A. Definisi Psikologi
Psikologi berasal dari
bahasa Yunani (Psyche = jiwa, roh, sukma; Logos = ilmu pengetahuan/studi). Jadi pengertian
psikologi secara etiologi adalah ilm/studi tentang jiwa, definisi ini bertahan
cukup lama ketika psikologi masih merupakan cabang ilmu filsafat.
Pada era modern, para
ahli mencoba mendefinisikan lagi, karena jiwa adalah sangat abstrak dan tidak
dapat dilihat dengan panca indera. Menurut Mussen dan Resenzurieg “Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.” Sedangkan menurut
Woodworth dan Marquis “Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah
laku individu dalam hubungannya dengan alam sekitar. Jadi, psikologi secara
operasional adalah ilmu pengetahuan (science) yang meneliti dan mengkaji
tingkah laku/kegiatan manusia dalam hubungannya dengan manusia.
Ada terdapat tiga unsur,
yaitu:
1.
Ilmu pengetahuan (science)
2.
Tingkah laku/kegiatan
a.
Kegiatan motoris (motoris activity),
meliputi kegiatan individu yang dinyatakan dalam gerakan-gerakan atau perbuatan
jasmaniah, misalnya: makan, minum, berjalan, mengendarai mobil, memukul,
berlari, dsb. Kegiatan motoris ini pada umumnya dapat dilihat dengan segera
karena nampak (terbuka).
Kegiatan ini ada yang
disadari dan tidak disadari. Yang disadari karena ada perintah dari pusat
susunan urat saraf atau otak, sedang yang tidak disadari tidak ada perintah
dari pusat susunan urat saraf atau otak, kegiatan ini merupakan kegiatan
refleks.
b.
Kegiatan kognitif (cognitive activity),
kegiatan ini merupakan kegiatan individu yang berhubungan dengan pengenalan,
pemahaman, penalaran, serta penyadaran tentang dunia luar, tentang lingkungan
sekitarnya. Misalnya: mengindera, mengamati, berpikir, menghapal, melihat,
belajar memecahkan masalah, dsb.
c.
Kegiatan konatif (conative activity),
merupakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan motif atau dorongan-dorongan
individu untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya: harapan, kehendak, cita-cita,
motif, dsb. Kegiatan konatif ini merupakan kegiatan yang tertutup (inner
activity). Oleh karena itu seringkali tidak nampak keluar.
d.
Kegiatan affektif (affective activity),
merupakan kegiatan yang memanifestasikan penghayatan suatu emosi atau perasaan
tertentu. Misalnya: cinta, benci, gembira, takut, mengagumi, dsb.
3.
Lingkungan, tempat di mana manusia hidup,
beiteraksi, menyesuaikan dirinya dan mengembangkan dirinya.
B. Tujuan dan Manfaat Mempelajari
Psikologi
Psikologi dibutuhkan
atau dipelajari oleh mereka yang dalam tugas dan jabatannya akan bekerja
bersama orang lain atau oleh mereka yang dalam kehidupannya selalu berhubungan
dan bersama orang lain. Contoh: guru, komandan, pimpinan perusahaan, dsb.
Psikologi dapat membantu
seseorang agar dia dapat lebih memahami individu, baik individu yang lain,
maupun individu diri sendiri. Selain itu juga bisa memberikan perlakuan tepat
pada masing-masing supaya hubungan sosial kita baik.
C. Hubungan Psikologi dengan Disiplin Ilmu
Lainnya
1.
Hubungan psikologi dan sosiologi
Psikologi àtingkah laku/kegiatan manusia selaku anggota masyarakat dalam hubungannya
dengan yang lain.
Sosiologi à hidup kelompok/pembentukkan organisasi
Jadi bantuan sosiologi
terhadap psikologi adalah dalam usaha pemahaman mengenai faktor lingkungan
sosial.
2.
Hubungan psikologi dan antropologi
Aspek sosial budaya yang
melatarbelakangi atau menyebabkan penyakit jiwa à antropologi
3.
Hubungan psikologi dan ilmu pendidikan
Ada hubungan timbal balik, ilmu pendidikan
memberikan bimbingan hidup kemudian didukung oleh psikologi perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar