Langkah-langkah Pengukuran Diet
1.
Mengukur asupan makanan
-
Faktor yang mempengaruhi pemilihan metode
-
Mengontrol error
2.
Mengubah nilai makanan ke zat besi
-
Mengubah ukuran porsi dengan berat yang
setara
-
Mengumpulkan data base komposisi makanan
lokal
3.
Evaluasi hasil
Metode Pengukuran Asupan Makanan
1.
Kuantitatif: asupan makanan dan zat gizi
-
24 hour recall asupan makanan terkini
-
One day weighed atau estimated records
asupan makanan terkini
-
Repeated recalls atau records asupan
makanan sehari-hari
2.
Kualitatif: asupan makanan
-
Food Frequency Questionnaire (FFQ) atau Diet History (DH) tanpa ukuran porsi
-
Informasi bersifat retrospektif karena
frame waktunya cukup lama
-
Mengukur asupan makanan sehari-hari atau
jenis makanan tertentu
3.
Semi kuantitatif: asupan makanan dan zat
besi
-
FFQ dan DH dengan ukuran porsi
-
Informasi bersifat retrospektif pada
“usial intakes”
24
Hour Recall
4.
Wawancara dapat dilakukan pada remaja,
dewasa, dan anak-anak (> 8 tahun)
5.
Dapat diaplikasikan pada anak 4 sampai 8
tahun, tetapi harus didampingi orang tua/pengasuh
6.
Diutamakan dilakukan di rumah responden,
agar partisipasi responden, meningkatkan akurasi recall, dan memfasilitasi
kalibrasi peralatan makanan lokal
7.
Pewawancara harus dilatih, pewawancara
harus dewasa, objektif, dan sensitif, serta diutamakan perempuan
Langkah-langkah melakukan 24 hour
recall, yaitu:
1.
Langkah 1
Daftar semua makanan dan
minuman yang dikonsumsi secara berkesinambungan sejak bangun tidur beserta
waktu dan tempat makan
2.
Langkah 2
Deskripsikan secara
detail setiap makanan yang didaftar (cara memasak, resep, merk), gunakan
probing dan pendekatan spesifik
3.
Langkah 3
-
Estimasi ukuran porsi setiap item makanan
yang dikonsumsi
-
Recall informasi mengenai bahan dari mixed dishes
4.
Langkah 4
-
Review recall untuk mengecek seluruh item
telah tercatat dengan benar
-
Cek makanan dengan gambar
-
Cek resep ulang
-
Cek apakah recall adalah hari biasa/hari
libur
Modifikasi 24 Hour Recall Protocol
-
Latih responden prosedur 24 hour recall terutama dalam mengestimasi
ukuran porsi
-
Tunjukkan chart gambar makanan pokok lokal
pada hari sebelum recall dan minta mereka
untuk menandai beberapa item makanan (jika memungkinkan jumlahnya) yang dimakan
-
Pada hari recall, siapkan contoh makanan pokok yang dimakan dengan metode
memasak lokal (awetkan dengan garam)
-
Tanyakan pada responden untuk menunjukkan
porsi aktual dari beberapa makanan pokok yang akan mereka makan
-
Timbang porsinya
Kelebihan 24 Hour Recall:
-
Cepat (8 wawancara per hari)
-
Beban responden rendah
-
Cakupan luas
-
Dapat diterapkan pada responden yang buta
huruf
Kekurangan 24 Hour Recall:
-
Tergantung ingatan, sehingga sulit bagi
lansia dan anak-anak
-
Terdapat masalah pada estimasi ukuran
porsi
-
Butuh keterampilan
-
Harus mengubah ukuran porsi ke ukuran
berat yang ekuivalen
Penimbangan
Makanan (Weigh Food Records)
-
Metode yang sangat akurat untuk mengukur
asupan makanan individu
-
Responden/asisten lapangan menimbang semua
makanan dan minuman (termasuk snack) menggunakan timbangan makanan yang
diberikan oleh investigator
-
Detail cara memasak dan resep dicatat
-
Detail deskripsi setiap makanan (merk,
tempat membeli) dicatat
-
Untuk makanan yang dimakan di luar rumah,
subjek mencatat jumlah dan deskripsi makanan yang dimakan dan asisten lapangan
menemani subjek dan menimbang makanan yang dikonsumsi oleh subjek
Kelebihan metode penimbangan makanan:
-
Sangat akurat karena tidak tergantung
ingatan atau estimasi ukuran porsi
-
Cost tidak terlalu jauh berbeda dengan 24
hour recall
-
Metode penimbangan cukup mudah dilakukan
Kekurangan metode penimbangan makanan:
-
Beban responden tinggi
-
Responden mengubah pola makan biasa
-
Timbangan harus dikalibrasi
Food Frequency Questionnaires
(FFQ)
-
Diisi oleh responden
-
Responden berdasarkan recall pada periode
waktu tertentu
-
Membuat listing makanan
-
Ada frekuensi (hari, minggu, bulan, tidak
pernah)
-
Mengkuantifisir ukuran porsi
Kelebihan semi-quantitative FFQ:
-
Cepat
-
Cakupan luas
-
Beban responden cukup ringan
-
FFQ standarisasi, untuk meminimalisasi
variasi antara pewawancara
-
Memberikan data usual intake denganperiode
waktu yang cukup panjang
Kekurangan semi-quantitative FFQ:
-
Tergantung ingatan
-
Membutuhkan sumber data yang valid untuk
ukuran porsi karena dapat mengakibatkan overestimate intake gizi
-
Single FFQ tidak valid untuk mengukur
multiple mikronutrien (spesifik untuk 1 setting)
Diet History
-
Wawancara mengenai pola makan secara
keseluruhan mengenai waktu makan dan snack, meliputi deskripsi makanan,
frekuensi konsumsi, ukuran porsi makanan biasa di rumah tangga
-
Gunakan FFQ untuk konsumsi item makanan
yang spesifik, digunakan untuk verifikasi dan klasifikasi bagian 1
-
Pencatatan makanan selama tiga hari, untuk
ukuran porsi menggunakan ukuran rumah tangga (URT) dan waktu maksiimum dietary
history adalah satu bulan
Kelebihan dietary history:
-
Digunakan untuk pasien konseling
-
Memberikan data usual intake individu
Kekurangan dietary history:
-
Butuh waktu cukup lama untuk wawancara
-
Tidak ada ukuran standar
-
Tergantung estimasi ukuran porsi
(menggunakan URT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar