Sebelum kita membahas ke
hal emosi, kita tinjau dulu apa itu perasaan. Perasaan (feeling) dapat
mempunyai dua arti. Secara fisiologis perasaan dapat berarti penginderaan, ia
merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar.
Dalam arti psikologis perasaan mempunyai arti menilai, yaitu penilaian terhadap
suatu hal.
Emosi mempunyai arti
agak berbeda dengan perasaan. Di dalam pengertian emosi sudah tergandung unsur
perasaan yang dalam (intense). Emosi dapat timbul dari kombinasi
beberapa perasaan. Dengan kata lain, perasaan merupankan bagian dari emosi. Emosi
merupakan suasana kesadaran dari individu.
Salah satu teori emosi
dikemukakan oleh Harvey Cau yaitu Teori Organic Readjusment, yang
artinya “emosi adalah penyesuaian organis yang timbul secara otomatis pada
manusia/individu dalam menghadapi situasi-situasi tertentu. Emosi akan mudah
dikenal dan dirumuskan hanya dalam hubungan dengan situasi simana emosi itu
timbul.
JB. Watson menyatakan
bahwa pada manusia (anak kecil) mempunyai tiga emosi dasar, yaitu:
a.
Takut, yang dalam perkembangan selanjutnya
bisa menjadi cemas
b.
Kemarahan, akan berkembang antara lain
menjadi marah
c.
Cinta, yang akan berkembang menjadi
simpati
Aspek-aspek emosi
menurut CT. Morgan, antara lain:
a.
Emosi adalah sesuatu yang sangat erat
hubungannya dengan kondisi tubuh. Misalnya: denyut jantung, sirkulasi darah,
dan pernapasan
b.
Emosi adalah sesuatu yang dilakukan atau
diekspresikan. Misalnya: tertawa, tersenyum, menangis, dll
c.
Emosi adalah sesuatu yang dirasakan.
Misalnya: jengkel, kecewa, senang
d.
Emosi juga merupakan suatu motif, sebab
mampu mendorong individu untuk berbuat sesuatu kalau indivisu beremosi senang.
Kalau tidak senang maka tidak akan melakukan sesuatu.
Beberapa hal yang harus diketahui tentang emosi adalah:
1.
Kita masing-masing berbeda dalam kemampuan
dan kemauan untuk membicarakan emosi kita dengan orang lain. Hal ini sangat
tergantung dengan faktor lingkungan, budaya, pola asuh orang tua, pengalaman,
dll.
2.
Banyak orang memandang emosi seperti rasa
marah, bersalah, malu, iri dan benci sebagai emosi yang negatif. Rata-rata
orang lebih suka menyatakan rasa gembira dan cinta saja, sedangkan rasa yang
dianggap negatif disimpan saja.
3.
Akan lebih baik kita berusaha untuk
menemukan seseorang yang bijaksana dan care yang siap untuk mendengarkan emosi
yang kita alami. Kita bebas memilih kapan kita ingin mengungkapkannya dan kapan
tidak, supaya emosi-emosi itu dapat dimanfaatkan untuk membahagiakan hidup
kita.
4.
Kita merupakan makhluk sosial, kita butuh
orang lain. Kalau kita dapat menyatakan emosi kita kepada orang yang kita
cintai (sahabat, orang tua, guru, dll), maka hubungan kita akan eart dengannya.
5.
Penelitian ilmiah membuktikan bahwa kalau
kita dapat bersikap terbuka dan assetif terhadap lingkungan, maka kita akan
terhindar dari stress/depresi.
6.
Cara berpikir kita membantu kita
mempergunakan emosi dengan baik. Perasaan yang tidak enak/negatif sering
berasal dari pemikiran yang salah tentang suatu masalah, atau salah pengertian
terhadap suatu sikap orang lain kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar