Sabtu, 02 Agustus 2014

Air Buangan/Limbah dan Kesehatan

Pengertian
Air buangan/limbah adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri, maupun tempat-tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan manusia serta menganggu lingkungan hidup. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, air buangan/limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.

Sumber air limbah/buangan
1. Domestic wastes water, berasal dari pemukiman penduduk, pada umumnya terdiri dari eksreta, air bekas cucian dapur dan kamar mandi dan pada umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.
2. Industrial wastes water, zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku masing-masing industri, seperti nitrogen, sulfida, amoniak, mineral, logam-logam berat, zat pelarut, dan sebagainya sehingga pengolahannya pun menjadi lebih rumit.
3. Municipal wastes water, air buangan dari perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, dan tempat-tempat umum. Pada umumnya zat yang terkandung sama dengan domestic wastes water.

Volume air limbah di masyarakat
-       Kebiasaan manusia (banyak orang menggunakan air = air limbah akan banyak)
-      Pembuangan sistem kombinasi atau terpisak (kombinasi = 80-100 galon perkapita; terpisah = 25-50 galon perkapita)
-  Waktu (pagi hari = lebih banyak; siang hari = sedikit; malam = cenderung meningkat)

Air limbah industri
-       Sebagai air pendingin (memindahkan panas yang terjadi dari proses industri)
-       Sebagai transportasi bahan baku atau produksi
-       Sebagai air proses industri; umpan boiler dan pabrik minuman
-       Sebagai air pencuci dan membilas produk, gedung, dan instalasi

Karakteristik air limbah
1.   Karakter Fisika
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan padat tersuspensi.
2.   Karakter Kimia
Biasanya mengandung campuran zat-zat kimia organik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik yang berasal dari penguraian tinja, urine, dan sampah-sampah lainnya.
3.   Karakter Bakteriologis
Terdapat kandungan bakteri patogen serta organisme golongan E. coli.


Parameter air limbah
1.  Zat padat (total solid, suspensed solid, disolved solid)
2.  Zat organik
3.  Zat anorganik (logam; Pb, Cd, Mg)
4.  Gas (O2, CO2, N)
5.  Bakteri (E. coli)
6.  pH (kadar keasaman)
7.  Suhu, BOD, COD, dan Do

Dampak air limbah
1.  Menjadi transmisi bagi berbagai penyakit, terutama kolera, disentri baciler, typus abdominalis, dll.
2.  Menjadi media bagi berkembang biaknya mikroorganisme patogen.
3.  Tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.

4.  Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.

Pengelolaan air limbah
1.  Pengenceran (Disposal by Dillution)
Air limbah diencerkan sampai mencapai kosentrasi yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Cara ini hanya dapat dilaksanakan di tempat yang banyak air permukaannya, harus cukup O2 agar tidak bau.
2.  Kolam Oksidasi
Pemanfaatan sinar matahari, algae, bakteri, dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segiempat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari lokasi pemukiman dan di daerah terbuka, sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.
3.  Cresspool
Menyerupai sumur tapi fungsinya untuk pembuangan air limbah. Dibuat pada tanah yang berpasir agar air buangnya mudah meresap ke dalam tanah. Bagian atas ditembok agar tidak tembus air bila sudah penuh (± 6 bulan) lumpurnya diisap keluar atau sejak semula dibuat cresspool secara berangkai, sehingga bila yang satu penuh  airnya akan mengalir ke cresspool berikutnya.
4.  Irigasi
Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali dan air akan merembes masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut.
5.  Cara yang lainnya
Septic tank (anjuran WHO) yang terdiri atas ruang pembusukkan, ruang lumpur, dosing champber, dan bidang resapan.
Sistem riol (sewerage) yang proses pengolahannya dilakukan dengan cara penyaringan (screening), pengendapan (sedimentation), proses biologis, sand filter, desinfeksi, dan pengenceran.

Tujuan Pengolahan Limbah Cair
a.   Mengurangi jumlah padatan tersuspensi
b.  Mengurangi jumlah padatan terapung
c.   Mengurangi jumlah bahan organik
d.  Mengurangi bakteri patogen
e.   Mengurangi bahan kimia yang berbahay dan beracun
f.    Mengurangi unsur nutrisi (n dan p) yang berlebihan
g.   Mengurangi unsur lain yang dianggap dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem

Unit Proses Pengolahan Limbah Cair
1.  Pengelolaan tingkat pertama (Primary treatment)
Pemisahan antara bahan padatan dengan air
- Proses penyaringan (penyaringan polutan dan pembersihan alat filtrasi); saringan pasir lambat/cepat/multi media/percoal filter, mikrostaining, vacum filter.
- Sedimertasi : secara pravitasi, dapat ditambahkan bahan kimia untuk netral/koagulan (pengurangan kebutuhan oksigen pada proses selanjutnya)
2.  Pengelolaan tingkat kedua
Mengkoagulasi, hilangkan partikel koloid, dan stabilkan zat organik air limbah
-       Proses aerob (oksidasi)
-       Proses anaerob
3.  Pengelolaan tingkat ketiga (Tertiary treatment)
Menghilangkan nutrisi khususnya nitrat dan fosfat dan pemusnahan mikroorganisme pathogen

Sumber:
Hasyim. Hamzah. 2010. Modul Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.

Tidak ada komentar: