Jumat, 08 Agustus 2014

Air dan Kesehatan

Syarat Air Minum Sehat
Persyaratan air minum yang sehat, antara lain:
1.  Syarat fisik
Persyaratan fisik air minum yang sehat adalah jernih, tak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
2.  Syarat kimia
Tidak mengandung zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan seperti zat-zat racun dan tidak mengandung mineral-mineral serta zat-zat organik lebih tinggi dari jumlah yang telah ditentukan.
3.  Syarat bakteriologis
Tidak mengandung mikroorganisme patogen.

Siklus Hidrologi
          Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan atau siklus alami yang mengatur tersedianya air permukaan dan air tanah. Pemanasan air samudra oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus-menerus. Air berevaporasi kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.
Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara terus-menerus dalam tiga cara yang berbeda, antara lain:
1.  Evaporasi/transpirasi
Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan, salju, dan es.
2.  Infiltrasi/perkolasi ke dalam tanah
Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
3.  Air permukaaan
Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah maka aliran permukaan semakin besar.

          Proses yang terjadi di dalam siklus hidrologi, antara lain:
1.  Presipitasi, yaitu proses mengembunnya uap air menjadi hujan dan jatuh menuju bumi.
2.  Evaporasi, yaitu proses menguapnya air dari daratan dan lautan menuju atmosfer bumi.
3.  Transpirasi, yaitu proses menguapnya air dari tanaman.
4.  Infiltrasi/perkolasi, yaitu proses masuknya air ke dalam tanah yang menyusup melalui pori-pori tanah.
5.  Surface stream flow, yaitu aliran air di permukaan bumi dari daratan ke sungai kemudian akhirnya ke laut.
6.  Interflow, yaitu aliran air yang masuk ke dalam tanah tetapi kemudian segera kembali keluar dan menuju sungai.
7.  Groundwater, yaitu air yang tersimpan di dalam tanah atau di antara lapisan-lapisan tanah.

Pengolahan Air Minum
1.  Pengolahan air minum secara sederhana
a.   Pengolahan secara alami, dalam bentuk storage beberapa jam kemudian akan terjadi kongulasi dari zat-zat yang terdapat di dalam air dan akhirnya akan mengendap.
b.  Pengolahan air dengan menyaring, , dilakukan dengan menggunakan kerikil, ijuk, dan pasir.
c.   Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia, menggunakan tawas yang berfungsi untuk kongulasi dan mempercepat pengendapan. Penggunakan klor untuk membunuh bibit penyakit yang ada di dalam air.
d.  Pengolaha air dengan mengalirkan udara, tujuannya untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak.
e.   Pengolahan air dengan cara memanaskan sampai mendidih.
2.  Dilihat dari segi konsumennya
a.   Pengolahan air minum untuk umum
a)  Penampungan air hujan, menggunakan dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat.
b)  Penampungan air sungai, dengan menggunakan dua buah bak penampungan, bak I diberi saringan kerikil, ijuk, dan pasir, kemudian dialirkan ke bak penampungan II yang dibubuhkan tawas dan klor. Agar terbebas dari bakteri, bila akan diminum direbus terlebih dahulu.
c)   Pengolahan mata air, dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindung tersebut.
b.  Pengolahan air minum untuk rumah tangga
a)  Air sumur gali tanpa pompa, dinding sumur 3 m dalamnya dari permukaan tanah dibuat dari tembok yang disemen agar perembesan air tak terjadi dari lapisan ini (bakteri hanya dapat hidup di lapisan tanah sampai 3 m di bawah tanah), 1,5 m dinding berikutnya (sebelah bawahnya) dibuat dari bata yang tidak ditembok, untuk bidang perembesan dan agar bila ditimba dinding sumur tidak runtuh. Di atas tanah dibuat dinding tembok yang kedap air setinggi minimal 70 cm, untuk mencegah pengotoran dari air permukaan. Lantai sumur yang ditembok (kedap air) ± 1,5 m lebarnya dari dinding sumur, dibuat agak miring dan ditinggikan 20 cm di atas permukaan tanah, bentuknya bulat atau segiempat. Dasar sumur diberi kerikil agar airnya tidak keruh saat ditimba. Permukaan tanah sekitar bangunan sumur dibuat miring untuk memudahkan pengeringan. Saluran pembuangan air limbah dari sekitar sumur dibuat dari tembok yang kedap air dan panjangnya sekurang-kurangnya 10 meter.
b)  Sumur gali yang dilengkapi pompa, pembuatannya sama dengan sumur gali tanpa pompa hanya di sini air sumur diambil dengan menggunakan pompa.
c)   Sumur pompa, saringan atau pipa-pipa yang berlubang berada di dalam lapisan tanah yang mengandung air. Lapisan yang kedap air antara permukaan tanah dan pipa saringan ± 3 m. Lantai sumur yang kedap air ditinggikan 20 cm dari permukaan tanah dan lebarnya ± 1,5 m sekeliling pompa. Saluran pembuangan air limbah harus ditembok kedap air, minimal 10 m panjangnya. Air diambil dengan menggunakan pompa tangan atau listrik.
c.   Purifikasi air
a)  Purifikasi alami
Air permukaan selalu mengandung lumpur, bila didiamkan maka lumpurnya mengendaap, tapi yang diameternya kecil (halus) tak akan mengendap sehingga airnya kurang jernih. Penyimpanan air yang cukup lama mempunyai nilai purifikasi, untuk itu agar tempat penampungan air harus dijaga agar terhindar dari pengotoran.
b)  Purifikasi buatan melalui tiga proses secara bertahap
-       Proses koagulasi (penggumpalan), dengan penambahan zat aluminium sulfat dosis 10 gr/100 L dan tawas dosis 20 gr/100 L, dapat menggumpalkan/memperbesar diameter lumpur halus dalam waktu kurang dari 5 menit. Untuk menetralkan asam yang terbentuk ditambahkan kalsium karbonat sebanyak 10 gr/100 L air.
-       Proses filtrasi (penyaringan), menggunakan sand filter dalam bejana yang berisi kerikil dengan butiran-butiran sebesar ± 0,5 cm dan setebal 5 cm. Pasir dengan butiran sebesar 0,5-1 mm dan setebal 15 cm yang diletakkan di atas lapisan kerikil. Sebelumnya dicuci terlebih dahulu agar bebas dari lumpur.
-       Proses desinfeksi (penyucihamaan), desinfektan yang sering dipergunakan adalah kaporit dengan dosis 1 gr/100 L air, semakin banyak semakin keras pula baunya, tapi daya guna mematikan mikroba patogennyasemakin kuat pula. Untuk menghilangkan bau dapat digunakan saringan arang aktif atau arang batok kelapa yang akan lebih kuat daya serapnya jika dikukus terlebih dahulu selama 1 jam.

Sumber:

Hasyim. Hamzah. 2010. Modul Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.

Tidak ada komentar: