Psikofarmakologi adalah
salah satu kajian dari biopsikologi (bidang kajian yang membahas kedekatan
antara psikologi dan biologi).
Definisi
Obat
psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat
dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku. Obat narkotika adalah
obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek
utama terhadap penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri.
Cara Kerja
Obat-obat
psikotropika atau zat psikoaktif adalah obat-obat yang mempengaruhi kerja
neurotransmitter-mempengaruhi kerja susunan saraf dengan mempengaruhi alur
informasi melalui synapsis,
mempengaruhi pada tahapan lain selain synapsis atau mempengaruhi fungsi yang ada.
obat psikotropika tersebut tidak menyembuhkan suatu penyakit/gangguan, tetapi
hanya mengurangi atau menghilangkan gejala sasaran (target symtoms).
Efek Samping
Efek
samping pemakaian obat psikotropika, antara lain:
1. Hipotensi ortostatik
adalah tekanan darah turun ketika seseorang dalam posisi berdiri.
2. Gejala neurologik: tremor
(gemetar), parkinsonisme (gejala penyakit parkinson, yakni langkah kecil-kecil,
posisi badan kaku), dyskinesia (gangguan pengendalian gerak: gerakan
mata, lidah, sukar menelan).
3. Gejala autonomic,
gangguan hormonal/vegetatif, seperti mengantuk, lelah, mulut kering, tachycardia (detak jantung menjdai cepat), sukar
kecing, konstipasi (sukar buang air besar), gangguan mentruasi, perasaan mabuk, penurunan potensi seks.
4. Efek samping berupa
gejala psikiatrik: hipomanik (gembira berlebihan), alergi, berat badan naik,
dan ikterus (badan menjadi kuning).
Beberapa
hal yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat psikotropika:
a. Ada kalanya pasien
mengurangi dosis yang dianjurkan dengan alasan terganggu oleh rasa kantuk yang
disebabkan obat. Beberapa pasien lain menganggap bahwa hanya dengan sekali
minum obat mereka akan sembuh. Ini menyebabkan obat yang sudah tepat diberikan
oleh dokter pun tidak akan ada gunanya.
b. Pemberian obat
psikotropika haruslah sesuai dengan dosis tertentu dan memperhatikan efek
samping yang mungkin terjadi. Bila suatu obat tidak cocok, pasien perlu kembali
ke dokter yang sama untuk meminta/mendapatkan penjelasan mengenai kerja obat
tersebut. kalau perlu dokter akan memberikan obat pengganti.
c. Beberapa pasien atau
keluarga pasien sangat percaya pada obat sehingga melalaikan psikoterapi. Yang
perlu diingat adalah bahwa tujuan dari pemberian obat psikotropika ialah
menghilangkan atau mengurangi gejala sasaran bukan menyembuhkan.
d. Beberapa pasien lain
tidak mengkonsumsi obat psikotropika karena takut akan mengalami
ketergantungan. Pasien-pasien ini selalu menghindar dari psikiater. Beberapa
bahkan memilih untuk mengambil pengobatan alternatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar