Minggu, 03 Agustus 2014

Cerita Kertas Karbon Hitam

Adakah benda kenangan yang kalian punya dari masa kecil kalian?
Kalau aku ada, yaitu kertas karbon. Yapz, kertas karbon, kalian ngak salah baca^^. Kertas karbon yang aku maksud yaitu kertas warna hitam seukuran kertas F4 yang sering dipakai untuk membuat salinan naskah pada saat mengetik dengan menggunakan mesin tik. Kenapa benda sederhana ini sangat berharga buat aku, karena benda ini memiliki cerita sendiri saat aku mendapatkannya, dan juga benda ini sudah berulang kali hilang dan ngak tau kenapa saat aku teringat kembali dan mencarinya ngak berapa lama tanpa sengaja aku menemukannya kembali. Dan pada akhirnya, benda itu pun aku simpan rapi di tempat di mana aku bisa menemukannya.

Darimana aku mendapatkan satu helai kertas karbon hitam yang sangat berharga ini. Ini bermula saat aku duduk di bangku SD, pada saat itu ada satu mata pelajaran yang sering sekali menggambar peta dijadikan sebagi tugasnya. Maka jadilah saat itu, mau ngak mau aku harus menggambar peta yang sangat rumit dan detil itu. Aku bukannya ngak bisa gambar peta, namun terkadang sering nyerah duluan apalagi pas dapat gambar peta yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, karena dikerjakan dengan setengah hati jadinya dapat nilai ya rata-rata dan kadang ngak puas sendiri lihat gambar sendiri (T.T)

Akhirnya, setelah tanya-tanya ke beberapa teman yang memiliki gambar peta yang sangat bagus karena hampir mirip aku mendapatkan suatu cara, ternyata beberapa temanku itu ada yang menggunakan kertas karbon hitam untuk membantu dalam menggambar peta. Namun, aku bingung karena aku ngak punya kertas itu, dan tak disangka-sangka salah satu temenku ada yang nawarin tuk memberi kertas itu ke aku secara cuma-cuma. Inilah istimewanya, aku sungguh senang sekali mendapatkan kertas itu, selain karena emang lagi butuh juga karena yang ngasih itu adalah seseorang yang aku sukai saat itu^^. Rasanya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata dia baik dan perhatian banget sama aku (pikiran aku saat itu^^), saking berharganya itu kertas aku pake dengan sangat hati-hati biar nggak rusak dan aku simpan di dalam atlas biar nggak robek dan aku mudah menemukannya.


Setelah nggak ada tugas menggambar peta, keberadaan kertas ini pun sempat terlupa, baru beberapa tahun kemudian aku mengingat keberadaan kertas ini saat aku membutuhkan dan aku pun mencari kemana-mana atlas tempat aku menaruh kertas itu, tapi nggak ketemu. Aku pun putus asa, setelah mencoba melupakannya secara nggak sengaja aku ketemu atlas itu dan syukurlah aku mendapatkan kertas karbonku yang sangat berharga. Kejadian ini terjadi berulang-ulang dan pada akhirnya aku mendapatkan kembali kertas karbon ini dan aku pun memutuskan untuk menyimpan baik-baik kertas karbon ini, walaupun nggak dipake lagi sekarang siapa tahu nanti dibutuhkan lagian kenangan yang ada di dalam kertas karbon sederhana ini sangat tak ternilai.

Tidak ada komentar: