Kamis, 04 September 2014

Aplikasi Ergonomi

A. Interaksi, Tugas, dan Individu Pekerja
        Tugas kerja adalah sejumlah aktivitas yang dibebankan pada pekerja guna tercapainya penyelesaian tujuan fungsional khusus dari keseluruhan sistem kerja. setiap kerja terdiri dari: sederetan elememn pekerjaan, misalnya: pekerjaan yang menggunakan keterampilan tangan, dimulai dari pekerjaan memantau objek kerja (melihat atau meraba), menyeleksi (memisahkan objek kerja), dan merencanakan (suatu objek mental) sangat tergantung pada kemampuan aktivitas kognitif dan fisik masing-masing pekerja.
        Prasyarat perencanaan tugas, mencakup setiap langkah tugas kerja harus dapat diprediksi dan kecepatan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pekerja, standar prestasi pun harus jelas dan dimengerti. Beban tugas yang berlebihan atau beban tugas yang terlalu sedikit akan mengurangi keterampilan individu pekerja.
        Analisis tugas adalah perbandingan antara tuntutan kerja dengan kemampuan pekerja serta sumber sistem kerja. demi tercapainya penampilan kerja yang optimal dari seorang indovidu, harus dilakukan:
-     Pekerjaan mengangkat beban, dibutuhkan upaya untuk mengurangi berat beban yang diangkat, jarak pemindahan barang, gerakan yang membungku, memutar badan, jangkauan yang jauh, penggunaan peralatan mekanik dalam mengangkat beban, dll.
-     Pada pergerakan tangan berulang, dibutuhkan upaya untuk mengurangi kecepatan proses kerja, modifikasi alat bantu kerja, penyesuaian tinggi meja kerja, dll.
-     Pekerjaan tertentu membutuhkan posisi kerja dan ekstrimitas yang tepat, jangan bekerja dengan posisi tangan yang jangkal, tetapi pertahankan dalam posisi yang lurus. Posisi pergelangan tangan yang tidak lurus, misalnya deviasi ulnar, deviasi radial, dorsofleksi, palmarfleksi akan mengakibatkan cepat lelah dan gangguan kesehatan lainnya.

Tendo-tendo fleksor jari-jari tangan dan n. Medianus melintas melalui canalis carpal di pergelangan tangan. Oleh karenanya pada pekerjaan yang menggunakan peralatan genggam dengan mempertahankan pergelangan tangan dalam posisi yang lurus, segalanya akan berjalan dengan baik.
Pada pekerjaan-pekerjaan dengan posisi parmafleksi atau ulnar deviasi atau keduanya akan mengakibatkan tendo-tendo dalam carnalis carpal akan menggumpal dan terjadi tenosinosivitis sehingga menjepit n. Medianus yang berada di dekatnya, menimbulkan ganguan-gangguan, seperti rasa kesemutan, kehilangan rasa raba dan kelumpuhan pada sebagian jari-jari tangan . hal ini bisa terjadi ketika memeras baju dan memutar sekrup.
Memodifikasi pegangan peralatan kerja (obeng, tang, kapak, pacul, sekop, pisau, gunting pohon, palu) dengan cara membengkokkan gagangnya sebesar 20-40% akan mengurangi ulnar deviasi dan segala akibatnya. Deviasi radila, terutama bila dikombinasikan dengan pronasi dan dorsofleksi akan menambah tekanan pada caput radii dan capitulum humerus di sendi siku, misalnya menggunakan sikat kawat terutama pada objek yang terletak di atas kepala akan mengakibatkan terjadinya tennis elbow, karena terjadi inflamasi jaringan di sekitar sendi siku.
Aktivitas yang paling cepat menimbulkan rasa lelah, yaitu pada penggunaan gergaji besi karena kedua tangan dalam posisi pergelangan tangan yang tidak lurus yaitu tangan kanan dalam deviasi ulnar dan tangan kiri dalam dorsofleksi serta deviasi radial.
Optimalkan konfigurasi tulang belakang. Keuntungan mekanis m. biseps brachii bergantung pada besarnya sudut fleksi di sendi siku. Otot ini selain sebagai otot fleksor, tetapi sebenarnya lebih berfungsi sebagai eksorator karena berinsersio pada tuberositas radii. Seorang pekerja yang duduk terlalu jauh dari bangku kerjanya akan merasakan rasa nyeri di sekitar sendi siku pada waktu memutar obeng.
Kurangi gerakan kepala yang berlebihan. Objek yang terletak di luar lapangan penglihatan binokuler mengakibatkan kepala harus banyak bergerak untuk membatasu situasi tersebut. Dengan menata posis kerja yang tepat atau penyesuaian bangku kerja dapat mengatasi masalah ini.

B. Interaksi Desain Mesin dan Individu Pekerja
        Pelaksanaan tugas secara manual oleh pekerja umumnya sangat melelahkan dan kurang produktif, maka penggunaan mesin di tempat kerja akan sangat membantu kelancaran, kecepatan, dan efesiensi pekerjaan. Akan tetapi tidak semua tugas digantikan oleh mesin, karena mesin juga memiliki lebih banyak keterbatasan dibandingkan dengan manusia.
        Tugas-tugas yang membutuhkan pertimbangan yang matang atau tugas yang membuthkan integrasi berbagai informasi atau tugas yang sangat peka terhadap berbagai ransangan, hanya dapat dilakukan oleh manusia. Penggunaan mesin akan lebih baik pada tugas-tugas rutin, karena tugas dapat diselesaikan lebih tepat, cepat, dan konsisten.
Desain mesin yang baik harus memenuhi prinsip dasar sbb:
-       Tampilan dan tombol-tombol pengatur harus berguna, mudah dimengerti, mudah dilihat dan mudah dibaca
-       Memiliki tanda bahaya/alarm yang mudah menarik perhatian
-       Dapat dikunci, sehingga tidak semua orang dapat menghidupkan mesin
-       Memiliki sistem “failsafe” sehingga mesin tersebut akan berhenti sendiri bila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja dalam mengoperasikan mesin tersebut.

Peralatan kerja adalah alat bantu kerja genggam guna memperpanjang jangkauan, memperbesar kekuatan atau meningkatkan efektivitas tugas. Beberapa prasyarat yang diperlukan dalam desain alat bantu kerja untuk mencapai pemeliharaan toleransi biomekanika kerja otot yang optimal, yaitu:
-       Alat bantu genggam harus seringan mungkin, alat bantu genggam yang ringan akan lebih mudah digunakan dan dapat memperlambat kelelahan.
-       Pegangan alat bantu genggam harus memiliki ketebalan, ukuran dan bentuk yang cocok dengan pekerja. Dengan demikian harus tersedia bermacam-macam ukuran dan bentuk untuk masing-masing pekerja.
-       Pertahankan sendi bahu dalam posisi yang cukup rendah. Abdukasi lengan atas pada sendi bahu tanpa penyokong dalam waktu yang cukup lama akan mengakibatkan rasa cepat lelah, misalnya; bekerja dengan alat bantu genggam yang lurus (solder, las, dll) pada meja kerja horizontal akan merasa akan cepat lelah.
-       Alat bantu genggam harus terpegang cukup kuat. Alat bantu genggam yang berat akan membuat cepat lelah dan dapat terlepas waktu digunakan. Dengan mendesain alur-alur pada pegangan alat bantu genggam, dan menyesuaikan diameter pegangan dengan ukuran tangan pekerja, atau menambah pegangan untuk tangan yang lain sebagai stabilisator, maka alat bantu genggam dapat dipegang kuat-kuat.
-       Buat perisai pada alat bantu genggam yang dapat menjepit atau melukai kulit. Gunting yang diberi bantalan pada kedua pegangannya dapat mencegah terjepitnya jari-jari tangan. Gergaji listrik sebaiknya diberi tambahan perisai pelindung untuk mencegah jari-jari tangan terpotong.
-       Jangan membuat tombol/swit yang hanya dioperasikan dengan satu atau beberapa ujung jari. Melakukan penekanan dengan satu atau beberapa ujung jari berulang-ulang untuk jangka yang lama akan mengakibatkan rasa lelah dan rasa kaku pada jari-jari tangan.  Desain tombol/swit yang digenggam atau berbentuk lempeng panjang akan lebih baik daripada yang menggunakan cara penekanan dengan satu atau beberapa ujung jari.

-       Kurangi kompresi pada jaringan tubuh. Ujung pegangan peralatan kerja, misal kape/penggaruk sisa cat tembok yang kurang memadai dapat menekan a. ulnaris yang terletak dipangkal pergelangan tangan, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kesemutan dijari manis dan klingking. Memodifikasi pegangan peralatan tersebut dengan menambah tonjolan yang terletak diantara ibu jari dan telunjuk, menyebabkan beban utama tekanan akan berpindah ketempat ini yang relatif bebas dari aliran pembuluh darah.

Tidak ada komentar: