan harapan sosial. Pemenuhan terhadap
dorongan-dorongan tadi tidak bisa dilakukan dengan bebas tanpa memperhatikan
norma-norma yang hidup dalam masyarakat.
b.
Motif dasar untuk perlindungan diri/rasa
aman (security drives)
Motif ini dianggap yang
paling azasi. Motif ini merupakan dorongan-dorongan yang didasarkan atas
kebutuhan seseorang untuk melindungi dirinya dari segala bentuk ancaman
terhadap integritas dan eksistensi kehidupannya.
c.
Motif dasar untuk beristirahat dan
bergerak (rest and activity drives)
Individu akan selalu
mencari keseimbangan antara bergerak dan istirahat. Kegiatan yang terus-menerus
menimbulkan kelelahan dan kelelahan itu membutuhkan istirahat.
d.
Motif dasar untuk memperkembangkan turunan
(sex drives)
Motif dasar untuk
memperkembangkan keturunan ini erat dengan hubungannya dengan kehidupan
hormon-hormon. Yang termasuk motif mengembangkan keturunan ini antara lain maternal
drives/motif keibuan dan parental drives/motif kebapakan, yaitu
motif untuk mengasihi anak.
2.
Motif sosial (social motive)
Motif sosial adalah
jenis motif yang dipelajari (learned motive). Motif ini merupakan
perkembangan daripada motif dasar yang dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial,
adat istiadat, kultur masyarakat, lingkungan, letak geografis, dsb. Motif dasar
untuk makan dan minum kemudian berkembang menjadi motif (dorongan untuk
bertani, beternak, memiliki kekayaan, mencari ilmu, dsb). Motif dasar untuk
memperoleh rasa aman berkembang menjadi motif untuk memiliki rumah, memiliki
senjata, belajar olah raga beladiri, dsb.
Ada beberapa motif
sosial yang bersifat umum, antara lain:
a.
Motif untuk dikenal (need for
recognition)
Pada kelompok sosial
yang bagaimanapun pada umumnya terdapat individu-individu yang selalu berusaha
(melakukan sautu kegiatan) untuk dikenal atau ingin dikenal oleh orang lain,
sebab pengenalan dirinya oleh orang lain akan menimbulkan rasa aman dan
memperoleh kepuasan, sebagai contoh misalnya memakai pakaian seragam dengan
segala atributnya, pembuatan papan nama yang dipampang di bagian depan
rumahnya, pemakaian cincin kawin, perlombaan untuk mencapai prestasi, dsb.
b.
Motif untuk dibutuhkan (need for need)
Individu sebagai makhluk
yang tidak bisa lepas dari hubungan ikatan kelompoknya, dan selalu hidup
bersama-sama dengan individu lainnya, sudah barang tentu timbul motif untuk
saling membutuhkan. Motif saling membutuhkan ini di samping menimbulkan rasa
aman juga dapat menimbulkan perasaan bersatu sence of beloging ness di
antara kelompok masyarakat. Oleh karena itu ada kecenderungan pada individu
untuk selalu berbuat baik terhadap orang lain, rajin bekerja, menepati janji,
dsb.
c.
Motif untuk memperoleh penghargaan dan
perlakuan yang sama dengan orang lain. Individu sebagai anggota
masyarakat/organisasi tidak mau dipilih kasih/dianak tirikan. Keinginan ini
adalah manifestasi daripada motif untuk memperoleh penghargaan dan perlakukan
yang sama.
d.
Motif untuk berkelompok (berorganisasi dan
bermasyarakat)
Secara kodrat manusia
itu selalu ingin hidup bersama-sama dengan manusia lainnya. Dalam istilah
sosiologi kita kenal dengan nama zoon politican.
e.
Motif untuk memperoleh status sosial
Status sosial itu bisa
diperoleh individu melalui belajar, menghimpun kekayaan, bekerja keras, dsb.
Motif ini akan berkembang dengan baik bila individu dalam masyarakat yang tidak
mengenal kasta atau stand yang begitu kuat.
f.
Motif-motif sosial yang berhubungan dengan
sistem-sistem nilai (value sytems)
Setiap individu hidup dan berkembang serta dibesarkan di dalam satu
kelompok sosial dimana terdapat sistem-sistem sosial/nilai tertentu, dengan
demikian motif dan kegiatan individu selalui dipengaruhi oleh sistem nilai
tersebut. Misalnya, bangsa Indonesia akan menjunjung tinggi bendera
kebangsaannya merah putih, orang Sunda lebih cenderung untuk menyenangi lagu
sunda, degung misalnya dan banyak lagi. Contoh-contoh lainnya, yaitu
jenis-jenis motif yang dikemukakan oleh Woodworth dan Marquis dalam bukunya
yang berjudul Psychologi sebagai berikut:
1)
Organic Needs (Kebutuhan-kebutuhan Organis)
Motif ini timbul
tergantung kepada kondisi badan atau unsur biologis dari individu yang erat
hubungannya dengan kebutuhan untuk menjaga dan memelihara kelangsungan manusia
sebagai organisme. Termasuk ke dalam jenis-jenis motif yang berdasarkan organic
needs ini, antara lain:
a)
Lapar, haus, dan pernapasan
b)
Kebutuhan akan perlindungan (rasa aman)
c)
Kebutuhan seksual (mengembangkan
keturunan)
d)
Kebutuhan akan bergerak dan istirahat (rest
and activity)
2)
Emergenic Motives (Motif Darurat)
Motif ini timbul jika
individu menghadapi situasi darurat dan membutuhkan tingkatan-tingkatan yang
cepat, misalnya: ada bahaya, orang tua sakit, dan rintangan-rintangan lainnya.
Yang termasuk ke dalam motif ini, yaitu:
a)
Escape motive, yaitu motif untuk melepaskan diri dari keadaan bahaya. Insentif dari
motif ini adalah mencapai keselamatan dan kelangsungan hidup. Jenis motif ini
timbul pada waktu individu berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan
mengancam kelangsungan hidupnya.
b)
Combat motive, yaitu motif untuk melawan dan mempertahankan diri. Mislanya keinginan dan
semangat suatu club sepak bola untuk memenangkan suatu pertandingan.
c)
Effort motive/mastery motive, yaitu motif untuk mengatasi rintangan. Insentif dari motif ini ialah
mencapai sukses dalam suatu pekerjaan atau dalam mengatasi rintangan-rintangan.
Misalnya mahasiswa yang selalu tidak lulus dalam ujian-ujian ia akan berusaha
untuk mencari menemukan metode belajar yang lebih baik.
d)
Persuit motive, yaitu motif untuk mengejar atau mencari suatu objek yang dianggap dapat
melangsungkan hidup. Misalnya mahasiswa mencari ilmu pengetahuan sekalipun
umpanya ia harus meninggalkan orang tua dan kampung halamannya, para pengusaha
mencari keuntungan, dsb.
3.
Motif obyektif (objective motive)
Motif ini timbul dan
ditujukan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan. Yang termasuk
jenis motif ini antara lain:
1. Expolaration Motive
Yaitu motif menyelidiki
dengan tujuan untuk memperoleh suatu kebenaran yang lebih objektif. Misalnya,
penelitian-penelitian ilmiah, percobaan-percobaan dalam laboratorium, dsb. Pada
anak masa troz (anak umur 3-5 tahun), selalu ingin bertanya dan mengumpulkan
atau merusak benda-benda. Oleh karena itu masa ini disebut juga masa
eksploratoris.
2. Manipulation Motive
Motif ini bertujuan
untuk memanfaatkan sesuatu yang ada di lingkungan sehingga dapat berguna bagi
kelangsungan hidupnya. Misalnya anak memanfaatkan robekan-robekan kertas atau
potongan-potongan kayu untuk dijadikan mainan.
3. Interest atau minat
Yaitu memusatkan
kegiatan mental dan perhatian terhadap suatu objek, yang banyak sangkut pautnya
dengan keadaan diri individu. Misalnya, mahasiswa memusatkan perhatian dan
kegaitan-kegiatan dalam belajar demi untuk mecapai cita-citanya.
Unsur Penggerak Motivasi
Kegiatan individu ini
memberikan hasil yang efektif maka perlu adanya motif yang kuat dan untuk itu
perlu ada usaha-usaha untuk membangkitkannya atau motivasi. Jadi motivasi
adalah usaha-usaha yang menyediakan kondisi dan situasi sehingga individu itu
melakukan kegiatan apa yang dapat dilakukannya.
Bentuk-bentuk motivasi
ini antara lain sebagai berikut:
1.
Kompetisi/persaingan (competition)
Kompetisi ini ada dua
macam, yaitu pertama, kompetisi dengan prestasi sendiri. Dalam pengertian
individu ini harus mengetahui prestasi yang telah dicapainya, kemudian ia
berusaha untuk meningkatkan prestasi yang telah dicapainya itu. Kedua,
kompetisi dengan orang lain. Individu mempelajari dan membandingkan prestasi
yang telah dicapainya dengan prestasi yang telah dicapai oleh orang lain,
sehingga usaha untuk mencapai tujuan akan makin kuat.
2.
Mendekatkan tujuan (pace making)
Tujuan dari suatu
kegiatan seringkali sangat jauh dan kalau melihat tujuan yang trelalu jauh itu
pada umumnya individu dalam untuk mencapainya. Agar tujuan itu tampak jauh maka
untuk membangkitkan semangat harus ada tujuan-tujuan sementara yang dekat. Penentuan
tujuan sementara ini disebut pace maker.
Contoh: pada olahraga
balap sepeda biasanya dibarisan paling depan ada sepeda motor atau mobil. Motor
atau mobil merupakan pace maker yang merupakan tujuan
terdekat. Dengan adanya pace maker pembalap-pembalap sepeda
itu akan berusaha dengan penuh semangat untuk mengejar pace maker dan
selanjutnya mencapai tujuan akhir. Demikian pula halnya dalam study,
program study dibagi-bagi ke dalam program semester.
3.
Tujuan yang jelas dan diakui
Motif mendorong individu
untuk mencapai tujuan. Kalau tujuan itu jelas dan berarti bagi individu, ia
akan berusaha mencapainya. Dengan perkataan lain, dapat dirumuskan semakin
jelas dan berarti tujuan yang ingin dicapai itu, semakin besar kekuatan motif
untuk mencapainya.
4.
Minat
Suatu kegiatan akan
berjalan dengan lancar apabila minat atau motif itu bangkit bila ada minat yang
ebsar. Minat ini dapat ditimbulkan dengan cara sebagai berikut:
a.
Membangkitkan suatu kebutuham, misalnya
kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan pengahragaan, dsb.
b.
Menghubungkan dengan pengalaman-pengalaman
yang lampau.
c.
Memberikan kesempatan untuk mendapatkan
hasil yang baik nothing success like success atau mengetahui
sukses yang diperoleh individu itu, sebab sukses akan menimbulkan rasa puas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar