Senin, 04 Agustus 2014

Psikofarmakologi

Psikofarmakologi adalah salah satu kajian dari biopsikologi (bidang kajian yang membahas kedekatan antara psikologi dan biologi).

Definisi
Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku. Obat narkotika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.

Cara Kerja
Obat-obat psikotropika atau zat psikoaktif adalah obat-obat yang mempengaruhi kerja neurotransmitter-mempengaruhi kerja susunan saraf dengan mempengaruhi alur informasi melalui synapsis, mempengaruhi pada tahapan lain selain synapsis atau mempengaruhi fungsi yang ada. obat psikotropika tersebut tidak menyembuhkan suatu penyakit/gangguan, tetapi hanya mengurangi atau menghilangkan gejala sasaran (target symtoms).

Efek Samping
Efek samping pemakaian obat psikotropika, antara lain:
1.  Hipotensi ortostatik adalah tekanan darah turun ketika seseorang dalam posisi berdiri.
2.  Gejala neurologik: tremor (gemetar), parkinsonisme (gejala penyakit parkinson, yakni langkah kecil-kecil, posisi badan kaku), dyskinesia (gangguan pengendalian gerak: gerakan mata, lidah, sukar menelan).
3.  Gejala autonomic, gangguan hormonal/vegetatif, seperti mengantuk, lelah, mulut kering, tachycardia (detak jantung menjdai cepat), sukar kecing, konstipasi (sukar buang air besar), gangguan mentruasi, perasaan  mabuk, penurunan potensi seks.
4.  Efek samping berupa gejala psikiatrik: hipomanik (gembira berlebihan), alergi, berat badan naik, dan ikterus (badan menjadi kuning).

Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat psikotropika:
a.   Ada kalanya pasien mengurangi dosis yang dianjurkan dengan alasan terganggu oleh rasa kantuk yang disebabkan obat. Beberapa pasien lain menganggap bahwa hanya dengan sekali minum obat mereka akan sembuh. Ini menyebabkan obat yang sudah tepat diberikan oleh dokter pun tidak akan ada gunanya.
b.  Pemberian obat psikotropika haruslah sesuai dengan dosis tertentu dan memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi. Bila suatu obat tidak cocok, pasien perlu kembali ke dokter yang sama untuk meminta/mendapatkan penjelasan mengenai kerja obat tersebut. kalau perlu dokter akan memberikan obat pengganti.
c.   Beberapa pasien atau keluarga pasien sangat percaya pada obat sehingga melalaikan psikoterapi. Yang perlu diingat adalah bahwa tujuan dari pemberian obat psikotropika ialah menghilangkan atau mengurangi gejala sasaran bukan menyembuhkan.

d.  Beberapa pasien lain tidak mengkonsumsi obat psikotropika karena takut akan mengalami ketergantungan. Pasien-pasien ini selalu menghindar dari psikiater. Beberapa bahkan memilih untuk mengambil pengobatan alternatif.

Tidak ada komentar: