Senin, 04 Agustus 2014

Pemeriksaan Klinis

Tanda-tanda klinis gizi kurang merupakan dugaan menunjukkan adanya defesiensi besi. Kelambatan pertumbuhan dan perkembangan dapat dilihat dengan membandingkan seorang individu atau kelompok tertentu terhadap ukuran normal pada umumnya. Tanda-tanda klinis malnutrisi (gizi kurang) tidak spesifik, karena ada beberapa penyakit yang mempunyai gejala yang sama tetapi penyebabnya berbeda sehingga harus dipadukan dengan pemeriksaan lain seperti antropometri, laboratorium, dan suvei makanan sehingga kesimpulan dalam penilaian status gizi dapat lebih tepat dan lebih baik.

Alasan pemeriksaan klinis
a.   Pemeriksaan fisik dapat mengungkapkan bukti adanya defesiensi gizi yang tidak terdeteksi dengan cara survei konsumsi atau cara labolatoris
b.  Walaupun hanya meliputi beberapa kasus saja. Identifikasi memberikan tanda yang dapat digunakan untuk menetukan gizi kurang
c.   Pemeriksaan fisik tidak dapat mengungkapkan tanda-tanda penyakit, diagnosis, dan pengobatannya. Hal ini sangat berguna untuk penanganan selanjutnya.

Pemeriksaan klinis secara umum terdapat dua bagian, yaitu:
A.     Riwayat medis (medical history) yaitu catatan mengenai perkembangan penyakit.
-       Dalam riwayat medis, kita mencatat semua kejadian-kejadian yang berhubungan dengan gejala yang timbul pada penderita beserta faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut.
-       Identitas penderita: umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, suku, dsb
-       Lingkungan fisik dan sosial budaya yang berkaitan dengan timbulnya penyakit tersebut (malnutrisi), antara lain: lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya
-       Sejarah timbulnya gejala penyakit. Beberapa hal yang perlu diketahui adalah kapan berat badan mulai turun, kapan gejala nafsu makan menurun, kapan gejala muntah, apakah ada mencret atau tidak kalau ada kapan mulai terjadinya
-       Data-data tambahan (apakah penderita juga menderita anemia, apakah penderita juga pernah operasi usus, apakah penderita pernah menderita penyakit infeksi, apakah penderita pernah menderita penyakit kronis, seperti luka pada lambung (ulkus gaster) dan luka pada duodenum, apakah ada kelainan bawaan (genetik), apakaha da alergi makanan, apakah macam diet dan obat-obatan yang sebelumnya dipakai)
-       Data-data dikumpulkandengan cara wawancara dengan penderita dan keluarganya serta observasi langsung paad rumah dan lingkungan penderita
B.     Pemeriksaan fisik yaitu melihat dan mengamati gejala gangguan gizi baik  sign (gejala yang dapat diamati) dan symptom (gejala yang tidak dapat diamati tapi dapat dirasakan oleh penderita gangguan gizi).
-       Melakukan pengamatan terhadap perubahan fisik yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi
-       Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat pada kulit atau jaringan epitel, yaitu jaringan yang membungkus permukaan tubuh kita seperti rambut, mata, muka, mulut, lidah, gigi, dll serta kelenjar tiroid

Tiga kelompok besar tanda-tanda klinis
Kelompok 1
Tanda-tanda (sign) yang memang benar berhubungan dengan kurang gizi bisa kekurangan salah satu zat gizi atau lebih yang dibutuhkan tubuh
Kelompok 2
Tanda-tanda (sign) yang membutuhkan investigasi (penyelidikan) lebih lanjut. Tanda-tanda ini mungkin karena gizi salah atau mungkin oleh faktor lain seperti kehidupan di bawah standar (miskin), buta huruf, dll
Kelompok 3
Tanda-tanda (sign) yang tidak berkaitan dengan gizi salah walaupun hampir mirip. Tanda-tanda ini dalam diagnosis untuk membedakannya memerlukan keahlian khusus.

Tanda-tanda klinis anemia gizi zat besi
a.   Letih, lemah, lesu, lelah, lunglai (5L)
b.  Bibir nampak pucat
c.   Napas pendek
d.  Lidah licin
e.   Denyut jantung meningkat
f.    Susah buang air besar
g.   Nafsu makan berkurang
h.  Mudah mengantuk
i.     Kadang-kadang pusing

Metode penentuan anemia zat gizi besi
Target organ yang diperiksa meliputi:
-       Mata
-       Kuku
-       Bibir
-       Lidah
Interpretasi:
Apabila dalam pemeriksaan fisik pada anak target organ banyak mengalami perubahan sesuai dengan tanda-tanda klinis anemia zat gizi besi, maka ada petunjuk bahwa kemungkinan anak tersebut menderita anemia gizi besi.

Klasifikasi GAKY, antara lain:
Grade O (normal)
Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal dan dengan palpasi tidak teraba
Grade IA
Kelenjar gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita
Grade IB
Kelenjar gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dengan palpasi teraba lebih besar dari grade IA
Grade II
Kelenjar gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari grade IB
Grade III
Kelenjar gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih
Keunggulan pemeriksaan klinis
-       Pemeriksaan klinis relatif murah karena tidak memerlukan biaya terlalu besar
-       Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan tidak memerlukan tenaga khusus tetapi tenaga paramedik bisa dilatih
-       Sederhana, cepat, dan mudah diinterpretasikan
-       Tidak memerlukan peralatan yang rumit

Keterbatasan pemeriksaan klinis
-       Beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi sehingga perlu orang-orang yang ahli dalam menetukan gejala klinik tersebut. Namun demikian, para tenaga medis dapat dilatih untuk melakukan pemeriksaan klinis
-       Gejala klinis tidak bersifat spesifik terutama pada penderita KEP ringan dan sedang. Hal ini dikarenakan gejala klinik penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi lebuh dari satu zat gizi
-       Adanya gejala klinis yang bersifat multipel. Penyakit kulit akibat defisiensi satu macam vitamin biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari defisiensi vitamin dan mineral serta zat gizi lainnya
-       Gejala klinis dapat terjadi pada waktu permulaan kekurangan zat gizi dan dapat juga terjadi pada saat akan sembuh. Hepatomegali (pembesaran hati), sebagai contoh dapat terjadi pada keadaan malnutrisi awal dan terjadi juga pada masa penyembuhannya

-       Adanya variasi dalam gejala klinis yang timbul hal ini karena satu gejala klinis bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, kebiasaan, dsb

Tidak ada komentar: