Kamis, 04 September 2014

Kegiatan Kerja dan Keterampilan Motorik

A. Pendekatan Biomekanik
BIO-mekanik, Bio = hidup, Mekanika = gerak. Biomekanika mempelajari aspek gerak pada tubuh manusia (yang terdiri dari jaringan-jaringan, organ-organ yang hidup) yang dikaitkan dengan kerja yang dilakukannya. Mencakup;
-       Kekuatan gerak
-       Kecepatan gerak
-       Ketelitian gerak
-       Daya tahan jaringan tubuh terhadap beban mekanika

Jika semua cakupan dari biomekanika diterapkan dalam kerja, maka secara prinsip ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang suatu produk suatu sistem kerja, antara lain:
a.   Masalah penggunaan oksigen Dalam kerja, dengan memperhitungkan waktu istirahat diantara kerja, sehingga terjadi minimal 5 menit penggunan oksigen tanpa melakukan.
b.  Mendistribusikan serata mungkin antara beban dengan pengguna dan produk, dengan memperhatikan sifat-sifat khas dari jaringan tubuh yang bersangkutan.
c.   Untuk memperhatikan ketelitian keja, perlu diperhatikan masalah latihan bagi tenaga kerja, juga masalah kekhasan seseorang melakukan gerakan-gerakan.

B. Pendekatan Fisiologi
Pendekatan fisiologi terhadap kerja merupakan pendekatan-pendekatan terhadap penggunaan energi tubuh. Energi tubuh tsersebut berupa energi mekanis yang diperoleh dari mengencangnya otot-otot yang memiliki cadangan energi kimiawi otot. Jadi gerak yang berupa kerja otot tersebut, bergantung kepada proses berubahnya energi kimia ke energi mekanis.

C. Pendekatan Psiko-Fisik
Dalam kerja psikologi kerja perlu diperhatikan;
a.   Keterkaitan produk dengan faktor-faktor psikologis seseorang seperti, pada kasus lebar jarak antara benda dengan dinding harus sesuai dengan antropometri, sehingga orang yang akan masuk ruangan tersebut, tidak merasa malas.
b.  Kondisi fisik tersebut sangat mempengaruhi kondisi psikologis manusia yang akan menggunakannya.

Faktor psikologis yang perlu diperhatikan, antara lain:
-       Kesan
-       Intensitas interaksi antara manusia dengan produknya
-       Psychological mood

Intensitas yang tinggi menyebabkan rutinitas, sehingga dapat menyebabkan seseorang menjadi lalai terhadap pekerjaannya, seperti mengemudikan mobil di jalan tol, dengan kecepatan tinggi dan keadaan jalan yang monoton dapat membuat pengemudi lalai karena jenuh. Sedangkan kendaraan yang melalui pasar yang ramai akan berhati-hati.
Begitu pula dengan psychological mood, seseorang yang sedang larut dengan bacaan horornya, akan terkejut jika disentuh orang lain. Hal ini disebabkan ia sedang berada dalam suasana psikologis yang ada didalam cerita horor yang ia baca tersebut.
Tipe gerak tubuh;
-       Fleksi, yaitu gerakan leher dari atas ke bawah searah.
-       Ekstensi
-       Aduksi
-       Rotasi

D. Biomekanika Gerak Tubuh
Kontrol terhadap respons motorik, ini merupakan bagian dari elektrofisiologi. Dari ilmu tersebut kita dapat mengetahui bahwa perangsangan listrik pada syaraf motor menyebabkan kontraksi kembali otot yang lelah setelah berkontraksi atas perintah kemauan. Jadi, sebenarnya kelelahan suatu individu berasal dari susunan syaraf pusat.
Penelitian lebih lanjut, menjelaskan bahwa kelelahan pada kontraksi otot atas dasar kemauan disebabkan oleh menurunnya frekuensi arus listrik pada pusat  motorik. Kecepatan gerak dalam kerja ada beberapa faktor yang memepengaruhi kecepatan kerja, faktor tersebut, antara lain:
-       Posisi
-       Anggota badan
-       Perubahan arah pada penerapannya, kecepatan kerja ini dibutuhkan tidak lain untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Akurasi gerak atau ketelitian gerak ini, dipengaruhi oleh;
-       Posisi                : menentukan ketelitian kerja
-       Anggota badan : kaki memiliki tingkat ketelitian dibanding tangan.
-       Waktu              : kelamaan dalam melakukan kerja
-       Latihan             : seberapa besar penguasaan alat

-       Stereotype         : kekhasan seseorang melakukan gerakan

Tidak ada komentar: