Jumat, 20 Desember 2013

Ulang Tahun


Setiap orang pasti pernah merayakan yang namanya ulang tahun. Ulang tahun sendiri merupakan hari kelahiran seseorang dan menandai hari dimulainya kehidupan seseorang di luar rahim. Dan di beberapa kebudayaan ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan dengan keluarga ataupun teman-teman dan biasanya hadiah diberikan kepada orang yang sedang berulang tahun tersebut.

Pernahkah kepikiran oleh kita gimana sejarah awal mulanya perayaan hari ulang tahun, adanya kado, kue ulang tahun, dan semua hal yang berhubungan dengan ulang tahun....??? yuk disimak

Sejarah Perayaan Ulang Tahun
Pertama kalinya perayaan ulang tahun dimulai di Eropa. Perayaan ini berkaitan erat dengan budaya pagan, di mana pada saat itu ada sebuah kepercayaan bahwa roh-roh jahat akan mendatangi orang yang sedang berulang tahun sehingga menimbulkan ketakutan bagi setiap orang yang sedang berulang tahun. Maka untuk melindunginya diundanglah keluarga dan teman-teman untuk mengelilingi orang yang sedang berulang tahun tersebut dan memberikan doa serta pengharapan. Hal ini dipercaya dapat menghalau roh-roh jahat karena memberikan rasa gembira kepada orang yang sedang berulang tahun tersebut. Selain itu, biasanya pada perayaan ulang tahun dibuatlah sebuah pesta hal ini bertujuan untuk menakut-nakuti roh-roh jahat karena adanya banyak suara yang ditimbulkan oleh adanya sebuah pesta.

Sejarah Kue Ulang Tahun dan Lilin
Kue ulang tahun sendiri pada mulanya merupakan persembahan bangsa Yunani bagi dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue yang berbentuk bulat yang merupakan representasi dari bulan purnama. Dan di atas kue pun diletakkan lilin-lilin.

Cerita lainnya mengatakan, bahwa kue ulang tahun bermula di Jerman yang disebut sebagai “Gerbutstagorten” yang merupakan salah satu tipe kue yang biasanya digunakan saat ulang tahun. Kue Gerbutstagorten sendiri adalah kue dengan beberapa layer yang rasanya lebih manis dari kue yang berbahan roti. Orang Jerman yang dikenal sebagai orang yang ahli membuat lilin juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakaan peletakkan lilin itu sebagai alasan keagamaan/religi dan beberapa lainnya mengatakan peletakkan lilin tersebut untuk menandakan “Terangnya Kehidupan”.

Sedangkan tradisi tiup lilin dan berdoa (make a wish) berdasarkan adanya mitos yang mengatakan bahwa asap lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa ketika kita memakan kata-kata yang ada di atas kue, kata-kata tersebut akan menjadi kenyataan. Jadi dengan memakan “Happy Birthday” akan membawa kebahagiaan dan dengan meniup lilin-lilin yang ada diatas kue dalam satu tiupan dipercaya akan membawa nasib baik.

Lagu “Happy Birthday”
Melodi lagu “Happy Birthday” (lagu ulang tahun) ditulis pada tahun 1890-an oleh seorang wanita Amerika, Mildred Hill. Awalnya adiknya Patti, yang adalah seorang guru, menempatkan kata-kata "Selamat pagi guru ku, semoga ini pagi yang baik untuk Anda" agar sesuai melodi. Lagu itu akhirnya populer selama bertahun-tahun dan dinyanyikan di sekolah-sekolah di seluruh AS.

Empat puluh tahun kemudian, diyakini bahwa Patti mengganti dengan kata-kata "Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Dear Happy Birthday to You" yang kemudian menjadi sangat terkenal.

Seluruh lagu kemudian diterbitkan pada tahun 1935. Lagu itu kemudian dipopulerkan pada tahun 1930, ketika dinyanyikan dalam Broadway production “As Thousands Cheer” dan sejak itu menjadi mega-hit klasik sepanjang masa.


Satu berita yang menarik : Lagu "Happy Birthday to You" (lirik dan melodi) masih di bawah perlindungan hak cipta, sehingga setiap kali Anda mendengarnya dinyanyikan di TV atau radio, royaltinya masih dibayarkan kepada penerbit (Warner Chapel, di AS)

Tidak ada komentar: