A. Interaksi, Tugas, dan Individu Pekerja
Tugas kerja adalah sejumlah
aktivitas yang dibebankan pada pekerja guna tercapainya penyelesaian tujuan
fungsional khusus dari keseluruhan sistem kerja. setiap kerja terdiri dari:
sederetan elememn pekerjaan, misalnya: pekerjaan yang menggunakan keterampilan
tangan, dimulai dari pekerjaan memantau objek kerja (melihat atau meraba),
menyeleksi (memisahkan objek kerja), dan merencanakan (suatu objek mental)
sangat tergantung pada kemampuan aktivitas kognitif dan fisik masing-masing
pekerja.
Prasyarat perencanaan tugas,
mencakup setiap langkah tugas kerja harus dapat diprediksi dan kecepatan harus
disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pekerja, standar prestasi pun harus
jelas dan dimengerti. Beban tugas yang berlebihan atau beban tugas yang terlalu
sedikit akan mengurangi keterampilan individu pekerja.
Analisis tugas adalah
perbandingan antara tuntutan kerja dengan kemampuan pekerja serta sumber sistem
kerja. demi tercapainya penampilan kerja yang optimal dari seorang indovidu,
harus dilakukan:
- Pekerjaan mengangkat beban, dibutuhkan upaya untuk mengurangi berat beban
yang diangkat, jarak pemindahan barang, gerakan yang membungku, memutar badan,
jangkauan yang jauh, penggunaan peralatan mekanik dalam mengangkat beban, dll.
- Pada pergerakan tangan berulang, dibutuhkan upaya untuk mengurangi
kecepatan proses kerja, modifikasi alat bantu kerja, penyesuaian tinggi meja
kerja, dll.
- Pekerjaan tertentu membutuhkan posisi kerja dan ekstrimitas yang tepat,
jangan bekerja dengan posisi tangan yang jangkal, tetapi pertahankan dalam
posisi yang lurus. Posisi pergelangan tangan yang tidak lurus, misalnya deviasi
ulnar, deviasi radial, dorsofleksi, palmarfleksi akan mengakibatkan cepat lelah
dan gangguan kesehatan lainnya.
Tendo-tendo fleksor
jari-jari tangan dan n. Medianus melintas melalui canalis carpal di pergelangan
tangan. Oleh karenanya pada pekerjaan yang menggunakan peralatan genggam dengan
mempertahankan pergelangan tangan dalam posisi yang lurus, segalanya akan
berjalan dengan baik.
Pada pekerjaan-pekerjaan
dengan posisi parmafleksi atau ulnar deviasi atau keduanya akan mengakibatkan
tendo-tendo dalam carnalis carpal akan menggumpal dan terjadi tenosinosivitis
sehingga menjepit n. Medianus yang berada di dekatnya, menimbulkan
ganguan-gangguan, seperti rasa kesemutan, kehilangan rasa raba dan kelumpuhan
pada sebagian jari-jari tangan . hal ini bisa terjadi ketika memeras baju dan
memutar sekrup.
Memodifikasi pegangan
peralatan kerja (obeng, tang, kapak, pacul, sekop, pisau, gunting pohon, palu)
dengan cara membengkokkan gagangnya sebesar 20-40% akan mengurangi ulnar
deviasi dan segala akibatnya. Deviasi radila, terutama bila dikombinasikan
dengan pronasi dan dorsofleksi akan menambah tekanan pada caput radii dan
capitulum humerus di sendi siku, misalnya menggunakan sikat kawat terutama pada
objek yang terletak di atas kepala akan mengakibatkan terjadinya tennis
elbow, karena terjadi inflamasi jaringan di sekitar sendi siku.
Aktivitas yang paling
cepat menimbulkan rasa lelah, yaitu pada penggunaan gergaji besi karena kedua
tangan dalam posisi pergelangan tangan yang tidak lurus yaitu tangan kanan
dalam deviasi ulnar dan tangan kiri dalam dorsofleksi serta deviasi radial.
Optimalkan konfigurasi
tulang belakang. Keuntungan mekanis m. biseps brachii bergantung pada besarnya
sudut fleksi di sendi siku. Otot ini selain sebagai otot fleksor, tetapi
sebenarnya lebih berfungsi sebagai eksorator karena berinsersio pada
tuberositas radii. Seorang pekerja yang duduk terlalu jauh dari bangku kerjanya
akan merasakan rasa nyeri di sekitar sendi siku pada waktu memutar obeng.
Kurangi gerakan kepala
yang berlebihan. Objek yang terletak di luar lapangan penglihatan binokuler
mengakibatkan kepala harus banyak bergerak untuk membatasu situasi tersebut.
Dengan menata posis kerja yang tepat atau penyesuaian bangku kerja dapat
mengatasi masalah ini.
B. Interaksi Desain Mesin dan Individu
Pekerja
Pelaksanaan tugas secara manual
oleh pekerja umumnya sangat melelahkan dan kurang produktif, maka penggunaan
mesin di tempat kerja akan sangat membantu kelancaran, kecepatan, dan efesiensi
pekerjaan. Akan tetapi tidak semua tugas digantikan oleh mesin, karena mesin
juga memiliki lebih banyak keterbatasan dibandingkan dengan manusia.
Tugas-tugas yang membutuhkan
pertimbangan yang matang atau tugas yang membuthkan integrasi berbagai
informasi atau tugas yang sangat peka terhadap berbagai ransangan, hanya dapat
dilakukan oleh manusia. Penggunaan mesin akan lebih baik pada tugas-tugas
rutin, karena tugas dapat diselesaikan lebih tepat, cepat, dan konsisten.
Desain mesin yang baik
harus memenuhi prinsip dasar sbb:
-
Tampilan dan tombol-tombol pengatur harus
berguna, mudah dimengerti, mudah dilihat dan mudah dibaca
-
Memiliki tanda bahaya/alarm yang mudah
menarik perhatian
-
Dapat dikunci, sehingga tidak semua orang
dapat menghidupkan mesin
-
Memiliki sistem “failsafe” sehingga mesin
tersebut akan berhenti sendiri bila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pekerja
dalam mengoperasikan mesin tersebut.
Peralatan kerja adalah alat bantu kerja genggam guna memperpanjang
jangkauan, memperbesar kekuatan atau meningkatkan efektivitas tugas. Beberapa
prasyarat yang diperlukan dalam desain alat bantu kerja untuk mencapai
pemeliharaan toleransi biomekanika kerja otot yang optimal, yaitu:
-
Alat bantu genggam harus seringan mungkin,
alat bantu genggam yang ringan akan lebih mudah digunakan dan dapat
memperlambat kelelahan.
-
Pegangan alat bantu genggam harus memiliki
ketebalan, ukuran dan bentuk yang cocok dengan pekerja. Dengan demikian harus
tersedia bermacam-macam ukuran dan bentuk untuk masing-masing pekerja.
-
Pertahankan sendi bahu dalam posisi yang
cukup rendah. Abdukasi lengan atas pada sendi bahu tanpa penyokong dalam waktu
yang cukup lama akan mengakibatkan rasa cepat lelah, misalnya; bekerja dengan
alat bantu genggam yang lurus (solder, las, dll) pada meja kerja horizontal
akan merasa akan cepat lelah.
-
Alat bantu genggam harus terpegang cukup
kuat. Alat bantu genggam yang berat akan membuat cepat lelah dan dapat terlepas
waktu digunakan. Dengan mendesain alur-alur pada pegangan alat bantu genggam,
dan menyesuaikan diameter pegangan dengan ukuran tangan pekerja, atau menambah
pegangan untuk tangan yang lain sebagai stabilisator, maka alat bantu genggam
dapat dipegang kuat-kuat.
-
Buat perisai pada alat bantu genggam yang
dapat menjepit atau melukai kulit. Gunting yang diberi bantalan pada kedua
pegangannya dapat mencegah terjepitnya jari-jari tangan. Gergaji listrik
sebaiknya diberi tambahan perisai pelindung untuk mencegah jari-jari tangan
terpotong.
-
Jangan membuat tombol/swit yang hanya
dioperasikan dengan satu atau beberapa ujung jari. Melakukan penekanan dengan
satu atau beberapa ujung jari berulang-ulang untuk jangka yang lama akan
mengakibatkan rasa lelah dan rasa kaku pada jari-jari tangan. Desain
tombol/swit yang digenggam atau berbentuk lempeng panjang akan lebih baik
daripada yang menggunakan cara penekanan dengan satu atau beberapa ujung jari.
-
Kurangi kompresi pada jaringan tubuh.
Ujung pegangan peralatan kerja, misal kape/penggaruk sisa cat tembok yang
kurang memadai dapat menekan a. ulnaris yang terletak dipangkal pergelangan
tangan, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kesemutan dijari manis dan
klingking. Memodifikasi pegangan peralatan tersebut dengan menambah tonjolan
yang terletak diantara ibu jari dan telunjuk, menyebabkan beban utama tekanan
akan berpindah ketempat ini yang relatif bebas dari aliran pembuluh darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar