-
Hemoglobin (Hb)
-
Hematokrit
-
Besi serum
-
Ferritin serum (Sf)
-
Transferring saturation (TS)
-
Free erycytes protophophyrin (FEP)
-
Unsaturated iron-binding capacity cerum
Hemoglobin (Hb)
Hemoglobin adalah
parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia.
Metode:
-
Metode Sahli
Pemeriksaan di daerah
yang belum mempunyai peralatan canggi atau pemeriksaan di lapangan. Metode
Sahli ini memadai dan bila pemeriksaannya telah terlatih hasilnya dapat
diandalkan.
-
Metode Cyanmethemoglobin
Saat ini masih cukup
mahal, sehingga belum semua laboratorium memilikinya
Penilaian status protein
Di dalam darah ada tiga
fraksi protein, yaitu:
-
Albumin: kadar normalnya = 3,5-5 gram/100 ml
-
Globulin: kadar normalnya = 1,5-3 gram/100 ml
-
Fibrinogen: kadar normalnya = 0,2-0,6 gram/100 ml
KEP
Analisis biokimia yang
banyak diperhatikan adalah yang menyangkut nilai protein tertentu dalam darah
atau hasil metabolit dari protein yang beredar dalam darah dan yang dikeluarkan
bersama-sama urin.
GAKY
Pemeriksaan kadar tyroid
stimulating hormone (TSH dalam darah). Pemeriksaan dengan mengukur eksresi
yodium dalam darah. Tingkat keparahan gondok endemik yang disebabkan defisiensi
yodium diklasifikasikan menurut eksresi iodium dalam urin (μg/gr kreatinin)
tahapan dari pada keparahan tersebut adalah:
-
Tahap 1: gondok endemik dengan rata-rata lebih dari 50 μg/gr
kreatinin di dalam urin. Pada keadaan ini suplai hormon tiroid cukup untuk
perkembangan fisik dan mental yang normal
-
Tahap 2: gondok endemik dengan eksresi yodium dalam urin rata-rata
25-50 μg/gr kreatinin pada kondisi ini sekresi hormon tiroid boleh jadi tidak
cukup, sehingga menanggung resiko hipotiroidisme tetapi tidak sampai ke
kreatinisme
-
Tahap 3: gondok endemik dengan rata-rata eksresi yodium dalam urin
kurang dari 25 mg/gr kreatinin. Pada kondisi ini populasi memiliki resiko
menderita kreatinisme.
Kelemahan pemeriksaan
biokimia
-
Pemeriksaan biokimia hanya dilakukan setelah timbulnya gangguan
metabolisme
-
Membutuhkan biaya yang lebih mahal
-
Dalam melakukan pemeriksaan diperlukan tenaga ahli
-
Kurang praktis dilakukan di lapangan, hal ini karena pada umumnya
pemeriksaan laboratorium memerlukan peralatan yang tidak mudah dibawa
kemana-mana
-
Pada pemeriksaan tertentu spesimen sulit untuk diperoleh, misalnya
penderita tidak bersedia diambil darahnya
- Membutuhkan peralatan dan bahan yang lebih banyak dibandingkan
dengan pemeriksaan lain
- Belum ada keseragaman dalam memilih reference (nilai normal). Pada
beberapa reference nilai normal tidak selalu dikelompokkan menurut kelompok
umur yang lebih rinci
- Dalam beberapa penentuan pemeriksaan laboratorium memerlukan
peralatan laboratorium yang hanya terdapat di laboratorium pusat, sehingga di
daerah tidak dapat dilakukan.
Keunggulan pemeriksaan
biokimia
-
Dapat mendeteksi defisiensi zat gizi lebih
- Hasil dari pemeriksaan biokimia lebih objektif. Hal ini karena
menggunakan peralatan yang selalu ditera dan pada pelaksanaannya dilakukan oleh
tenaga ahli
-
Dapat menunjang hasil pemeriksaan metode lain dalam penilaian
status gizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar