Tanda-tanda klinis gizi
kurang merupakan dugaan menunjukkan adanya defesiensi besi. Kelambatan
pertumbuhan dan perkembangan dapat dilihat dengan membandingkan seorang individu
atau kelompok tertentu terhadap ukuran normal pada umumnya. Tanda-tanda klinis
malnutrisi (gizi kurang) tidak spesifik, karena ada beberapa penyakit yang
mempunyai gejala yang sama tetapi penyebabnya berbeda sehingga harus dipadukan
dengan pemeriksaan lain seperti antropometri, laboratorium, dan suvei makanan
sehingga kesimpulan dalam penilaian status gizi dapat lebih tepat dan lebih
baik.
Alasan pemeriksaan klinis
a.
Pemeriksaan fisik dapat mengungkapkan
bukti adanya defesiensi gizi yang tidak terdeteksi dengan cara survei konsumsi
atau cara labolatoris
b.
Walaupun hanya meliputi beberapa kasus
saja. Identifikasi memberikan tanda yang dapat digunakan untuk menetukan gizi
kurang
c.
Pemeriksaan fisik tidak dapat
mengungkapkan tanda-tanda penyakit, diagnosis, dan pengobatannya. Hal ini
sangat berguna untuk penanganan selanjutnya.
Pemeriksaan klinis secara umum terdapat dua bagian, yaitu:
A.
Riwayat medis (medical history) yaitu
catatan mengenai perkembangan penyakit.
-
Dalam riwayat medis, kita mencatat semua
kejadian-kejadian yang berhubungan dengan gejala yang timbul pada penderita
beserta faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut.
-
Identitas penderita: umur, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, suku, dsb
-
Lingkungan fisik dan sosial budaya yang
berkaitan dengan timbulnya penyakit tersebut (malnutrisi), antara lain:
lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya
-
Sejarah timbulnya gejala penyakit.
Beberapa hal yang perlu diketahui adalah kapan berat badan mulai turun, kapan
gejala nafsu makan menurun, kapan gejala muntah, apakah ada mencret atau tidak
kalau ada kapan mulai terjadinya
-
Data-data tambahan (apakah penderita juga
menderita anemia, apakah penderita juga pernah operasi usus, apakah penderita
pernah menderita penyakit infeksi, apakah penderita pernah menderita penyakit
kronis, seperti luka pada lambung (ulkus gaster) dan luka pada duodenum, apakah
ada kelainan bawaan (genetik), apakaha da alergi makanan, apakah macam diet dan
obat-obatan yang sebelumnya dipakai)
-
Data-data dikumpulkandengan cara wawancara
dengan penderita dan keluarganya serta observasi langsung paad rumah dan
lingkungan penderita
B.
Pemeriksaan fisik yaitu melihat dan
mengamati gejala gangguan gizi baik sign (gejala yang dapat diamati) dan
symptom (gejala yang tidak dapat diamati tapi dapat dirasakan oleh penderita
gangguan gizi).
-
Melakukan pengamatan terhadap perubahan
fisik yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi
-
Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat
pada kulit atau jaringan epitel, yaitu jaringan yang membungkus permukaan tubuh
kita seperti rambut, mata, muka, mulut, lidah, gigi, dll serta kelenjar tiroid
Tiga kelompok besar tanda-tanda klinis
Kelompok
1
Tanda-tanda (sign) yang memang
benar berhubungan dengan kurang gizi bisa kekurangan salah satu zat gizi atau
lebih yang dibutuhkan tubuh
Kelompok
2
Tanda-tanda (sign) yang
membutuhkan investigasi (penyelidikan) lebih lanjut. Tanda-tanda ini mungkin
karena gizi salah atau mungkin oleh faktor lain seperti kehidupan di bawah
standar (miskin), buta huruf, dll
Kelompok
3
Tanda-tanda (sign) yang tidak
berkaitan dengan gizi salah walaupun hampir mirip. Tanda-tanda ini dalam
diagnosis untuk membedakannya memerlukan keahlian khusus.
Tanda-tanda klinis anemia gizi zat besi
a.
Letih, lemah, lesu, lelah, lunglai (5L)
b.
Bibir nampak pucat
c.
Napas pendek
d.
Lidah licin
e.
Denyut jantung meningkat
f.
Susah buang air besar
g.
Nafsu makan berkurang
h.
Mudah mengantuk
i.
Kadang-kadang pusing
Metode penentuan anemia zat gizi besi
Target organ yang diperiksa meliputi:
-
Mata
-
Kuku
-
Bibir
-
Lidah
Interpretasi:
Apabila dalam pemeriksaan fisik pada anak target organ banyak mengalami
perubahan sesuai dengan tanda-tanda klinis anemia zat gizi besi, maka ada
petunjuk bahwa kemungkinan anak tersebut menderita anemia gizi besi.
Klasifikasi GAKY, antara lain:
Grade
O (normal)
Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal dan
dengan palpasi tidak teraba
Grade
IA
Kelenjar gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah
maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita
Grade
IB
Kelenjar gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat
dengan tengadah maksimal dengan palpasi teraba lebih besar dari grade IA
Grade
II
Kelenjar gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan
palpasi teraba lebih besar dari grade IB
Grade
III
Kelenjar gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih
Keunggulan pemeriksaan klinis
-
Pemeriksaan klinis relatif murah karena
tidak memerlukan biaya terlalu besar
-
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan tidak
memerlukan tenaga khusus tetapi tenaga paramedik bisa dilatih
-
Sederhana, cepat, dan mudah
diinterpretasikan
-
Tidak memerlukan peralatan yang rumit
Keterbatasan pemeriksaan klinis
-
Beberapa gejala klinis tidak mudah
dideteksi sehingga perlu orang-orang yang ahli dalam menetukan gejala klinik
tersebut. Namun demikian, para tenaga medis dapat dilatih untuk melakukan
pemeriksaan klinis
-
Gejala klinis tidak bersifat spesifik
terutama pada penderita KEP ringan dan sedang. Hal ini dikarenakan gejala
klinik penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi lebuh dari satu zat gizi
-
Adanya gejala klinis yang bersifat
multipel. Penyakit kulit akibat defisiensi satu macam vitamin biasanya tidak
berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari defisiensi vitamin dan mineral
serta zat gizi lainnya
-
Gejala klinis dapat terjadi pada waktu
permulaan kekurangan zat gizi dan dapat juga terjadi pada saat akan sembuh.
Hepatomegali (pembesaran hati), sebagai contoh dapat terjadi pada keadaan
malnutrisi awal dan terjadi juga pada masa penyembuhannya
-
Adanya variasi dalam gejala klinis yang
timbul hal ini karena satu gejala klinis bisa dipengaruhi beberapa faktor
seperti genetik, lingkungan, kebiasaan, dsb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar