A. Pendekatan Biomekanik
BIO-mekanik, Bio =
hidup, Mekanika = gerak. Biomekanika mempelajari aspek gerak pada tubuh
manusia (yang terdiri dari jaringan-jaringan, organ-organ yang hidup) yang
dikaitkan dengan kerja yang dilakukannya. Mencakup;
-
Kekuatan gerak
-
Kecepatan gerak
-
Ketelitian gerak
-
Daya tahan jaringan tubuh terhadap beban
mekanika
Jika semua cakupan dari biomekanika diterapkan dalam kerja, maka secara
prinsip ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang suatu produk
suatu sistem kerja, antara lain:
a.
Masalah penggunaan oksigen Dalam kerja, dengan
memperhitungkan waktu istirahat diantara kerja, sehingga terjadi minimal 5
menit penggunan oksigen tanpa melakukan.
b.
Mendistribusikan serata mungkin antara
beban dengan pengguna dan produk, dengan memperhatikan sifat-sifat khas
dari jaringan tubuh yang bersangkutan.
c.
Untuk memperhatikan ketelitian keja, perlu
diperhatikan masalah latihan bagi tenaga kerja, juga masalah kekhasan seseorang
melakukan gerakan-gerakan.
B. Pendekatan Fisiologi
Pendekatan fisiologi
terhadap kerja merupakan pendekatan-pendekatan terhadap penggunaan energi
tubuh. Energi tubuh tsersebut berupa energi mekanis yang diperoleh dari
mengencangnya otot-otot yang memiliki cadangan energi kimiawi otot. Jadi gerak
yang berupa kerja otot tersebut, bergantung kepada proses berubahnya energi
kimia ke energi mekanis.
C. Pendekatan Psiko-Fisik
Dalam kerja psikologi
kerja perlu diperhatikan;
a.
Keterkaitan produk dengan faktor-faktor
psikologis seseorang seperti, pada kasus lebar jarak antara benda dengan
dinding harus sesuai dengan antropometri, sehingga orang yang akan masuk
ruangan tersebut, tidak merasa malas.
b.
Kondisi fisik tersebut sangat
mempengaruhi kondisi psikologis manusia yang akan menggunakannya.
Faktor psikologis yang perlu diperhatikan, antara lain:
-
Kesan
-
Intensitas interaksi antara manusia dengan
produknya
-
Psychological mood
Intensitas yang tinggi menyebabkan rutinitas, sehingga dapat menyebabkan
seseorang menjadi lalai terhadap pekerjaannya, seperti mengemudikan mobil di
jalan tol, dengan kecepatan tinggi dan keadaan jalan yang monoton dapat membuat
pengemudi lalai karena jenuh. Sedangkan kendaraan yang melalui pasar yang ramai
akan berhati-hati.
Begitu pula dengan psychological mood, seseorang yang sedang
larut dengan bacaan horornya, akan terkejut jika disentuh orang lain. Hal ini
disebabkan ia sedang berada dalam suasana psikologis yang ada didalam cerita
horor yang ia baca tersebut.
Tipe gerak tubuh;
-
Fleksi, yaitu gerakan leher dari atas ke
bawah searah.
-
Ekstensi
-
Aduksi
-
Rotasi
D. Biomekanika Gerak Tubuh
Kontrol terhadap respons
motorik, ini merupakan bagian dari elektrofisiologi. Dari ilmu tersebut kita
dapat mengetahui bahwa perangsangan listrik pada syaraf motor menyebabkan
kontraksi kembali otot yang lelah setelah berkontraksi atas perintah kemauan.
Jadi, sebenarnya kelelahan suatu individu berasal dari susunan syaraf pusat.
Penelitian lebih lanjut,
menjelaskan bahwa kelelahan pada kontraksi otot atas dasar kemauan disebabkan
oleh menurunnya frekuensi arus listrik pada pusat motorik. Kecepatan
gerak dalam kerja ada beberapa faktor yang memepengaruhi kecepatan kerja,
faktor tersebut, antara lain:
-
Posisi
-
Anggota badan
-
Perubahan arah pada penerapannya, kecepatan
kerja ini dibutuhkan tidak lain untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
kerja.
Akurasi gerak atau ketelitian gerak ini, dipengaruhi oleh;
-
Posisi
: menentukan ketelitian kerja
-
Anggota badan : kaki memiliki tingkat
ketelitian dibanding tangan.
-
Waktu
: kelamaan dalam melakukan kerja
-
Latihan
: seberapa besar penguasaan alat
-
Stereotype :
kekhasan seseorang melakukan gerakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar