Jumat, 12 September 2014

Sihir di antara Benci dan Cinta (Resensi Buku Love, Hate & Hocus Pocus)



Judul Buku           : Love, Hate & Hocus-Pocus
Penulis                 : Karla M. Nashar
Penerbit                : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku          : 264 halaman
Harga                   : Rp 45.000
Sinopsis:
Hate at first sight. Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Mereka partner kerja yang dinamis-sedinamis gejolak permusuhan yang terus meletup di antara mereka berdua.
Menurut Gadis, Troy Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia. kok bertingkah ala bule? Rambut dicoklatin, ngomong bahasa Inggris, barang-barang harus label desainer, dan mati-matian mempertahankan imej metroseksual biar tetep bisa menyandang gelar The Most Eligible Bachelor in Indonesia.
Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasyu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, ngak ada orangtua yang cukup gila untuk menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali!!! Okelah, wajahnya emang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih suka banget pake merek lokal?
Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama ngak percaya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, atau apapun yang berhubungan dengan dunia pernujuman.
Lalu apa yang terjadi saat mereka terbangun pada suatu Minggu yang cerah, dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak dari Firdaus-bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta memori samar tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu?!

Komentar:
Novel dengan tema “Benci jadi Cinta” pasti udah biasa kalian baca,,, entah kenapa aku sangat suka dengan tema yang seperti ini, dimana rasa cinta di antara dua insan tumbuh dari perasaan benci satu sama lain yang berubah jadi cinta... Pertengkaran-pertengkaran yang dihadapi oleh kedua tokoh ini sangat menampakkan saling ketidaksukaan mereka, hal ini dikarenakan ada perbedaan pandangan hidup di antara kedua tokoh. Gadis merupakan gadis sederhana, yang sangat cinta terhadap budaya lokal dan cinta terhadap produk dalam negeri sedangkan Troy walaupun orang Indonesia dan kelahiran dari kedua orang tua yang warga negara Indonesia, namun bertingkah sebagai seorang bule dengan mengecat rambutnya menjadi kecoklatan, memakai lensa kontak berbagai warna, memakai barang-barang luar negeri dengan merk ternama, serta dengan berbagai cara tetap mempertahankan image seorang metroseksual.
        Dengan adanya perbedaan pandangan inilah yang menjadi pemicu permusuhan mereka. Pertengkaran mereka berdua terus berlanjut sampai memusingkan atasan mereka, padahal mereka harus menghadapi permasalahan kantor yang sangat gawat karena menyangkut nama baik perusahaan. Namun, petengkaran mereka terusik, di mana saat mereka bangun pada pagi harinya, mereka mendapati diri mereka tertidur di satu ranjang yang sama.

        Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?? Akankah pertengkaran mereka terus berlanjut?? Dan apa pula peran dari hocus-pocus dalam hubungan mereka??

Tidak ada komentar: