Senin, 04 Agustus 2014

Intelegensia dan Kreatifitas

A. Intelegensi
        Pengertian intelegensi menunjukkan kepada bagaimana cara individu bertingkah laku/bertindak, yaitu cepat/lambatnya individu di dalam memecah suatu masalah yang dihadapinya. Intelegensi berkenaan dengan fungsi mental yang kompleks yang diwujudkan/dimanifestasikan dalam tingkah laku. Intelegnsi meliputi aspek kemampuan yaitu bagaimana individu memperhatikan, mengingat, mengamati, memikirkan, menghafal serta bentuk-bentuk kegiatan mental lainnya.

Teori Intelegensi
        Alfred Bined, beliau dikenal sebagai pelopor dalam menyusun tes intelegensi. Menurut beliau intelegensi mempunyai tiga aspek kemampuan, antara lain:
1.  Direction, yaitu kemampuan untuk memutuskan kepada suatu masalah yang harus dipecahkan.
2.  Adaptation, yaitu kemampuan untuk mengadakan adaptasi terhadap masalah yang dihadapinya/fleksibilitas di dalam menghadapi masalah.
3.  Critism, yaitu kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalah yang dihadapi maupun terhadap dirinya sendiri.

L.L. Thurstone, mengemukakan teori multifaktor yang meliputi tiga belas faktor. Diantaranya ada tujuh faktor yang merupakan faktor dasar (primary abilities).
1)  Verbal comprehension (V), kecakapan untuk memahami pengertian yang diucapkan dengan kata-kata
2)  Word ferency (W), kecakapan dan kefasihan menggunakan kata-kata
3)  Number (N), kecakapan untuk memecahkan masalah matematika (penggunaan angka-angka/bilangan)
4)  Space (S), kecakapan pandang ruang
5)  Memory (M), kecakapan untuk mengingat
6)  Perceptual (P), kecakapan mengamati dan menafsirkan, persamaan, dan perbedaan suatu objek
7)  Reasorsing (R), kecakapan menemukan dan menggunakan prinsip-prinsip

Tingkat Intelegensi 
Ciri-ciri umum dari orang yang terbelakang, yaitu:
1.  Tidak dapat mengurus dan memenuhi kebutuhan sendiri
2.  Kelambatan mental sejak lahir
3.  Kelambatan dalam kematangan
4.  Pada dasarnya tidak dapat diobati

A.Idiot (IQ 0-29)
Tingkat ini merupakan kelompok individu terbelakang yang paling rendah. Ia tak dapat berbicara (hanya beberapa kata), tidak mampu mengurus diri sendiri. Sehingga ia tidak dapat diberi tugas rutin sekalipun sangat sederhana. Beberapa idiot dapat belajar berjalan, tapi pada umumnya mereka tidak mampu dan harus tetap tinggal berbaring selama hidupnya. Fisiknya lemah tidak tahan terhadap penyakit dan tidak tahun terhadap bahaya. Ia tidak bisa dididik dan kebanyakan umurnya pendek (mampu merawat).
B. Embicile (IQ 30-49)
Mampu belajar berbahasa, mampu mengurus dirinya sendiri, dapat diberi tugas-tugas yang sederhana/ringan, seperti mengepel, menyapu, dsb. Tetapi dengan pengawasan yang teliti dan membutuhkan kesabaran. Kecerdasannya setara dengan anak normal yang baru berumur 3-7 tahun, tetapi tidak dapat dididik di sekolah biasa (dalam proses belajar tergolong mampu dilatih).
C. Moron/Debil (IQ 50-69)
Sampai tingkat tertentu dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung yang sederhana (mampu dididik). Dengan latihan-latihan yang baik dan belajar yang tekun ia dapat memperoleh keterampilan-keterampilan yang ringan dan jabatan yang sederhana.
D.Borderline (IQ 70-79)
Kecerdasan di bawah normal/rata-rata dan di atas kelompok terbelakang. Dapat mengurus diri sendiri dan dengan susah payah mereka dapat mengerjakan sejumlah kecil pekerjaan/pelajaran SLTP, tetapi jarang yang mampu sampai tamat.
E. Below Average (IQ 80-89)
Agak lambat dalam belajar. Sekalipun demikian mereka dapat menyelesaikan pendidikan pada tingkat SLTP, tetapi agak sulit untuk menyelesaikan SLTA.
F.  Average/Rata-rata (IQ 90-110)
Merupakan kelompok terbesar presentasenya di antara penduduk.
G.Bright Normal (IQ 110-119)
Kelompok normal yang berada pada tingkat tertinggi.
H.Superior/Cerdas (IQ 120-139)
Orang cerdas ini biasanya merupakan rapid leaner/giveted yaitu pemimpin dalam kelasnya.
I.    Sangat Superior (IQ 140 ke atas)
Kecerdasannya luar biasa walaupun tidak sekolah mampu menemukan dan memecahkan suatu masalah. Jumlahnya sangat sedikit tetapi terdapat pada semua ras dan bangsa, semua jenis kelamin serta dalam semua tingkatan ekonomi. Contoh: Einsten, Edison, dll.

B. Kreatifitas
        Kreatifitas sangat dibutuhkan apabila kita dihadapkan pada problem-problem/tuntutan-tuntutan dalam kehidupan kita. Pengembangan kreatifitas kurang kita dapatkan di bangku sekolah, karena yang kita peroleh di sekolah biasanya sebatas pengetahuan dan keterampilan yang sifatnya statis dan rutin.

Teori Kreatifitas
1.     Kreatifits sebagai manifestasi dari jiwa yang sehat. Menurut Maslow (1959) kreatifitas adalah manifestasi dari integrasi kepribadian di mana tidak ada hambatan/rintangan antara alam kesadaran dan ketidaksadaran. Orang demikian dapat berfungsi sepenuhnya, dapat mengaktualisasikan dirinya.
2.     Jadi kreatifitas tidka hanya tergantung pada kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi juga pada perkembangan emosi yang harmonis dan pada kekuatan ego anak.

Anak yang tegang bersifat takut dan walaupun sebetulnya pandai, tetapi tidak tahan terhadap stress, kurang dapat diharapkan dapat berfungsi kreatif. Begitu pula anak yang merasa tidak aman dan yang meras kurang mendapatkan afeksi.

Kepribadian yang Kreatif
        Roger (1973), keterbukaan terhadap pengalaman, evaluasi diri, dan kemampuan untuk bermain dengan konsep-konsep. Torrance (1955) berani dan mengemukakan pendapat dan keyakinan, bersifat ingin tahu, bebas dalam berpikir, sibuk dengan tugasnya, ulet, dan tidak mudah untuk bersedia menerima pendapat otoriter begitu saja.
Beberapa petunjuk yang daapt mengarahkan orang tua dalam mengembangkan pemikiran kreatif anaknya:
a.   Hargailah pemikiran kreatif pada anak
b.  Rangsanglah anak untuk menjadi lebih sensitif terhadap pengalaman-pengalaman dalam lingkungannya
c.   Doronglah rasa ingin tahu dan keinginan untuk eksplorasi
d.  Ajarkan anak untuk menghargai pemikiran kreatifnya
e.   Kembangkanlah kritik yang konstruktif/membangun

C. Hubungan Antara Intelegensi dan Kreatifitas
1.  Orang yang mempunyai kreatifitas tinggi bisa dipastikan mempunyai intelegensi tinggi pula

2.  Tetapi orang yang mempunyai intelegensi tinggi belum tentu mempunyai kreatifitas tinggi

Tidak ada komentar: