Jumat, 12 September 2014

Manual Handling

A. Manual Material-Handling
Manual handling merupakan jenis pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik yang berat seperti; mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik, melempar, menyokong, memindahkan beban atau memutar beban dengan tangan atau bagian tubuh lain.
Penderitaan pada jenis pekerjaan manual handling seperti; laserasi, hematoma, fraktur, kelelahan otot. Cedera muskuloskeletal terutama pada tulang belakang seperti, nyeri pinggang (LBP). Nyeri pinggang akibat pekerjaan manual handling 50% diakibatkan oleh aktivitas mengangkat beban, 9% karena mendorong dan menarik beban, 6% karena menahan, melempar, memutar dan membawa beban.
Klein (1984), pekerja angkat beban seperti; tukang sampah, pekerja disektor konstruksi, gudang, dan perawat, mengajukan klaim asuransi 10x lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan dengan tenaga fisik ringan. Kramer (1973), 20% angka absensi dan 50% pensiun dini disektor industri, diakibatkan oleh nyeri pinggang akibat kerja.

B. Anatomi Patofisiologi
Anatomi patofisiologi cedera tulang belakang, batang tubuh (kolumna vertebralis) yang menyebabkan tubuh manusia dapat berdiri tegak dibentuk oleh 32-33 ruas tulang belakang (vertebrae) yang terdiri dari 5 ruas tulang leher (v. servilakis) 12 ruas tulang punggung (v. torakalis), 5 ruas tulang pinggang (v. lumbalis) yang saling terpisah satu sama lain oleh cakram antar ruas (diskus intervertebralis) yang dibentuk oleh jaringan ikat yang terstruktur, serta 5 ruas tulang tungging (v.sakralis) dan 3-4 ruas tulang ekor (v.koksigealis) yang bersatu menjadi sebuah tulang tungging (os sacrum) pada saat lahir dan sebuah tulang ekor (os koksigeus).
Kolumna vertebralis berbentuk seperti huruf S, di daerah punggung berbentuk cekung, sedangkan didaerah pinggang cembung bentuknya. Bentuk seperti ini memberi kemungkinan timbulnya elastisitas batang tubuh untuk menyerap gaya tekanan ke bawah pada saat meloncat dan mengangkat beban.
Cakram antar ruas mulai tampak diantara vertebra C2 dan C3 dan terakhir diantara vertebra L5 dan S1 (os sakrum) jadi seluruhnya terdapat 23 buah cakram. Cakram ini terdiri dari bagian luar yang berbentuk cincin. Bagian tersebut dibentuk oleh lapisan-lapisan jaringan ikat yang tersusun konsentris dengan alur serabut yang berselang-seling, sehingga terbentuk suatu cincin jaringan ikat yang kokoh yang disebut  annulus fibrosus.
Pada saat mengangkat beban yang berat, kerja diskus intervetebralis L5-S1 akan menerima gaya kompresi yang besar, sehingga akhirnya dapat mengakibatkan robeknya annulus fibrosus dan terjadinya prolapsus dari nukleus pulposus yang disebut hernia nukleus pulposus. Cedera ini ditandai dengan timbulnya nyeri radikuler didaerah pinggang yang hebat akibat tertekannya radix nn. spinalis ditempat ini
Pada saat mengangkat beban, vertebra lumbalis digunakan sebagai pengungkit sehingga kontraksi otot-otot punggung dan bokong tersebut menciptakan stres kompresi dan putaran pada cakram antar-ruas.Rotasi vertebra menciptakan stres gesekan yang memutar bagian luar cakram antar-ruas, berarti gesekan terbesar terjadi di-bagian luar annulus fibrosus. Gerak fleksio, esktensio dan pembengkokkan kearah lateral mencetuskan stres kompresi dan peregangan annulus fibrosus dibagian yang saling berhadapan.
Berbagai komponen gaya yang sejajar dengan cakram antar-ruas, seperti gerakan mendorong dan menarik beban, menciptakan stres gesekan yang mengakibatkan slip sesuai dengan arah gaya. Kombinasi dari gerakan-gerakan pada batang tubuh ini akan menimbulkan stres yang lebih besar dibandingkan dengan gerakan tunggal.
Dibagian belakang ruas tulang belakang tersebut terdapat lubang yang tersusun antara satu dengan lainnya menjadi sebuah saluran yang dilalui oleh medulla spinalis, yaitu lanjutan otak besar ditengkorak yang merupakan bagian dari susunan syaraf pusat, menjadi tempat keluarnya akar-akar saraf spinalis yang menuju keseluruh bagian tubuh manusia.

B. Faktor Stres Fisik pada Manual Handling
Beratnya stres fisik akibat aktivitas mengangkat beban bergantung pada beberapa faktor, antara lain
-       Perbedaan jenis kelamin dari sisi anatomi; lekuk sendi panggul wanita, terletak sedikit lebih kemuka dari garis tegak lurus.
-       Metode mengangkat beban yang benar; posisi horizontal beban yang diangkat. Metode mengangkat beban dari lantai. Membawa beban dengan melangkah kesamping.

Beratnya stres fisik akibat aktivitas mengangkat beban bergantung pada beberapa faktor. Karakteristik beban yang diangkat, antara lain:
-       Besar beban yang diangkat.
-       Bentuk & karakteristik beban yang diangkat.
-       Distribusi beban dan stabilitas.
-       Beban yang tidak simetris.
-       Pegangan beban.
-       Tingginya jarak angkatan.
-       Berat, frekuensi mengangkat dan jarak memindahkan beban.

C. Pengendalian Manual Handling
Tidak semua organisasi tempat kerja mempunyai fasilitas dan kemampuan yang sama dalam upaya pengendalian manual handling. Prioritasnya sebagai berikut:
-       Prioritas I, memperbaiki perencanaan tugas kerja atau job redesign. Kemampuan seseorang yang ditugaskan untuk pekerjaan dengan aktivitas mengangkat beban harus selaras dengan kebutuhan proporsi fisik tugas kerja, oleh karena itu perlu dilaksanakan pemeriksaan sebelum bekerja dan pemeriksaan untuk penempatan tenaga kerja yang seksama. Prosedur pemeriksaan, antara lain:
a.   Riwayat penyakit, gangguan muskuloskeletal
b.  Pemeriksaan fisik, data antropometri
c.   Pemeriksaan radiografi pada tulang pinggang
d.  Tes kekuatan, tes kerja otot statik & dinamik, fleksibilitas otot, tes jantung-paru untuk mengukur kecepatan denyut jantung dan kekuatan aerobik maksimum.
-       Prioritas II, memanfaatkan penggunaan peralatan mekanis angkat beban:
a.   Lift table
b.  Lever hoist dan chain hoist
c.   Crane
d.  Trolly
e.   Hand truck and fork-clift
f.    Conveyor
-       Prioritas III (training), pelatihan cara mengangkat beban yang aman, perbaikan sistem kerja dan aplikasi teknologi baru untuk mengatasi penyimpangan perilaku dan tugas kerja yang kurang memadai, harus dilaksanakan pada seluruh pekerja yang ditugaskan untuk pekerjaan denga aktivitas mengangkat beban.
a.   Kurangi berat beban yang diangkat
b.  Angkat beban bersama untuk beban yang besar atau yang berat
c.   Gaya angkat beban yang benar
d.  Ubah metode angkat beban
e.   Kurangi jarak membawa beban
f.    Tinggi angkatan tidak lebih dari bahu
g.   Beban yang berat pada tinggi kepalan tangan
h.  Kurangi frekuensi mengangkat beban
i.     Periode istirahat yang cukup
j.     Rotasi tugas
k.  Buat kemasan dengan pegangan yang memadai


Tidak ada komentar: