Senin, 04 Agustus 2014

Emosi

Sebelum kita membahas ke hal emosi, kita tinjau dulu apa itu perasaan. Perasaan (feeling) dapat mempunyai dua arti. Secara fisiologis perasaan dapat berarti penginderaan, ia merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Dalam arti psikologis perasaan mempunyai arti menilai, yaitu penilaian terhadap suatu hal.
Emosi mempunyai arti agak berbeda dengan perasaan. Di dalam pengertian emosi sudah tergandung unsur perasaan yang dalam (intense). Emosi dapat timbul dari kombinasi beberapa perasaan. Dengan kata lain, perasaan merupankan bagian dari emosi. Emosi merupakan suasana kesadaran dari individu.
Salah satu teori emosi dikemukakan oleh Harvey Cau yaitu Teori Organic Readjusment, yang artinya “emosi adalah penyesuaian organis yang timbul secara otomatis pada manusia/individu dalam menghadapi situasi-situasi tertentu. Emosi akan mudah dikenal dan dirumuskan hanya dalam hubungan dengan situasi simana emosi itu timbul.
JB. Watson menyatakan bahwa pada manusia (anak kecil) mempunyai tiga emosi dasar, yaitu:
a.   Takut, yang dalam perkembangan selanjutnya bisa menjadi cemas
b.  Kemarahan, akan berkembang antara lain menjadi marah
c.   Cinta, yang akan berkembang menjadi simpati

Aspek-aspek emosi menurut CT. Morgan, antara lain:
a.   Emosi adalah sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan kondisi tubuh. Misalnya: denyut jantung, sirkulasi darah, dan pernapasan
b.  Emosi adalah sesuatu yang dilakukan atau diekspresikan. Misalnya: tertawa, tersenyum, menangis, dll
c.   Emosi adalah sesuatu yang dirasakan. Misalnya: jengkel, kecewa, senang
d.  Emosi juga merupakan suatu motif, sebab mampu mendorong individu untuk berbuat sesuatu kalau indivisu beremosi senang. Kalau tidak senang maka tidak akan melakukan sesuatu.

Beberapa hal yang harus diketahui tentang emosi adalah:
1.  Kita masing-masing berbeda dalam kemampuan dan kemauan untuk membicarakan emosi kita dengan orang lain. Hal ini sangat tergantung dengan faktor lingkungan, budaya, pola asuh orang tua, pengalaman, dll.
2.  Banyak orang memandang emosi seperti rasa marah, bersalah, malu, iri dan benci sebagai emosi yang negatif. Rata-rata orang lebih suka menyatakan rasa gembira dan cinta saja, sedangkan rasa yang dianggap negatif disimpan saja.
3.  Akan lebih baik kita berusaha untuk menemukan seseorang yang bijaksana dan care yang siap untuk mendengarkan emosi yang kita alami. Kita bebas memilih kapan kita ingin mengungkapkannya dan kapan tidak, supaya emosi-emosi itu dapat dimanfaatkan untuk membahagiakan hidup kita.
4.  Kita merupakan makhluk sosial, kita butuh orang lain. Kalau kita dapat menyatakan emosi kita kepada orang yang kita cintai (sahabat, orang tua, guru, dll), maka hubungan kita akan eart dengannya.
5.  Penelitian ilmiah membuktikan bahwa kalau kita dapat bersikap terbuka dan assetif terhadap lingkungan, maka kita akan terhindar dari stress/depresi.

6.  Cara berpikir kita membantu kita mempergunakan emosi dengan baik. Perasaan yang tidak enak/negatif sering berasal dari pemikiran yang salah tentang suatu masalah, atau salah pengertian terhadap suatu sikap orang lain kepada kita.

Tidak ada komentar: