Sampah adalah limbah yang
bersifat padat terdiri dari zat organik dan anorganik yang dianggap tidak
berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan sekitarnya.
Timbunan sampah adalah banyaknya sampah
yang dihasilkan per orang/hari dalam satuan volume maupun berat.
Pewadahan sampah adalah cara penampungan
sampah sementara di sumbernya baik individual atau komunal.
Pengumpulan
sampah adalah
proses penanganan sampah dengan cara mengumpulkan dari masing-masing sumber
sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan sementara atau langsung ke tempat
pembuangan akhir tanpa melalui proses pemindahan.
Pemindahan sampah adalah tahap memindahkan
sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkut untuk dibawa ke tempat
pembuangan akhir.
Pengelolaan
sampah adalah
suatu upaya untuk mengurangi volume sampah atau merubah bentuk menjadi lebih
bermanfaat antara lain dengan cara pengomposan, pengeringan, dan pendaur
ulangan.
Pembuangan akhir sampah
adalah tempat untuk menyingkirkan (tahap akhir pengelolaan). Contoh: TPA
Sukolilo dan TPA Benowo Surabay.
Pengaruh
sampah terhadap kesehatan dan lingkungan
a. Sampah sebagai sarang vektor
penyakit.
b. Sampah sebagai sumber
infeksi, sampah infeksius, sampah yang terkontaminasi, jamur yang hidup di
sekitar kehidupan (Micodermatosis).
c. Sampah sebagai sumber
pencemar karena hasil dekomposisinya mengandung bahan toksik, logam berat atau
persisten.
d. Sampah mengganggu
ekosistem (akibat pencemar organik).
e. Sampah mengganggu
estetika.
Sumber sampah
-
Pemukiman
-
Perdagangan/komersial
-
Industri
-
Pertanian
-
Pengelolaan
limbah
Jenis sampah
-
Sampah
makanan (garbage)
-
Sampah
anorganik (rubbish)
-
Sampah
domisili/konstruksi
-
Sampah
khusus
-
Sampah
pertanian
-
Sampah
dari pengolahan limbah
Komposisi
sampah
Fisik : identik dengan jenis,
bergantung pada lokasi, musim, tingkat ekonomi.
Kimia : dengan melakukan
analisis kimia (unsur C, H, N, O, S, dan P)
Pengelolaan
sampah
Kegiatan yang berhubungan
dengan penanganan sampah di sumbernya, penyimpanan, pengumpulan,
transfer/transport, proses dan penyingkiran dengan memperhatikan aspek-aspek:
-
Kesehatan
masyarakat
-
Ekonomi-sosial
-
Teknologi
-
Estetika
Elemen-elemen
fungsional pengelolaan sampah
-
Timbulnya
sampah (waste generation)
-
Penyimpanan
sampah setempat (on site storage)
-
Pengumpulan
sampah (waste collection)
-
Pemindahan
dan pengangkutan (transfer and transport)
-
Pengolahan
dan penemuan kembali bahan (processing and recovery)
-
Pembuangan
(disposal)
Penyimpanan
setempat
adalah penyimpanan sampah di sekitar sumber sampah sebelum diangkut ke tempat
pembuangan sampah sementara (TPS).
Yang perlu diperhatikan
dalam pengelolaan sampah padat
1. Tipe kontainer
-
Tipe
kecil: (kontener metal, plastik/fiber, disposable plastic/paper bags); 20-40
gal (75-150 liter)
-
Tipe
medium: (kontener) : 1-10 yd3 (760-7600 liter)
-
Tipe
besar: (kontener yang bisa dilengkapi dengan kompaktor) 20-40 yd3 (15-30 m3)
2. Letak kontainer
Berkaitan
dengan metode pengumpulan sampah (curb service, alley service, setout-setback
service, setcut servie)
3. Kesehatan masyarakat dan
estetika
-
Kapasitas
cukup
-
Tertutup
rapat
-
Mudah
dikosongkan
-
Mudah
dibersihkan
-
Tahan
lama
-
Tidak
mudah dirusak tikus (rat proof)
-
Bentuknya
estetik
Pengumpulan adalah
kegiatan mengangkut sampah dari tempat penyimpanan setempat ke TPS sampai
kendaraan pengumpulan dikosongkan.
1. Pelayanan pengumpulan
sampah
Pengumpulan
sampah domestik menggunakan kontainer kecil/medium (curb service, alley
service, setout-setback service, setcut servie).
Pengumpulan
sampah industri/komersial menggunakan kontainer besar.
2. Sistem pengumpulan sampah
Sistem
kontainer diangkut (hauled container system)
Sistem
kontainer tetap (stationary container system)
Pengolahan sampah
1. Reduksi volume secara
mekanik (kompaktor tekanan rendah dan tinggi). Bertujuan untuk efesiensi
pengangkutan dan final disposal.
2. Reduksi volume secara
kimiawi (dikenal dengn inceneration, reduksi s.d 80-90%). Bertujuan untuk
efesiensi final disposal.
3. Reduksi ukuran (shredding,
grinding, milling). Menyeragamkan ukuran untuk pengolahan lebih lanjut.
4. Pemisahan komponen (hard
scorting, air separation, magnetic separation, screening, floating, optical
sorting).
Faktor-faktor yang
mempengaruhi sistem pengelolaan sampah
a. Rencana penggunaan lahan
b. Kepadatan dan penyebaran
penduduk
c. Karakteristik lingkungan
fisik, biologi, dan sosial ekonomi
d. Kebiasaan masyarakat
e. Peraturan perundang-undangan
nasional dan daerah setempat
f. Karakteristik limbah padat
g. Sarana pengumpulan,
pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan
h. Lokasi pembuangan akhir
i. Biaya yang tersedia
j. Rencana tata ruang dan
pengembangan kota
k. Iklim dan musim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar