Pengertian
Air buangan/limbah adalah
sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri, maupun
tempat-tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat
yang membahayakan bagi kesehatan manusia serta menganggu lingkungan hidup. Sedangkan
menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, air buangan/limbah adalah
sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair.
Sumber air limbah/buangan
1.
Domestic wastes water, berasal dari pemukiman penduduk, pada umumnya terdiri dari
eksreta, air bekas cucian dapur dan kamar mandi dan pada umumnya terdiri dari
bahan-bahan organik.
2.
Industrial wastes water, zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi sesuai
dengan bahan baku masing-masing industri, seperti nitrogen, sulfida, amoniak,
mineral, logam-logam berat, zat pelarut, dan sebagainya sehingga pengolahannya
pun menjadi lebih rumit.
3.
Municipal wastes water, air buangan dari perkantoran, perdagangan, hotel, restoran,
dan tempat-tempat umum. Pada umumnya zat yang terkandung sama dengan domestic wastes water.
Volume air limbah di
masyarakat
- Kebiasaan manusia (banyak orang menggunakan air =
air limbah akan banyak)
- Pembuangan sistem kombinasi atau terpisak
(kombinasi = 80-100 galon perkapita; terpisah = 25-50 galon perkapita)
- Waktu (pagi hari = lebih banyak; siang hari =
sedikit; malam = cenderung meningkat)
Air limbah industri
-
Sebagai air pendingin (memindahkan panas yang terjadi dari proses
industri)
-
Sebagai transportasi bahan baku atau produksi
-
Sebagai air proses industri; umpan boiler dan pabrik minuman
-
Sebagai air pencuci dan membilas produk, gedung, dan instalasi
Karakteristik air limbah
1. Karakter Fisika
Sebagian besar terdiri
dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan padat tersuspensi.
2. Karakter Kimia
Biasanya mengandung
campuran zat-zat kimia organik yang berasal dari air bersih serta
bermacam-macam zat organik yang berasal dari penguraian tinja, urine, dan
sampah-sampah lainnya.
3. Karakter Bakteriologis
Terdapat kandungan
bakteri patogen serta organisme golongan E.
coli.
Parameter air limbah
1. Zat padat (total solid,
suspensed solid, disolved solid)
2. Zat organik
3. Zat anorganik (logam; Pb,
Cd, Mg)
4. Gas (O2, CO2, N)
5. Bakteri (E. coli)
6. pH (kadar keasaman)
7. Suhu, BOD, COD, dan Do
Dampak air limbah
1. Menjadi transmisi bagi
berbagai penyakit, terutama kolera, disentri baciler, typus abdominalis, dll.
2. Menjadi media bagi
berkembang biaknya mikroorganisme patogen.
3. Tempat berkembang biaknya
nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.
4. Menimbulkan bau yang
tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.
Pengelolaan air limbah
1. Pengenceran
(Disposal by Dillution)
Air
limbah diencerkan sampai mencapai kosentrasi yang cukup rendah kemudian baru
dibuang ke badan-badan air. Cara ini hanya dapat dilaksanakan di tempat yang
banyak air permukaannya, harus cukup O2 agar tidak bau.
2. Kolam Oksidasi
Pemanfaatan sinar
matahari, algae, bakteri, dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah
dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segiempat dengan kedalaman antara 1-2
meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam
harus jauh dari lokasi pemukiman dan di daerah terbuka, sehingga memungkinkan
sirkulasi angin dengan baik.
3.
Cresspool
Menyerupai sumur tapi
fungsinya untuk pembuangan air limbah. Dibuat pada tanah yang berpasir agar air
buangnya mudah meresap ke dalam tanah. Bagian atas ditembok agar tidak tembus
air bila sudah penuh (± 6 bulan) lumpurnya diisap keluar atau sejak semula
dibuat cresspool secara berangkai,
sehingga bila yang satu penuh airnya
akan mengalir ke cresspool
berikutnya.
4. Irigasi
Air limbah dialirkan ke
parit-parit terbuka yang digali dan air akan merembes masuk ke dalam tanah
melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut.
5. Cara yang lainnya
Septic tank (anjuran WHO)
yang terdiri atas ruang pembusukkan, ruang lumpur, dosing champber, dan bidang resapan.
Sistem riol (sewerage)
yang proses pengolahannya dilakukan dengan cara penyaringan (screening),
pengendapan (sedimentation), proses biologis, sand filter, desinfeksi,
dan pengenceran.
Tujuan Pengolahan Limbah Cair
a. Mengurangi jumlah padatan
tersuspensi
b. Mengurangi jumlah padatan
terapung
c. Mengurangi jumlah bahan
organik
d. Mengurangi bakteri
patogen
e. Mengurangi bahan kimia
yang berbahay dan beracun
f. Mengurangi unsur nutrisi
(n dan p) yang berlebihan
g. Mengurangi unsur lain
yang dianggap dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem
Unit Proses Pengolahan Limbah Cair
1. Pengelolaan tingkat
pertama (Primary treatment)
Pemisahan
antara bahan padatan dengan air
- Proses penyaringan
(penyaringan polutan dan pembersihan alat filtrasi); saringan pasir
lambat/cepat/multi media/percoal filter, mikrostaining,
vacum filter .
- Sedimertasi : secara
pravitasi, dapat ditambahkan bahan kimia untuk netral/koagulan (pengurangan
kebutuhan oksigen pada proses selanjutnya)
2. Pengelolaan tingkat kedua
Mengkoagulasi, hilangkan
partikel koloid, dan stabilkan zat organik air limbah
-
Proses aerob (oksidasi)
-
Proses anaerob
3. Pengelolaan tingkat ketiga
(Tertiary treatment)
Menghilangkan nutrisi
khususnya nitrat dan fosfat dan pemusnahan mikroorganisme pathogen
Sumber:
Hasyim. Hamzah. 2010. Modul Dasar-dasar
Kesehatan Lingkungan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar