Senin, 04 Agustus 2014

Psikologi Kesehatan

A. Definisi Psikologi
Psikologi berasal dari bahasa Yunani (Psyche = jiwa, roh, sukma; Logos = ilmu pengetahuan/studi). Jadi pengertian psikologi secara etiologi adalah ilm/studi tentang jiwa, definisi ini bertahan cukup lama ketika psikologi masih merupakan cabang ilmu filsafat.
Pada era modern, para ahli mencoba mendefinisikan lagi, karena jiwa adalah sangat abstrak dan tidak dapat dilihat dengan panca indera. Menurut Mussen dan Resenzurieg “Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.” Sedangkan menurut Woodworth dan Marquis “Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku individu dalam hubungannya dengan alam sekitar. Jadi, psikologi secara operasional adalah ilmu pengetahuan (science) yang meneliti dan mengkaji tingkah laku/kegiatan manusia dalam hubungannya dengan manusia.
Ada terdapat tiga unsur, yaitu:
1.  Ilmu pengetahuan (science)
2.  Tingkah laku/kegiatan
a.   Kegiatan motoris (motoris activity), meliputi kegiatan individu yang dinyatakan dalam gerakan-gerakan atau perbuatan jasmaniah, misalnya: makan, minum, berjalan, mengendarai mobil, memukul, berlari, dsb. Kegiatan motoris ini pada umumnya dapat dilihat dengan segera karena nampak (terbuka).
Kegiatan ini ada yang disadari dan tidak disadari. Yang disadari karena ada perintah dari pusat susunan urat saraf atau otak, sedang yang tidak disadari tidak ada perintah dari pusat susunan urat saraf atau otak, kegiatan ini merupakan kegiatan refleks.
b.  Kegiatan kognitif (cognitive activity), kegiatan ini merupakan kegiatan individu yang berhubungan dengan pengenalan, pemahaman, penalaran, serta penyadaran tentang dunia luar, tentang lingkungan sekitarnya. Misalnya: mengindera, mengamati, berpikir, menghapal, melihat, belajar memecahkan masalah, dsb.
c.   Kegiatan konatif (conative activity), merupakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan motif atau dorongan-dorongan individu untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya: harapan, kehendak, cita-cita, motif, dsb. Kegiatan konatif ini merupakan kegiatan yang tertutup (inner activity). Oleh karena itu seringkali tidak nampak keluar.
d.  Kegiatan affektif (affective activity), merupakan kegiatan yang memanifestasikan penghayatan suatu emosi atau perasaan tertentu. Misalnya: cinta, benci, gembira, takut, mengagumi, dsb.
3.  Lingkungan, tempat di mana manusia hidup, beiteraksi, menyesuaikan dirinya dan mengembangkan dirinya.

B. Tujuan dan Manfaat Mempelajari Psikologi
Psikologi dibutuhkan atau dipelajari oleh mereka yang dalam tugas dan jabatannya akan bekerja bersama orang lain atau oleh mereka yang dalam kehidupannya selalu berhubungan dan bersama orang lain. Contoh: guru, komandan, pimpinan perusahaan, dsb.
Psikologi dapat membantu seseorang agar dia dapat lebih memahami individu, baik individu yang lain, maupun individu diri sendiri. Selain itu juga bisa memberikan perlakuan tepat pada masing-masing supaya hubungan sosial kita baik.

C. Hubungan Psikologi dengan Disiplin Ilmu Lainnya
1.  Hubungan psikologi dan sosiologi
Psikologi àtingkah laku/kegiatan manusia selaku anggota masyarakat dalam hubungannya dengan yang lain.
Sosiologi à hidup kelompok/pembentukkan organisasi
Jadi bantuan sosiologi terhadap psikologi adalah dalam usaha pemahaman mengenai faktor lingkungan sosial.
2.  Hubungan psikologi dan antropologi
Aspek sosial budaya yang melatarbelakangi atau menyebabkan penyakit jiwa à antropologi
3.  Hubungan psikologi dan ilmu pendidikan

Ada hubungan timbal balik, ilmu pendidikan memberikan bimbingan hidup kemudian didukung oleh psikologi perkembangan.

Tidak ada komentar: