Sebagian
besar ahli psikologi sosial berpendapat bahwa sikap terbentuk dari pengalaman
melalui proses belajar. Sikap terbentuk setelah individu mengadakan
internalisasi:
a. Observasi dan pengalaman
pribadi
b. Perbandingan pengalaman
yang mirip dengan respon yang diberikannya, serta hasil dari reaksi terhadap
dirinya
c. Pengalaman yang
melibatkan emosional
d. Mengadakan perbandingan
antara sesuatu yang dihadapinya dan pengalaman orang lain yang lebih
berpengalaman
Pembentukkan
dan perubahan sikap berlangsung dalam interaksi manusia/interaksi sosial
(faktor ekstern: media massa, pendidikan, dll) dan selektivitasnya sendiri,
daya pilihannya atau minatnya untuk menerima dan mengolah berbagai pengaruh
luar.
Pengaruh
sikap tergantung:
a. Kesiapan seseorang untuk
menerikam resiko pengaruh dari luar
b. Karena ketika sikap
berubah menyebabkan perubahan diri dan perubahan pada masyarakat dan budaya
c. Seiring dengan pengaruh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Hubungan
sikap dan perilaku
1. Postulat konsistensi
Sikap merupakan petunjuk
yang cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila
ia dihadapkan pada suatu objek sikap postulat variasi independen. Sikap dan
perilakuk merupakan dua dimensi dalam diri individu yang berdiri sendiri,
terpisah, dan berbeda.
2. Postulat konsistensi
tergantung
Hubungan sikap dan
perilaku sangat ditentukan oleh faktor-faktor situasional (norma-norma,
peranan, keanggotaan kelompok, kebudayaan, dsb merupakan kondisi ketergantungan
yang dapat mengubah hubungan sikap dan perilaku).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar