A. Pencahayaan
Manfaat pencahayaan :
1.
Membantu manusia untuk melihat suatu objek
dalam konteks melakukan pekerjaan yang membutuhkan kontrol dari mata
2.
Menciptakan efek dekoratif
Jenis pencahayaan :
1.
Pencahayaan alam, bertujuan untuk
menonjolkan citra natural pada ruang dengan memanipulasikannya.
2.
Pencahayaan buatan, umum digunakan bila
pencahayaan alam tidak cukup untuk menerangi kebutuhan pengontrolan oleh mata
dalam melakukan aktivitas dalam ruang.
Metoda pencahayaan :
1.
Pencahayaan umum, digunakan bila kebutuhan
pengontrolan dengan mata terhadap aktivitas kerja sangat luas dan bervariasi.
Terutama untuk sirkulasi gerak orang dalam ruang cukup tinggi.
2.
Pencahayaan tambahan, digunakan bila
pencahayaan umum tidak memadai, atau bila ada fungsi khusus yang memerlukan
pencahayaan tersendiri untuk membuatnya berbeda dengan suasana pencahayaan
sekelilingnya.
Teknik pencahayaan :
1. Cahaya yang disemburkan, umum digunakan untuk cahaya berada diluar objek
pengamatan, sehingga obyek tersebut perlu diterangi. Semburan cahaya umum
dipergunakan untuk menerangi area yang luas, baik didalam maupun diluar ruang;
yang perlu diperhatikan, bagaimana mengatur: perangkat pencahayaan, varian
bentuk lampu sebagai sumber cahaya, sistem reflektor, intensitas iluminasi,
jarak sumber cahaya ke bidang obyek yang tidak menimbulkan gangguan pada
pelihat.
2. Cahaya internal, umum digunakan untuk display
visual, dimana sumber cahaya berada di dalam atau merupakan bagian dari display
tersebut. Bertujuan untuk menghasilkan pengontrolan yang lebih akurat dari
aspek teknis. Cahaya Internal digunakan khusus dalam:
a.
Sistem pertanda indoor dan outdoor
b.
Sistem kontrol pada Dashboard kendaraan
Tingkat pencahayaan, berhubungan dengan intensitas sumber cahaya.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah bahwa semakin tinggi intensitas
cahaya akan semakin tinggi pula glare (pantulan) yang
ditimbulkan dan semakin sulit pula bagi pelihat untuk mengontrol suatu obyek
atau bidang secara visual dan sebaliknya.
B. Warna
Fungsi warna:
1.
Jangka pendek, menciptakan kontras warna
dan mengesiapkan warna dengan lingkungan kerja untuk pertimbangan keamanan,
pengontrolan kerja oleh mata.
2.
Jangka panjang, menciptakan efek
psikologis lingkungan kerja yang optimal sesuai dengan aktivitas kerja yang
dilakukan.
Dalam menciptakan kontras
warna, perlu dipertimbangkan pewarnaan bidang yang luas dan bidang yang
sempit. Untuk bidang yang luas warna yang dipilih sebaiknya mempunyai daya
pantul yang merata.warna-warna primer (menyala) sebaiknya jangan
digunakan pada bidang atau obyek yang luas, karena akan mengakibatkan
ketegangan pada retina secara lokal serta menghasilkan citra ikutan.
Jadi dalam merancang
ruangan serta peralatan kerja perlu mempertimbangkan kontras warna antara
komponen-komponen yang ada dengan peralatannya. Stress atau kelelahan pada
mata disebut juga kelelahan visual, ini timbul sebagai stress
intensif dari fungsi-fungsi mata terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan
yang perlu pengamatan secara teliti atau terhadap retina sebagai
akibat ketidak tepatan kontras.
Kelelahan visual ditandai
:
•
Rangsangan, berair dan memerahnya
konjuktiva
•
Melihat rangkap
•
Pening
•
Berkurangnya kemampuan akomodasi
•
Menurunnya ketajaman penglihatan, kepekaan
kontras dan kecepatan persepsi
Ditempat kerja warna
dipakai dengan maksud :
1.
Penciptaan kontras warna untuk maksud
tangkapan mata
2.
Pengadaan lingkungan psikologis yang
optimal, untuk tangkapan mata
3.
Semakin sedikit kontras warna adalah
semakin baik.
Konsep visibilitas (keadaan dapat dilihat), mata merupakan salah satu
indera paling penting dalam kehidupan manusia, karena berbagai jenis informasi
akan dapat dicerna dengan baik secara visual, jika mata manusia dalam keadaan
baik pula. Hampir sebagian besar kegiatan manusia dalam hidupnya akan berjalan
dengan baik, dengan adanya bantuan dari kerja alat visual tersebut (yaitu
mata).
Mata sebenarnya hanyalah organ yang bersifat penerima gelombang
cahaya saja, sedangkan persepsi yang kita dapatkan dari sesuatu
yang kita lihat, merupakan suatu bentuk kerja dari kortex visual yang
bertugas untuk persepsi visual yang sadar. Sistem yang terdiri dari mata,
otot dan alur saraf yang saling terkait tersebut disebut juga alat
visual/sistem visual.
Bidang visual pada manusia merupakan wilayah yang tampak pada saat
kepala dan mata tidak bergerak. Dalam hal ini kita hanya mampu memfokuskan
dengan tajam pada obyek yang berada didalam kerucut kecil dengan sudut visual 1
derajat. Meskipun jarak diperbesar dan objek menjadi terperinci dan makin
kabur, maka akan menerima cahaya dari area yang luas.
C. Iklim (Suhu dan Kelembaban)
Manusia adalah produk
jutaan tahun evolusi, dengan demikian, kita telah beradaptasi dengan banyak
kondisi, seperti misalnya, rentang perbedaan iklim dimana manusia tinggal
sangat ekstrim, dari kering-membeku hingga hutan panas-lembab dan gurun yang
panas-kering.
Perbedaan kondisi iklim
antara musim panas dan musim dingin pada lokasi tertentu dapat sebesar 55
derajat celcius atau lebih. Selain variasi kondisi iklim alami, terdapat juga
perbedaan yang disebabkan oleh teknologi, seperti cool storage, dan
kelembaban tinggi.
Kita membahas pentingnya
panas dan dingin, iklim adalah aspek lingkungan atmosfir kita. Iklim mempunyai
pengaruh besar kepada kenyamanan, kesehatan dan prestasi kerja kita, dan dapat
merupakan masalah dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, aspek-aspek lain
termasuk tekanan barometrik, ionisasi udara dan polusi udara.
Proses pertukaran panas, meskipun telah berevolusi jutaan tahun,
manusia pada prinsipnya telah beradaptasi melalui penyesuaain diri dengan
berbagai kondisi iklim. Kita membangun rumah untuk tempat bernaung, memakai
pakaian yang sesuai dan menyediakan pemanas dan pendingin udara. Tanpa
benda-benda tsb, manusia hanya dapat hidup disepanjang khatulistiwa dimana suhu
berkisar antara 28-30 derajat celcius.
Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu yang rumit, yang mencoba untuk
tetap menjaga kestabilan suhu internal sekitar 37 derajat celcius. Bayangkan
tubuh tersusun dari inti dan cangkang. Cangkang adalah bagian kulit
tubuh setebal kira-kira 2,55 cm, sementara Intinya adalah organ tubuh
utama (jantung, paru-paru, organ dalam dan otak). Suhu intilah yang dijaga
oleh sistem pengatur suhu.
Sistem pengatur suhu pada perinsipnya dikontrol oleh bagian otak yang
disebut hypothalamus, saraf sensitif-panas terdapat disekujur
tubuh termasuk kulit, otot dan perut. Hypothalamus itu sendiri
berisi neuron yang sensitif pada perubahan suhu darah. Mekanisme hypothalamus
pada dasarnya merupakan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah dalam
inti dan kulit, berkeringat dan menggigil.
Jalur pertukaran panas, terdapat empat jalur pertukaran panas antara
tubuh dan lingkungan sekitarnya:
1.
Konduksi
2.
Konveksi
3.
Radiasi
4.
Penguapan
Metabolisme akan selalu
positip karena panas dihasilkan proses. Evaporasi selalu negatip sebab panas
selalu dilepaskan selama peroses berlangsung. Bila tubuh berada dalam
keseimbangan suhu, s sama dengan nol. Dalam kondisi tak seimbang, suhu tubuh
dapat meningkat (s positip) atau menurun (s negatip), dan bila ketak seimbangan
cukup ekstrim, dapat berakibat kematian.
Faktor lingkungan yang
mempengaruhi perubahan panas, proses perubahan panas sangat dipengaruhi
oleh empat kondisi lingkungan; suhu udara, kelembaban, aliran udara dan suhu
permukaan sekitar (temperatur ruang).
Dalam kondisi suhu udara
tinggi dan suhu ruang tinggi, panas yang hilang melalui konveksi dan radiasi
sangat sedikit, sehingga menyebabkan peningkatan panas tubuh. Dalam
situasi demikian sisa buangan panas dikeluarkan melalui penguapan, tapi bila
kelembaban juga tinggi, buangan panas melalui penguapan juga sedikit,
menyebabkan naiknya suhu tubuh.
Efek pakaian pada
pertukaran panas, pakaian yang dikenakan dapat mempunyai efek mendalam
pada proses pertukaran panas. Efek pakaian sebagai pelindung-lah yang
mengurangi buangan panas. Bila hawa dingin tentu saja pengurangan buangan panas
menguntungkan, tapi bila panas, pakaian mempengaruhi buangan panas dan dapat
merugikan.
D. Kebisingan
Kemajuan teknologi, banyak
menimbulkan masalah-masalah seperti : polusi, salah satu polusi yang
menyibukkan para ahli untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu;
bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki oleh telinga kita.
Tidak dikehendaki, karena,
terutama dalam jangka panjang, bunyi-bunyian tersebut dapat mengganggu ketenangan
kerja, merusak pendengaran dan dapat menimbulkan kesalahan komunikasi dll. Ada
tiga aspek yang menentukan kualitas suatu bunyi yang bisa menentukan tingkat
gangguan terhadap manusia, yaitu: lama, intensitas dan frekuensinya.
Makin lama, telinga
kita mendengarkan kebisingan, makin buruk akibatnya bagi kita. Intensitas, biasanya
diukur dengan satuan desibel (dB), yang menunjukkan besarnya arus energi
persatuan luas. Frekuensi, menunjukkan jumlah dari
gelombang-gelombang suara yang sampai ketelinga kita setiap detik (jumlah
getaran perdetik/Hz).
E. Getaran Mekanis
Getaran mekanis, dapat
diartikan sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan oleh alat-alat mekanis, yang
sebagian dari getaran ini sampai ketubuh kita dan menimbulkan akibat-akibat
yang tidak diinginkan pada tubuh kita. Besarnya getaran ini ditentukan
oleh intensitas (meter/detik) dan frekuensi getarnya (getar/detik).
Getaran mekanis pada
umumnya sangat mengganggu tubuh karena ketidak teraturannya, baik tidak teratur
dalam intensitas ataupun frekuensinya. Sedangkan alat-alat yang ada dalam tubuh
kitapun mempunyai frekuensi alami. Dimana alat yang satu berbeda
frekuensinya dengan satu alat yang lain.
Gangguan terbesar terhadap
suatu alat dalam tubuh terjadi apabila frekuensi alami ini beresonansi dengan
ferkuensi dari getaran mekanis. Secara umum getaran mekanis ini dapat
mengganggu tubuh dalam hal:
•
Mempengaruhi kosentrasi bekerja
•
Menyebabkan timbulnya beberapa penyakit;
gangguan terhadap mata, syaraf, peredaran darah, otot-otot dan tulang-tulang
dll.
F. Bau-bauan
Adanya bau-bauan disekitar
tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, apalagi bau-bauan tersebut
sangat menyengat sehingga mengganggu kosentrasi bekerja, apabila bau-bauan
tersebut terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Temperatur
dan kelembaban merupakan dua faktor yang mempengaruhi kepekaan penciuman.
Penggunaan AC yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menghilangkan bau-bauan yang mengganggu disekitar tempat kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar