Sabtu, 02 Agustus 2014

HIV/AIDS


Ingatkah teman-teman bahwa setiap tanggal 1 Desember kita selalu memperingari hari AIDS sedunia. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit AIDS ini, karena AIDS sudah menjadi masalah global mengingat jumlah penderitanya selalu meningkat setiap tahunnya dan juga penderitanya sekarang bukan hanya dari kalangan yang beresiko (pengguna narkoba, pekerja seks, dll) tapi juga kalangan di luar tersebut.

Sejarah
Hari AIDS sedunia pertama kali dicetuskan oleh James W Bunn dan Thomas Netter yang merupakan pejabat informasi masyarakat program AIDS WHO di Geneva, Swiss. Seorang Direktur Program AIDS Global (UNAIDS/United Nation Program On HIV/AIDS) Dr. Jonathan Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan Hari AIDS sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.
Tanggal 1 dipilih karena pertama, Dunn yang seorang jurnalis berpendapat kalau pemilihan tanggal 1 Desember dapat memaksimalkan peliputan oleh media massa. Hal itu berkaitan dengan pemilu Amerika Serikat yang biasanya digelar pada November. Ketika media sudah jenuh dengan berita pemilu, mereka butuh berita yang segar. Yang kedua, awal Desember mendekati liburan Natal dan tahun baru. Dan alasan terakhir, tanggal pertama di bulan terakhir adalah waktu yang mudah diingat.

Apa sih HIV dan AIDS itu ?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS dan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan atau perlindungan tubuh. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.

A = Acquired atau mendapatkan/menderita virus, (bukan diwarisi) untuk membedakan dengan kondisi yang bersifat genetis atau mewarisi virus yang mengakibatkan tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh.
I = Immuno- (kekebalan), karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.
D = Deficiency, kekurangan sel darah putih tertentu dalam sistem kekebalan.
S = Syndrome, sindroma, berarti sekelompok gejala sebagai akibat infeksi HIV.

Gimana cara penularan HIV/AIDS ?
HIV/AIDS ini ditularkan melalui :
1.  Hubungan seksual baik pada homoseksual maupun heteroseksual, dengan resiko penularan 0,1-1% tiap hubungan seksual
2.  Melalui darah, yaitu:
a.   Transfusi darah yang mengandung HIV, resiko penularan 90-98%
b.  Tertusuk jarum yang mengandung HIV, risiko penularan 0,03%
c.   Terpapar mukosa yang mengandung HIV, risiko penularan 0,0051%
3.  Transmisi dari ibu ke anak
a.   Selama kehamilan
b.  Saat persalinan, risiko penularan 50%
c.   Melalui air susu ibu (ASI) 14%

Cairan tubuh yang tidak menularkan HIV dan AIDS
a.   Keringat
b.  Air mata
c.   Air liur/ludah
d.  Air kencing/urine
e.   Air liur

HIV tidak ditularkan melalui cara-cara sebagai berikut:
1.       Bersenggolan.
2.       Berjabatan tangan
3.       Bersentuhan (Pakaian bekas dengan penderita)
4.       Hidup serumah dengan Odha
5.       Berciuman biasa
6.       Makanan/minuman
7.       Berenang bersama
8.       Gigitan nyamuk
9.       Sabun mandi
10.  Toilet

Siapa saja yang beresiko tertular penyakit HIV/AIDS ?
Kelompok resiko tinggi adalah golongan individu yang memiliki risiko tinggi untuk menularkan/tertular HIV dan AIDS. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
1.  Wanita pekerja seksual/WPS, pelanggannya dan pasangan pelanggan
2.  Pria pekerja seksual/PPS, pelanggannya, dan pasangan pelanggan
3.  Waria, pelanggannya, dan pasangan pelanggannya
4.  Pengguna narkotika suntik/penasun/IDU dan pasangannya
5.  Penerima transfusi darah dan produk darah
6.  Bayi yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi HIV
7.  Petugas kesehatan, aparat kepolisian, tukang cukur, siapa saja termasuk kita sendiri yang sengaja atau tidak disadari berhubungan/terinfeksi dengan spesimen pasien HIV dan AIDS (bantu kecelakaan/pemakaian alat tak steril, dan lainnya )

Apa saja tahapan penyakit AIDS itu ?
Tahap mulai terinfeksi HIV
Seseorang yang terinfeksi HIV, masih kelihatan sehat-sehat saja dan belum menampakkan tanda-tanda penurunan kesehatan yang nyata. Pada tahap ini walaupun orang tersebut kelihatan sehat, tapi sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.
Tahap gejala mulai terlihat
Memasuki tahun ke 5 sampai ke 8 gejala mulai tampak, seperti: berat badan turun secara drastis, cepat dan sering merasa lelah, sering demam disertai keringat tanpa sebba yang jelas, terjadi pembesaran kelenjar sekitar leher, ketiak, dan lipatan paha tanpa sebab yang jelas.
Tahap penyakit AIDS
Memasuki tahun ke 8 sampai ke 10 timbul penyakit AIDS di mana sistem kekebalan tubuh sudah menurun dan tidak ada lagi perlawanan terhadap penyakit bahkan penyakit yang tidak berbahaya pun dapat menjadi mematikan.
Tahap penderita AIDS
Pada akhirnya penderita AIDS akan meninggal oleh penyakit oportunistik yang dideritanya.

Gimana cara pencegaha penyakit HIV/AIDS ?
Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV/AIDS. Pencegahan hanya dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan virus yang berasal dari penderita baik secara langsung maupun tidak langsung melalui barang-barang yang tercemar dengan bahan infeksi berasal dari penderita HIV.
Petugas yang telah kontak dengan virus diberikan perawatan antiretrovirus secara langsung (post-exposure prophylaxis, PEP). Untuk menghindari penularan HIV digunakan konsep ABCDE yang terdiri dari:
1.  A (Abstinence) : Absen seks atau tidak melakukan hubungan seksual bagi orang yang belum menikah.
2.  B (Be faithful) : Bersikap saling setia kepada satu pasangan seks (tidak berganti-ganti)
3.  C (Condom) : Cegah dengan kondom. Kondom harus dipakai oleh pasangan apabila salah satu atau keduanya diketahui terinfeksi HIV
4.  D (Drug No) : Dilarang menggunakan napza, terutama napza suntik dengan jarum bekas secara bergantian
5.  E (Education) : Pendidikan

Tidak ada komentar: