Safe Motherhood dicanangkan pada konferensi di Nairobi bulan Oktober 1987.
Penekanan pada negara berkembang karena data menunjukkan bahwa jurang
perbedaan antara kesehatan maternal di dunia maju dan dunia berkembang
sangatlah besar yaitu sekitar 500 juta kematian ibu di dunia, 99%nya terjadi
di negara berkembang.
Safe Motherhood Initiative adalah usaha
dunia untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan pada wanita
dan bayi, khususnya pada negara berkembang.
Pilar Safe Motherhood
Pendekatan konsep Four Pillars of Safe Motherhood dari
WHO sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, yaitu :
1.
Keluarga
Berencana
2.
Asuhan
Antenatal
3.
Persalinan
Bersih dan Aman
4.
Pelayanan
Obstetri Esensial Dasar dan Pelayanan Obstetri Esensial Komprehensif.
Manajemen Program Safe Motherhood di Indonesia
1.
Masyarakat
- Pengenalan dini terhadap komplikasi
- Penyediaan sarana transportasi ke fasilitas pelayanan
kesehatan
- Mobilisasi masyarakat untuk penyediaan pembiayaan
kesehatan
2.
Pelayanan
obstetrik tingkat pertama (Puskesmas)
- Pendiagnosaan dini komplikasi
- Penyuluhan masyarakat ttg komplikasi & pelayanan
gawat darurat kebidanan
- Penyediaan pertolongan pertama kegawatdaruratan
obstetrik (antibiotika, anti kejang dan oxytocin)
- Rujukan dan mobilisasi transportasi
3. Pelayanan kegawatdaruratan tingkat dasar (BOEC)
- Penyuluhan masyarakat tentang komplikasi &
pelayanan gawat darurat
- Kebidanan
- Pendiagnosaan dini komplikasi
- Penggunaan pengobatan pada pasien (antibiotika, anti
kejang dan oxytocin)
- Removing retained tissue
- Penanganan sobekan, laserasi/lecet dan ruptur
4. Pelayanan kegawatdaruratan tingkat komprehensif (COEC)
- Penggunaan pengobatan pd pasien (antibiotika, anti
kejang dan oxytocin)
- Ditambah pertolongan persalinan per vaginam,
penyediaan darah
- Transfusi, persiapan pelaksanaan bedah sesar.
- Transfusi, persiapan pelaksanaan bedah sesar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar