Minggu, 03 Agustus 2014

Pengukuran Asupan Makanan dan Gizi pada Tingkat Individu

Langkah-langkah Pengukuran Diet
1.  Mengukur asupan makanan
-       Faktor yang mempengaruhi pemilihan metode
-       Mengontrol error
2.  Mengubah nilai makanan ke zat besi
-       Mengubah ukuran porsi dengan berat yang setara
-       Mengumpulkan data base komposisi makanan lokal
3.  Evaluasi hasil

Metode Pengukuran Asupan Makanan
1.  Kuantitatif: asupan makanan dan zat gizi
-       24 hour recall asupan makanan terkini
-       One day weighed atau estimated records asupan makanan terkini
-       Repeated recalls atau records asupan makanan sehari-hari
2.  Kualitatif: asupan makanan
-       Food Frequency Questionnaire (FFQ) atau Diet History (DH) tanpa ukuran porsi
-       Informasi bersifat retrospektif karena frame waktunya cukup lama
-       Mengukur asupan makanan sehari-hari atau jenis makanan tertentu
3.  Semi kuantitatif: asupan makanan dan zat besi
-       FFQ dan DH dengan ukuran porsi
-       Informasi bersifat retrospektif pada “usial intakes”

24 Hour Recall
4.  Wawancara dapat dilakukan pada remaja, dewasa, dan anak-anak (> 8 tahun)
5.  Dapat diaplikasikan pada anak 4 sampai 8 tahun, tetapi harus didampingi orang tua/pengasuh
6.  Diutamakan dilakukan di rumah responden, agar partisipasi responden, meningkatkan akurasi recall, dan memfasilitasi kalibrasi peralatan makanan lokal
7.  Pewawancara harus dilatih, pewawancara harus dewasa, objektif, dan sensitif, serta diutamakan perempuan

Langkah-langkah melakukan 24 hour recall, yaitu:
1.  Langkah 1
Daftar semua makanan dan minuman yang dikonsumsi secara berkesinambungan sejak bangun tidur beserta waktu dan tempat makan
2.  Langkah 2
Deskripsikan secara detail setiap makanan yang didaftar (cara memasak, resep, merk), gunakan probing dan pendekatan spesifik
3.  Langkah 3
-       Estimasi ukuran porsi setiap item makanan yang dikonsumsi
-       Recall informasi mengenai bahan dari mixed dishes
4.  Langkah 4
-       Review recall untuk mengecek seluruh item telah tercatat dengan benar
-       Cek makanan dengan gambar
-       Cek resep ulang
-       Cek apakah recall adalah hari biasa/hari libur

Modifikasi 24 Hour Recall Protocol
-       Latih responden prosedur 24 hour recall terutama dalam mengestimasi ukuran porsi
-       Tunjukkan chart gambar makanan pokok lokal pada hari sebelum recall dan minta mereka untuk menandai beberapa item makanan (jika memungkinkan jumlahnya) yang dimakan
-       Pada hari recall, siapkan contoh makanan pokok yang dimakan dengan metode memasak lokal (awetkan dengan garam)
-       Tanyakan pada responden untuk menunjukkan porsi aktual dari beberapa makanan pokok yang akan mereka makan
-       Timbang porsinya

Kelebihan 24 Hour Recall:
-       Cepat (8 wawancara per hari)
-       Beban responden rendah
-       Cakupan luas
-       Dapat diterapkan pada responden yang buta huruf

Kekurangan 24 Hour Recall:
-       Tergantung ingatan, sehingga sulit bagi lansia dan anak-anak
-       Terdapat masalah pada estimasi ukuran porsi
-       Butuh keterampilan
-       Harus mengubah ukuran porsi ke ukuran berat yang ekuivalen

Penimbangan Makanan (Weigh Food Records)
-       Metode yang sangat akurat untuk mengukur asupan makanan individu
-       Responden/asisten lapangan menimbang semua makanan dan minuman (termasuk snack) menggunakan timbangan makanan yang diberikan oleh investigator
-       Detail cara memasak dan resep dicatat
-       Detail deskripsi setiap makanan (merk, tempat membeli) dicatat
-       Untuk makanan yang dimakan di luar rumah, subjek mencatat jumlah dan deskripsi makanan yang dimakan dan asisten lapangan menemani subjek dan menimbang makanan yang dikonsumsi oleh subjek

Kelebihan metode penimbangan makanan:
-       Sangat akurat karena tidak tergantung ingatan atau estimasi ukuran porsi
-       Cost tidak terlalu jauh berbeda dengan 24 hour recall
-       Metode penimbangan cukup mudah dilakukan

Kekurangan metode penimbangan makanan:
-       Beban responden tinggi
-       Responden mengubah pola makan biasa
-       Timbangan harus dikalibrasi

Food Frequency Questionnaires (FFQ)
-       Diisi oleh responden
-       Responden berdasarkan recall pada periode waktu tertentu
-       Membuat listing makanan
-       Ada frekuensi (hari, minggu, bulan, tidak pernah)
-       Mengkuantifisir ukuran porsi

Kelebihan semi-quantitative FFQ:
-       Cepat
-       Cakupan luas
-       Beban responden cukup ringan
-       FFQ standarisasi, untuk meminimalisasi variasi antara pewawancara
-       Memberikan data usual intake denganperiode waktu yang cukup panjang

Kekurangan semi-quantitative FFQ:
-       Tergantung ingatan
-       Membutuhkan sumber data yang valid untuk ukuran porsi karena dapat mengakibatkan overestimate intake gizi
-       Single FFQ tidak valid untuk mengukur multiple mikronutrien (spesifik untuk 1 setting)

Diet History
-       Wawancara mengenai pola makan secara keseluruhan mengenai waktu makan dan snack, meliputi deskripsi makanan, frekuensi konsumsi, ukuran porsi makanan biasa di rumah tangga
-       Gunakan FFQ untuk konsumsi item makanan yang spesifik, digunakan untuk verifikasi dan klasifikasi bagian 1
-       Pencatatan makanan selama tiga hari, untuk ukuran porsi menggunakan ukuran rumah tangga (URT) dan waktu maksiimum dietary history adalah satu bulan

Kelebihan dietary history:
-       Digunakan untuk pasien konseling
-       Memberikan data usual intake individu

Kekurangan dietary history:
-       Butuh waktu cukup lama untuk wawancara
-       Tidak ada ukuran standar
-       Tergantung estimasi ukuran porsi (menggunakan URT)


Tidak ada komentar: