A. Manual Material-Handling
Manual handling merupakan jenis pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik yang berat
seperti; mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik, melempar, menyokong,
memindahkan beban atau memutar beban dengan tangan atau bagian tubuh lain.
Penderitaan pada jenis
pekerjaan manual handling seperti; laserasi, hematoma,
fraktur, kelelahan otot. Cedera muskuloskeletal terutama pada tulang belakang
seperti, nyeri pinggang (LBP). Nyeri pinggang akibat pekerjaan manual
handling 50% diakibatkan oleh aktivitas mengangkat beban, 9% karena
mendorong dan menarik beban, 6% karena menahan, melempar, memutar dan membawa
beban.
Klein (1984), pekerja
angkat beban seperti; tukang sampah, pekerja disektor konstruksi, gudang, dan
perawat, mengajukan klaim asuransi 10x lebih tinggi dibandingkan dengan
pekerjaan dengan tenaga fisik ringan. Kramer (1973), 20% angka absensi dan 50%
pensiun dini disektor industri, diakibatkan oleh nyeri pinggang akibat kerja.
B. Anatomi Patofisiologi
Anatomi patofisiologi
cedera tulang belakang, batang tubuh (kolumna vertebralis) yang
menyebabkan tubuh manusia dapat berdiri tegak dibentuk oleh 32-33 ruas tulang
belakang (vertebrae) yang terdiri dari 5 ruas tulang leher (v.
servilakis) 12 ruas tulang punggung (v. torakalis), 5 ruas tulang
pinggang (v. lumbalis) yang saling terpisah satu sama lain oleh cakram
antar ruas (diskus intervertebralis) yang dibentuk oleh jaringan ikat
yang terstruktur, serta 5 ruas tulang tungging (v.sakralis) dan 3-4 ruas
tulang ekor (v.koksigealis) yang bersatu menjadi sebuah tulang tungging
(os sacrum) pada saat lahir dan sebuah tulang ekor (os koksigeus).
Kolumna vertebralis berbentuk seperti huruf S, di daerah punggung berbentuk cekung,
sedangkan didaerah pinggang cembung bentuknya. Bentuk seperti ini memberi
kemungkinan timbulnya elastisitas batang tubuh untuk menyerap gaya tekanan ke
bawah pada saat meloncat dan mengangkat beban.
Cakram antar ruas mulai
tampak diantara vertebra C2 dan C3 dan terakhir diantara vertebra L5 dan S1 (os
sakrum) jadi seluruhnya terdapat 23 buah cakram. Cakram ini terdiri dari
bagian luar yang berbentuk cincin. Bagian tersebut dibentuk oleh
lapisan-lapisan jaringan ikat yang tersusun konsentris dengan alur serabut yang
berselang-seling, sehingga terbentuk suatu cincin jaringan ikat yang kokoh yang
disebut annulus fibrosus.
Pada saat mengangkat
beban yang berat, kerja diskus intervetebralis L5-S1 akan
menerima gaya kompresi yang besar, sehingga akhirnya dapat mengakibatkan
robeknya annulus fibrosus dan terjadinya prolapsus dari
nukleus pulposus yang disebut hernia nukleus pulposus. Cedera
ini ditandai dengan timbulnya nyeri radikuler didaerah pinggang yang hebat
akibat tertekannya radix nn. spinalis ditempat ini
Pada saat mengangkat
beban, vertebra lumbalis digunakan sebagai pengungkit sehingga
kontraksi otot-otot punggung dan bokong tersebut menciptakan stres kompresi dan
putaran pada cakram antar-ruas.Rotasi vertebra menciptakan stres gesekan yang
memutar bagian luar cakram antar-ruas, berarti gesekan terbesar terjadi
di-bagian luar annulus fibrosus. Gerak fleksio, esktensio dan pembengkokkan
kearah lateral mencetuskan stres kompresi dan peregangan annulus
fibrosus dibagian yang saling berhadapan.
Berbagai komponen gaya
yang sejajar dengan cakram antar-ruas, seperti gerakan mendorong dan menarik
beban, menciptakan stres gesekan yang mengakibatkan slip sesuai dengan arah
gaya. Kombinasi dari gerakan-gerakan pada batang tubuh ini akan menimbulkan
stres yang lebih besar dibandingkan dengan gerakan tunggal.
Dibagian belakang ruas
tulang belakang tersebut terdapat lubang yang tersusun antara satu dengan
lainnya menjadi sebuah saluran yang dilalui oleh medulla spinalis,
yaitu lanjutan otak besar ditengkorak yang merupakan bagian dari susunan syaraf
pusat, menjadi tempat keluarnya akar-akar saraf spinalis yang menuju keseluruh
bagian tubuh manusia.
B. Faktor Stres Fisik pada Manual Handling
Beratnya stres fisik
akibat aktivitas mengangkat beban bergantung pada beberapa faktor, antara lain
-
Perbedaan jenis kelamin dari sisi anatomi;
lekuk sendi panggul wanita, terletak sedikit lebih kemuka dari garis tegak
lurus.
-
Metode mengangkat beban yang benar; posisi
horizontal beban yang diangkat. Metode mengangkat beban dari lantai. Membawa
beban dengan melangkah kesamping.
Beratnya stres fisik akibat aktivitas mengangkat beban bergantung pada
beberapa faktor. Karakteristik beban yang diangkat, antara lain:
-
Besar beban yang diangkat.
-
Bentuk & karakteristik beban yang
diangkat.
-
Distribusi beban dan stabilitas.
-
Beban yang tidak simetris.
-
Pegangan beban.
-
Tingginya jarak angkatan.
-
Berat, frekuensi mengangkat dan jarak
memindahkan beban.
C. Pengendalian Manual Handling
Tidak semua organisasi
tempat kerja mempunyai fasilitas dan kemampuan yang sama dalam upaya
pengendalian manual handling. Prioritasnya sebagai berikut:
-
Prioritas I, memperbaiki
perencanaan tugas kerja atau job redesign. Kemampuan seseorang yang ditugaskan
untuk pekerjaan dengan aktivitas mengangkat beban harus selaras dengan
kebutuhan proporsi fisik tugas kerja, oleh karena itu perlu dilaksanakan
pemeriksaan sebelum bekerja dan pemeriksaan untuk penempatan tenaga kerja yang
seksama. Prosedur pemeriksaan, antara lain:
a.
Riwayat penyakit, gangguan muskuloskeletal
b.
Pemeriksaan fisik, data antropometri
c.
Pemeriksaan radiografi pada tulang
pinggang
d.
Tes kekuatan, tes kerja otot statik &
dinamik, fleksibilitas otot, tes jantung-paru untuk mengukur kecepatan denyut
jantung dan kekuatan aerobik maksimum.
-
Prioritas II, memanfaatkan
penggunaan peralatan mekanis angkat beban:
a.
Lift table
b.
Lever hoist dan chain hoist
c.
Crane
d.
Trolly
e.
Hand truck and fork-clift
f.
Conveyor
-
Prioritas III (training), pelatihan cara
mengangkat beban yang aman, perbaikan sistem kerja dan aplikasi teknologi baru
untuk mengatasi penyimpangan perilaku dan tugas kerja yang kurang memadai,
harus dilaksanakan pada seluruh pekerja yang ditugaskan untuk pekerjaan denga
aktivitas mengangkat beban.
a.
Kurangi berat beban yang diangkat
b.
Angkat beban bersama untuk beban yang
besar atau yang berat
c.
Gaya angkat beban yang benar
d.
Ubah metode angkat beban
e.
Kurangi jarak membawa beban
f.
Tinggi angkatan tidak lebih dari bahu
g.
Beban yang berat pada tinggi kepalan
tangan
h.
Kurangi frekuensi mengangkat beban
i.
Periode istirahat yang cukup
j.
Rotasi tugas
k.
Buat kemasan dengan pegangan yang memadai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar