Minggu, 03 Agustus 2014

Pengendalian Lingkungan

A. Pencahayaan
Manfaat pencahayaan :
1.  Membantu manusia untuk melihat suatu objek dalam konteks melakukan pekerjaan yang membutuhkan kontrol dari mata
2.  Menciptakan efek dekoratif

Jenis pencahayaan :
1.  Pencahayaan alam, bertujuan untuk menonjolkan citra natural pada ruang dengan memanipulasikannya.
2.  Pencahayaan buatan, umum digunakan bila pencahayaan alam tidak cukup untuk menerangi kebutuhan pengontrolan oleh mata dalam melakukan aktivitas dalam ruang.

Metoda pencahayaan :
1.  Pencahayaan umum, digunakan bila kebutuhan pengontrolan dengan mata terhadap aktivitas kerja sangat luas dan bervariasi. Terutama untuk sirkulasi gerak orang dalam ruang cukup tinggi.
2.  Pencahayaan tambahan, digunakan bila pencahayaan umum tidak memadai, atau bila ada fungsi khusus yang memerlukan pencahayaan tersendiri untuk membuatnya berbeda dengan suasana pencahayaan sekelilingnya.

Teknik pencahayaan :
1. Cahaya yang disemburkan, umum digunakan untuk cahaya berada diluar objek pengamatan, sehingga obyek tersebut perlu diterangi. Semburan cahaya umum dipergunakan untuk menerangi area yang luas, baik didalam maupun diluar ruang; yang perlu diperhatikan, bagaimana mengatur: perangkat pencahayaan, varian bentuk lampu sebagai sumber cahaya, sistem reflektor, intensitas iluminasi, jarak sumber cahaya ke bidang obyek yang tidak menimbulkan gangguan pada pelihat.
2. Cahaya internal, umum digunakan untuk display visual, dimana sumber cahaya berada di dalam atau merupakan bagian dari  display tersebut. Bertujuan untuk menghasilkan pengontrolan yang lebih akurat dari aspek teknis. Cahaya Internal digunakan khusus dalam:
a.   Sistem pertanda indoor dan outdoor
b.  Sistem kontrol pada Dashboard kendaraan

Tingkat pencahayaan, berhubungan dengan intensitas sumber cahaya. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah bahwa semakin tinggi intensitas cahaya akan semakin tinggi pula glare (pantulan) yang ditimbulkan dan semakin sulit pula bagi pelihat untuk mengontrol suatu obyek atau bidang secara visual dan sebaliknya.

B. Warna
Fungsi  warna:
1.  Jangka pendek, menciptakan kontras warna dan mengesiapkan warna dengan lingkungan kerja untuk pertimbangan keamanan, pengontrolan kerja oleh mata.
2.  Jangka panjang, menciptakan efek psikologis lingkungan kerja yang optimal sesuai dengan aktivitas kerja yang dilakukan.

        Dalam menciptakan kontras warna, perlu dipertimbangkan pewarnaan bidang yang luas dan bidang yang sempit. Untuk bidang yang luas warna yang dipilih sebaiknya mempunyai daya pantul yang merata.warna-warna primer (menyala) sebaiknya jangan digunakan pada bidang atau obyek yang luas, karena akan mengakibatkan ketegangan pada retina secara lokal serta menghasilkan citra ikutan.
        Jadi dalam merancang ruangan serta peralatan kerja perlu mempertimbangkan kontras warna antara komponen-komponen yang ada dengan peralatannya. Stress atau kelelahan pada mata disebut juga kelelahan visual, ini timbul sebagai stress intensif dari fungsi-fungsi mata terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan secara teliti atau terhadap retina sebagai akibat ketidak tepatan kontras.
        Kelelahan visual ditandai :
•    Rangsangan, berair dan memerahnya konjuktiva
•    Melihat rangkap
•    Pening
•    Berkurangnya kemampuan akomodasi
•    Menurunnya ketajaman penglihatan, kepekaan kontras dan kecepatan persepsi

         Ditempat kerja warna dipakai dengan  maksud :
1.  Penciptaan kontras warna untuk maksud tangkapan mata
2.  Pengadaan lingkungan psikologis yang optimal, untuk tangkapan mata
3.  Semakin sedikit kontras warna adalah semakin baik.

Konsep visibilitas (keadaan dapat dilihat), mata merupakan salah satu indera paling penting dalam kehidupan manusia, karena berbagai jenis informasi akan dapat dicerna dengan baik secara visual, jika mata manusia dalam keadaan baik pula. Hampir sebagian besar kegiatan manusia dalam hidupnya akan berjalan dengan baik, dengan adanya bantuan dari kerja alat visual tersebut  (yaitu mata).
Mata sebenarnya hanyalah organ yang bersifat penerima gelombang cahaya saja, sedangkan persepsi yang kita dapatkan dari sesuatu yang kita lihat, merupakan suatu bentuk kerja dari kortex visual yang bertugas untuk persepsi visual yang sadar. Sistem yang terdiri dari mata, otot dan alur saraf yang saling terkait tersebut disebut juga alat visual/sistem visual.
Bidang visual pada manusia merupakan wilayah yang tampak pada saat kepala dan mata tidak bergerak. Dalam hal ini kita hanya mampu memfokuskan dengan tajam pada obyek yang berada didalam kerucut kecil dengan sudut visual 1 derajat. Meskipun jarak diperbesar dan objek menjadi terperinci dan makin kabur, maka akan menerima cahaya dari area yang luas.

C. Iklim (Suhu dan Kelembaban)
        Manusia adalah produk jutaan tahun evolusi, dengan demikian, kita telah beradaptasi dengan banyak kondisi, seperti misalnya, rentang perbedaan iklim dimana manusia tinggal sangat ekstrim, dari kering-membeku hingga hutan panas-lembab dan gurun yang panas-kering.
        Perbedaan kondisi iklim antara musim panas dan musim dingin pada lokasi tertentu dapat sebesar 55 derajat celcius atau lebih. Selain variasi kondisi iklim alami, terdapat juga perbedaan yang disebabkan oleh teknologi, seperti cool storage, dan kelembaban tinggi.
        Kita membahas pentingnya panas dan dingin, iklim adalah aspek lingkungan atmosfir kita. Iklim mempunyai pengaruh besar kepada kenyamanan, kesehatan dan prestasi kerja kita, dan dapat merupakan masalah dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, aspek-aspek lain termasuk tekanan barometrik, ionisasi udara dan polusi udara.
Proses pertukaran panas, meskipun telah berevolusi jutaan tahun, manusia pada prinsipnya telah beradaptasi melalui penyesuaain diri dengan berbagai kondisi iklim. Kita membangun rumah untuk tempat bernaung, memakai pakaian yang sesuai dan menyediakan pemanas dan pendingin udara. Tanpa benda-benda tsb, manusia hanya dapat hidup disepanjang khatulistiwa dimana suhu berkisar antara 28-30 derajat celcius.
Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu yang rumit, yang mencoba untuk tetap menjaga kestabilan suhu internal sekitar 37 derajat celcius. Bayangkan tubuh tersusun dari inti dan cangkang. Cangkang adalah bagian kulit tubuh setebal kira-kira 2,55 cm, sementara Intinya adalah organ tubuh utama (jantung, paru-paru, organ dalam dan otak). Suhu intilah yang dijaga oleh sistem pengatur suhu.
Sistem pengatur suhu pada perinsipnya dikontrol oleh bagian otak yang disebut hypothalamus, saraf sensitif-panas terdapat disekujur tubuh termasuk kulit, otot dan perut. Hypothalamus itu sendiri berisi neuron yang sensitif pada perubahan suhu darah. Mekanisme hypothalamus pada dasarnya merupakan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah dalam inti dan kulit, berkeringat dan menggigil.
Jalur pertukaran panas, terdapat empat jalur pertukaran panas antara tubuh dan lingkungan sekitarnya:
1.       Konduksi
2.       Konveksi
3.       Radiasi
4.       Penguapan

        Metabolisme akan selalu positip karena panas dihasilkan proses. Evaporasi selalu negatip sebab panas selalu dilepaskan selama peroses berlangsung. Bila tubuh berada dalam keseimbangan suhu, s sama dengan nol. Dalam kondisi tak seimbang, suhu tubuh dapat meningkat (s positip) atau menurun (s negatip), dan bila ketak seimbangan cukup ekstrim, dapat berakibat kematian.
        Faktor lingkungan yang mempengaruhi perubahan panas, proses perubahan panas sangat dipengaruhi oleh empat kondisi lingkungan; suhu udara, kelembaban, aliran udara dan suhu permukaan sekitar (temperatur ruang).
        Dalam kondisi suhu udara tinggi dan suhu ruang tinggi, panas yang hilang melalui konveksi dan radiasi sangat sedikit, sehingga menyebabkan peningkatan panas tubuh. Dalam situasi demikian sisa buangan panas dikeluarkan melalui penguapan, tapi bila kelembaban juga tinggi, buangan panas melalui penguapan juga sedikit, menyebabkan naiknya suhu tubuh.
        Efek pakaian pada pertukaran panas, pakaian yang dikenakan dapat mempunyai efek mendalam pada proses pertukaran panas. Efek pakaian sebagai pelindung-lah yang mengurangi buangan panas. Bila hawa dingin tentu saja pengurangan buangan panas menguntungkan, tapi bila panas, pakaian mempengaruhi buangan panas dan dapat merugikan.

D. Kebisingan
        Kemajuan teknologi, banyak menimbulkan masalah-masalah seperti : polusi, salah satu polusi yang menyibukkan para ahli untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu; bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki oleh telinga kita.
        Tidak dikehendaki, karena, terutama dalam jangka panjang, bunyi-bunyian tersebut dapat mengganggu ketenangan kerja, merusak pendengaran dan dapat menimbulkan kesalahan komunikasi dll. Ada tiga aspek yang menentukan kualitas suatu bunyi yang bisa menentukan  tingkat gangguan terhadap manusia, yaitu: lama, intensitas dan frekuensinya. 
        Makin lama, telinga kita mendengarkan kebisingan, makin buruk akibatnya bagi kita. Intensitas, biasanya diukur dengan satuan desibel (dB), yang menunjukkan besarnya arus energi persatuan luas. Frekuensi, menunjukkan jumlah dari gelombang-gelombang suara yang sampai ketelinga kita setiap detik (jumlah getaran perdetik/Hz).

E. Getaran Mekanis
        Getaran mekanis, dapat diartikan sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan oleh alat-alat mekanis, yang sebagian dari getaran ini sampai ketubuh kita dan menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan pada tubuh kita. Besarnya getaran ini ditentukan oleh intensitas (meter/detik) dan frekuensi getarnya (getar/detik).
        Getaran mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh karena ketidak teraturannya, baik tidak teratur dalam intensitas ataupun frekuensinya. Sedangkan alat-alat yang ada dalam tubuh kitapun mempunyai frekuensi alami. Dimana alat yang satu berbeda frekuensinya dengan satu alat yang lain.
        Gangguan terbesar terhadap suatu alat dalam tubuh terjadi apabila frekuensi alami ini beresonansi dengan ferkuensi dari getaran mekanis. Secara umum getaran mekanis ini dapat mengganggu tubuh dalam hal:
•    Mempengaruhi kosentrasi bekerja
•    Menyebabkan timbulnya beberapa penyakit; gangguan terhadap mata, syaraf, peredaran darah, otot-otot dan tulang-tulang dll.

F. Bau-bauan

        Adanya bau-bauan disekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, apalagi bau-bauan tersebut sangat menyengat sehingga mengganggu kosentrasi bekerja, apabila bau-bauan tersebut terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Temperatur dan kelembaban merupakan dua faktor yang mempengaruhi kepekaan penciuman. Penggunaan AC yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang mengganggu disekitar tempat kerja.

Tidak ada komentar: