Kamis, 02 Oktober 2014

Gizi dan Kesehatan

 A.Beberapa pengertian/ istilah dalam gizi
1.  Nutrisi = gizi
Kata gizi berasal dari bahasa Arab “gizzah”, dalam bahasa latin “nutrire”  artinya makanan atau zat makanan sehat. Ilmu gizi (nutrition science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal.

2.  Zat gizi
Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsi yaitu menghasilkan energi, membangun sel-sel, memelihara jaringan dan mengatur proses-proses tubuh.

3.  Pangan
Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.

4.  Makanan
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi da dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan kedalam tubuh.

5.  Bahan makanan
Bahan makanan dalah makanan dalam keadaan mentah.

6.  Tingkat konsumsi
Tingkat konsumsi adalah cukup atau tidak zat gizi yang diperlukan tubuh dalam susunan hidangan dan perbandingan yang satu dengan yang lainnya.

7.  Status gizi
Keadaan tubuh/ekspresi sebagai akibat komsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :
a. Secara klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
b.  Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

B. Ruang lingkup ilmu gizi
Ruang lingkup cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga. Perkembangan gizi klinis :
·     Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.
·     Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.
·     Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.
·     Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.
·     Suplementasi oral, enteral dan parenteral.
·     Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.
·     Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).


C.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan
Sumber-sumber zat gizi makanan terdiri atas enam zat gizi (nutrients) :
1.  Karbohidrat
2.  Lemak
3.  Protein
4.  Vitamin
5.  Mineral
6.  Air

Zat gizi (nutrients) dapat dikelompokkan dalam dua golongan besar yaitu:
-     Makronutrient
Maktonutrient adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar dalam tubuh yang menghasilkan energi / KHPL. Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohidrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.
-     Mikronutrient
Mikronutrient adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi penting (Vit, mineral, dan air).  Golongan mikronutrien terdiri dari :
1.  Karbohidrat – Glukosa; serat.
2.  Lemak/lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
3.  Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
4.  Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
5.  Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
6.  Air

D.Fungsi zat gizi
Fungsi zat gizi adalah:
1.  Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
2.  Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
3.  Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

E. Akibat gizi kurang pada proses tubuh
Definisi Gizi Kurang
Gizi Kurang adalah keadaan kekurangan 1 atau lebih zat gizi esensial. Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein.

Gejala kurang gizi
Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60- 80% dari berat ideal.
Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:
1.  Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.
2.  Ukuran lingkaran lengan atas menurun.
3.  Maturasi tulang terlambat.
4.  Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.
5.  Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

Akibat gangguan gizi kurang :
-     Pertumbuhan
Anak-anak tidak tumbuh menurut potensialnya. Protein digunakan sebagai zat pembakar, sehingga otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Anak-anak yang berasal dati tingkat sosial ekonomi menengah keatas rata-rata lebih tinggi daripada yang berasal dari keadaan sosial ekonomi rendah
-     Produksi tenaga
Kekurangan energi berasal dari makanan, menyebabkan seseorang kekurangan tenaga untuk bergerak, bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang menjadi malas, merasa lemah, dan produktivitas menurun.
-     Pertahanan tubuh
Daya tahan terhadap tekanan atau stress menurun. Sistem imunitas dan antibodi berkurang, sehingga oaring mudah terserang pilek, batuk dan diare. Pada anak-anak hal ini dapat menyebabkan kematian.
-     Struktur dan fungsi otak
Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan demikian kemampuan berfikir. Otak mencapai bentuk maksimal pada usia 2 tahun. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.
-     Perilaku
Baik anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gizi menunjukkan perilaku tidak tenang. Mereka mudah tersinggung, cengeng, dan apatis.

F.    Akibat gizi lebih pada proses tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang di konsumsi disimpan didalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeratif, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit diabetes, jantung koroner, hati dan kantung empedu.

G.  Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang antar zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat, cerdas dan produktif.
Seimbang adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi, antara kelompok pangan sumber tenaga, sumber pembangun (lauk-pauk) dan sumber zat pengatur (sayuran dan buah), serta keseimbangan antar waktu makan (pagi, siang dan malam)
Pemasyarakatan pemahaman gizi seimbang:
a.   Tahun 1950 melalui selogan 4 sehat 5 sempurna
b.  Tahun 1994 melalui Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)

4 sehat 5 sempurna
Pola makan sehari-hari yang terdiri dari:
1.  Makanan pokok sumber kabohidrat/kalori
2.  Lauk-pauk sumber protein hewani dan nabati
3.  Sayur-mayur sumber vitamin dan mineral
4.  Buah-buahan sumber vitamin dan mineral
5.  Susu sumber lemak, protein, dan kalsium

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)
Pedoman ini berisi 13 pesan dasar gizi seimbang disertai dengan logo tumpeng (kerucut) dan anjuran porsi makan menurut kelompok umur.
Bahan makanan dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi yang dikenal dengan istilah TRI GUNA MAKANAN, yaitu :
1.  Sumber zat tenaga (padi-padian, umbi-umbian, tepung-tepungan)
2.  Sumber zat pengatur (sayuran dan buah)
3.  Sumber zat pembangun (kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan)
4.  Digambarkan bahan makanan yang di batas penggunaannya adalah gula dan garam
Di Indonesia PUGS tersebut dijabarkan sebagai 13 pesan dasar yang seyogyanya dapat dijadikan pedoman bagi setiap penduduk. Ketigabelas pesan dasar gizi seimbang tersebut adalah:
1.  Makanlah aneka ragam makanan setiap hari, yaitu makanan sumber zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein), serta zat pengatur (vitamin dan mineral).
2.    Makanlah makanan untuk memenuhi kebutuhan energi. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber utama, yaitu karbohidrat, protein daan lemak.
3.    Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.  Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 5% dari jumlah kecukupan energi atau sekitar 3-4 sendok per hari. Seyogyanya sekitar 50-60% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat kompleks atau setara dengan 3-4 piring nasi.
4.  Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi. Mengkonsumsi lemak hewani secara berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.
5.     Gunakan garam beriodium untuk mencegah timbulnya gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). GAKI dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan anak, penyakit gondok, dan kretin (kerdil). Dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram (1 sendok teh) per hari.
6.       Makanlah makanan sumber zat besi untuk mencegah anemia. Sumber yang baik adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging.
7.   Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 4 bulan. Pemberian ASI secara eksklusif ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi hingga umur 4 bulan, setelah itu perlu diberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI).
8.  Biasakan makan pagi (sarapan) untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktivitas kerja.
9.     Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya, yaitu minimal 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya, agar proses faali dalam tubuh dapat berlangsung dengan lancar dan seimbang.
10.  Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur untuk mencapai berat badan normal dan mengimbangi konsumsi energi yang berlebihan.
11.  Hindari minum minuman beralkohol.
12.  Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan, yaitu bebas dari cemaran bahan kimia dan mikroba berbahaya, yang dapat menyebabkan sakit.

13.  Bacalah label pada makanan yang dikemas, untuk mengetahui komposisi bahan penyusun (ingridient), komposisi gizi, serta tanggal kedaluarsa.

Tidak ada komentar: