
Judul Buku : Love, Hate
& Hocus-Pocus
Penulis : Karla M.
Nashar
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Tebal Buku : 264 halaman
Harga : Rp
45.000
Sinopsis:
Hate at first sight.
Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu.
Mereka partner kerja yang dinamis-sedinamis gejolak permusuhan yang terus
meletup di antara mereka berdua.
Menurut Gadis, Troy
Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya.
Jelas-jelas asli Indonesia. kok bertingkah ala bule? Rambut dicoklatin, ngomong
bahasa Inggris, barang-barang harus label desainer, dan mati-matian
mempertahankan imej metroseksual biar tetep bisa menyandang gelar The Most
Eligible Bachelor in Indonesia.
Sedangkan menurut Troy,
Gadis Parasyu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya.
Di Amerika tempat Troy dibesarkan, ngak ada orangtua yang cukup gila untuk
menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali!!! Okelah,
wajahnya emang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih suka banget pake
merek lokal?
Hanya satu persamaan
mereka. Sama-sama ngak percaya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal,
astrologi, atau apapun yang berhubungan dengan dunia pernujuman.
Lalu apa yang terjadi
saat mereka terbangun pada suatu Minggu yang cerah, dan mendapati diri mereka
berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak
dari Firdaus-bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing,
serta memori samar tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang
lalu?!
Komentar:
Novel dengan tema “Benci
jadi Cinta” pasti udah biasa kalian baca,,, entah kenapa aku sangat suka dengan
tema yang seperti ini, dimana rasa cinta di antara dua insan tumbuh dari
perasaan benci satu sama lain yang berubah jadi cinta...
Pertengkaran-pertengkaran yang dihadapi oleh kedua tokoh ini sangat menampakkan
saling ketidaksukaan mereka, hal ini dikarenakan ada perbedaan pandangan hidup
di antara kedua tokoh. Gadis merupakan gadis sederhana, yang sangat cinta
terhadap budaya lokal dan cinta terhadap produk dalam negeri sedangkan Troy
walaupun orang Indonesia dan kelahiran dari kedua orang tua yang warga negara
Indonesia, namun bertingkah sebagai seorang bule dengan mengecat rambutnya
menjadi kecoklatan, memakai lensa kontak berbagai warna, memakai barang-barang
luar negeri dengan merk ternama, serta dengan berbagai cara tetap
mempertahankan image seorang metroseksual.
Dengan adanya perbedaan
pandangan inilah yang menjadi pemicu permusuhan mereka. Pertengkaran mereka
berdua terus berlanjut sampai memusingkan atasan mereka, padahal mereka harus
menghadapi permasalahan kantor yang sangat gawat karena menyangkut nama baik
perusahaan. Namun, petengkaran mereka terusik, di mana saat mereka bangun pada
pagi harinya, mereka mendapati diri mereka tertidur di satu ranjang yang sama.
Apa yang sebenarnya terjadi pada
mereka?? Akankah pertengkaran mereka terus berlanjut?? Dan apa pula peran dari
hocus-pocus dalam hubungan mereka??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar