Rabu, 21 Agustus 2013

Pengelolaan Sampah Padat

Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan sekitarnya.
Timbunan sampah adalah banyaknya sampah yang dihasilkan per orang/hari dalam satuan volume maupun berat.
Pewadahan sampah adalah cara penampungan sampah sementara di sumbernya baik individual atau komunal.
Pengumpulan sampah adalah proses penanganan sampah dengan cara mengumpulkan dari masing-masing sumber sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan sementara atau langsung ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemindahan.
Pemindahan sampah adalah tahap memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Pengelolaan sampah adalah suatu upaya untuk mengurangi volume sampah atau merubah bentuk menjadi lebih bermanfaat antara lain dengan cara pengomposan, pengeringan, dan pendaur ulangan.
Pembuangan akhir sampah adalah tempat untuk menyingkirkan (tahap akhir pengelolaan). Contoh: TPA Sukolilo dan TPA Benowo Surabay.

Pengaruh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan
a.  Sampah sebagai sarang vektor penyakit.
b. Sampah sebagai sumber infeksi, sampah infeksius, sampah yang terkontaminasi, jamur yang hidup di sekitar kehidupan (Micodermatosis).
c.  Sampah sebagai sumber pencemar karena hasil dekomposisinya mengandung bahan toksik, logam berat atau persisten.
d. Sampah mengganggu ekosistem (akibat pencemar organik).
e.  Sampah mengganggu estetika.

Sumber sampah
-      Pemukiman
-      Perdagangan/komersial
-      Industri
-      Pertanian
-      Pengelolaan limbah

Jenis sampah
-      Sampah makanan (garbage)
-      Sampah anorganik (rubbish)
-      Sampah domisili/konstruksi
-      Sampah khusus
-      Sampah pertanian
-      Sampah dari pengolahan limbah

Komposisi sampah
Fisik : identik dengan jenis, bergantung pada lokasi, musim, tingkat ekonomi.
Kimia : dengan melakukan analisis kimia (unsur C, H, N, O, S, dan P)

Pengelolaan sampah
Kegiatan yang berhubungan dengan penanganan sampah di sumbernya, penyimpanan, pengumpulan, transfer/transport, proses dan penyingkiran dengan memperhatikan aspek-aspek:
-      Kesehatan masyarakat
-      Ekonomi-sosial
-      Teknologi
-      Estetika

Elemen-elemen fungsional pengelolaan sampah
-      Timbulnya sampah (waste generation)
-      Penyimpanan sampah setempat (on site storage)
-      Pengumpulan sampah (waste collection)
-      Pemindahan dan pengangkutan (transfer and transport)
-      Pengolahan dan penemuan kembali bahan (processing and recovery)
-      Pembuangan (disposal)

Penyimpanan setempat adalah penyimpanan sampah di sekitar sumber sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sampah padat
1.  Tipe kontainer
-      Tipe kecil: (kontener metal, plastik/fiber, disposable plastic/paper bags); 20-40 gal (75-150 liter)
-      Tipe medium: (kontener) : 1-10 yd3 (760-7600 liter)
-      Tipe besar: (kontener yang bisa dilengkapi dengan kompaktor) 20-40 yd3 (15-30 m3)
2. Letak kontainer
Berkaitan dengan metode pengumpulan sampah (curb service, alley service, setout-setback service, setcut servie)
3. Kesehatan masyarakat dan estetika
-      Kapasitas cukup
-      Tertutup rapat
-      Mudah dikosongkan
-      Mudah dibersihkan
-      Tahan lama
-      Tidak mudah dirusak tikus (rat proof)
-      Bentuknya estetik

Pengumpulan adalah kegiatan mengangkut sampah dari tempat penyimpanan setempat ke TPS sampai kendaraan pengumpulan dikosongkan.
1.  Pelayanan pengumpulan sampah
Pengumpulan sampah domestik menggunakan kontainer kecil/medium (curb service, alley service, setout-setback service, setcut servie).
Pengumpulan sampah industri/komersial menggunakan kontainer besar.
2. Sistem pengumpulan sampah
Sistem kontainer diangkut (hauled container system)
Sistem kontainer tetap (stationary container system)

Pengolahan sampah
1.  Reduksi volume secara mekanik (kompaktor tekanan rendah dan tinggi). Bertujuan untuk efesiensi pengangkutan dan final disposal.
2. Reduksi volume secara kimiawi (dikenal dengn inceneration, reduksi s.d 80-90%). Bertujuan untuk efesiensi final disposal.
3. Reduksi ukuran (shredding, grinding, milling). Menyeragamkan ukuran untuk pengolahan lebih lanjut.
4. Pemisahan komponen (hard scorting, air separation, magnetic separation, screening, floating, optical sorting).

Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah
a.  Rencana penggunaan lahan
b. Kepadatan dan penyebaran penduduk
c.  Karakteristik lingkungan fisik, biologi, dan sosial ekonomi
d. Kebiasaan masyarakat
e.  Peraturan perundang-undangan nasional dan daerah setempat
f.  Karakteristik limbah padat
g.  Sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan
h. Lokasi pembuangan akhir
i.   Biaya yang tersedia
j.  Rencana tata ruang dan pengembangan kota
k.  Iklim dan musim

Tidak ada komentar: